Istri Kecil Milik Gengster Kejam

Istri Kecil Milik Gengster Kejam
part 12


__ADS_3

#ISTRI_KECIL_MILIK_GANGSTER_KEJAM


Part 12


Sementara di sisi lain, Albi dan para Anggota inti tengah berlarian mencari Zara, Bella, Difa dan Gea. Kini mereka hanya menggunakan senter HP sebagai penerang karena keadaan rumah benar-benar gelap.


Sedari tadi, Gian merasa cemas lantaran Difa takut dengan kegelapan.


Albi dan keempat sahabatnya, berhasil menemukan Zara dan yang lainnya. Mereka bersembunyi di belakang kursi sambil memeluk satu sama lain.


"Zara, ini gue, gausah takut oke." ucap Albi sambil memeluk Zara dengan erat.


"Gea, lo gapapa?" tanya Angga dan di balas gelengan oleh Gea.


"Sedangkan Difa, kini dirinya tengah menangis dalam dekapan Bayu."


"Udah, jangan takut ada gue." ucap Bayu sambil mengusap kepala Difa.


Seketika lampu menyala, mereka semua langsung di hadapkan dengan pecahan kaca yang berserakan dan jangan lupakan gumpalan kertas yang di balut dengan batu.


Albi mengambil kertas itu dan membacanya. Seketika rahangnya mengeras dengan tangan yang mengepal kuat. Gian, yang melihat itupun langsung saja mengambil kertas itu dari tangan Albi dan membacanya.


"Ternyata dia punya nyali juga ngusik hidup kita." ucap Gian sambil melirik ke arah Albi.

__ADS_1


"Terus sekarang kita harus apa?" tanya Tio.


"Buat strategi." sahut Albi dan di balas anggukan semua orang.


"Yang terpenting sekarang, kita harus lebih ketat lagi untuk menjaga Zara dan yang lainnya." Gue takutnya dia ngelibatin mereka dalam masalah ini." ucap Bayu sambil melirik ke arah Difa dan yang lainnya.


"Gue, setuju, karena pada dasarnya dia bakalan cari cara licik untuk menghancurkan musuhnya, termasuk ngelibatin mereka semua sebagai ancaman." ucap Angga sambil melirik ke arah Gea.


"Kita harus hati-hati sama dia, karena dia bukan orang sembarangan." ucap Tio.


"Mulai sekarang dan untuk satu minggu kedepan, gimana kalau kalian nginap aja di sini." sekalian kita akan susun strategi." ucap Albi dan di balas anggukan semua orang.


II kilatan masa lalu II


Revan Adi Satya, ketua geng Servion, yang di kenal dengan julukan geng yang tidak pernah mau kalah. Dia musuh bebuyutan Albi sejak kls 10. Servion terdiri dari 150 anggota


Dua tahun yang lalu .....


"Ternyata lo berani juga datang kesini." ucap Revan tersenyum sinis.


"Ngapain gue takut sama pec*nd*ng, kayak lo." sahut Albi tersenyum miring.


"Cuma kalah saing, lo sebenci itu sama kita." ucap Gian.

__ADS_1


"B*c*t, lo." sahut Revan dan langsung saja memukul Gian sedangkan yang di pukul hanya diam.


"Kalau berani lawan gue." ucap Albi dan langsung saja Revan memukulnya.


Dua geng yang terkenal tidak mau kalah, mereka terus saja berkelahi. Anggota The Black Lion dan anggota Servion saling memukul satu sama lain. Hingga suara tembakan langsung saja menghentikan aksi mereka ....


"Dor!"


"Dor!"


Seseorang dengan memakai masker hitam dan jaket hitam menembak Revan yang sedang memukul Albi. Hingga membuat Revan ambruk ke tanah dengan darah yang bercucuran keluar dari kepalanya.


Orang itu Aska Raihan Septian, orang yang telah menembak Revan, adik kandungnya sendiri. Kenapa Aska melakukan itu? Karena dia iri dengan adik kandungnya yang selalu mendapatkan kasih sayang orang tuanya sedangkan dirinya tidak.


Albi dan Gian yang melihat itupun langsung saja terduduk di tanah dengan keadaan yang kacau.


"G---gue, i--ijinin k--kalian m---menang." ucap Revan sebelum menutup matanya.


"Woy, kalian apain Revan, lo berdua bunuh Revan, hah!" teriak Raskal yang baru datang sambil menunjuk ke arah Albi dan Gian. Dia Raskal Mikail Putra, wakil ketua geng Servion.


"Bukan gue, tapi kakaknya." teriak Gian dengan napas yang memburu.


"Gue, ga percaya, karena kalian musuhnya." sahut Raskal.

__ADS_1


"Tapi bukan kita b*ng*at!" teriak Albi dengan napas yang memburu.


Bersambung..........


__ADS_2