
#ISTRI_KECIL_MILIK_GANGSTER_KEJAM
Part 14
Rencananya hari ini Difa akan pergi ke suatu tempat, namun karena cuaca yang hujan, jadi dirinya akan pergi besok.
Sepulang sekolah inti The Black Lion kini tengah berkumpul di ruang tamu. Keadaan yang hujan, membuat semua orang mudah bosan terutama Tio dan Angga.
"Woy, Bayu, nyanyi kek, kan lu jago nyanyi." ucap Tio sambil memakan cemilannya.
"Iya, Bayu jago nyanyi, ga kayak lu." ucap Albi dengan tersenyum mengejek.
"Menye-menye." sahut Tio tak kalah mengejek.
"Okeh, siapa takut." ucap Bayu.
"Emang, bisa?" tanya Tio.
"Bisa dong." ucap Bayu.
"Tak pernah terpikir olehku .." Bayu mulai menyanyi.
"Tak sedikit ku bayangkan ..."
"Kau akan pergi tinggalkan aku sendiri ..."
"Begitu sulit ku bayangkan ..."
"Begitu sakit ku rasakan ..."
__ADS_1
"Kau akan pergi tinggalkan aku sendiri ..."
"Di bawah batu nisan ini ..., kau tlah sandarkan."
"Kasih sayang kamu begitu dalam ..."
" Sungguh ku tak sanggup ini terjadi .. Karena ku sangat cinta."
"Inilah saat terakhirku melihat kamu."
"Jatuh air mataku menangis pilu."
"Hanya mampu ucapkan selamat jalan kasih."
"Yeay, suaranya bagus." ucap Gua.
"Thanks," ucap Bayu.
"Lo, nyanyi lagu, yang seakan-akan lo bakalan di tinggal sama orang yang ko sayang nj*r." ucap Tio.
Dan seketika hening ...., dengan pikiran masing-masing. Hingga Zara angkat bicara.
"Lagunya menghayati banget." ucap Zara.
"Judul lagu nya Saat Terakhir, bakalan sama dengan kisah gue yang bakalan ninggalin kalian." batin Difa tersenyum tipis.
"Gak, kerasa banget ya, sekarang udah mau lulus aja." ucap Tio.
"Namanya juga waktu." ucap Gian.
__ADS_1
"Abang, kapan-kapan kita pergi ke pasar malam ya." ajak Difa pada Gian.
"Iya, nanti kalau udah ada waktu." ucap Gian sambil menghisapkan asap rokoknya.
"### Janji ya, awas aja kalau bohong." ucap Difa dan di balas gelengan oleh Gian.
Seseorang masuk ke dalam rumah Albi, membuat semua orang yang tengah tertawa kini mengalihkan perhatiannya.
"A--al, ini saatnya deh." ucap Tio gelagapan.
"Kenapa, mau di mulai sekarang." ucap Albi tersenyum miring pada Raskal. Ya, orang itu Raskal yang ingin balas dendam kepadanya karena kematian Revan.
"Gue, kesini bukan mau maksud itu." ucap Raskal.
"Gue, kesini cuma mau minta maaf sama kalian semua karena udah neror lo Al. Dan gue juga sadar, bahwa yang salah itu bukan lo dan Gian tapi Aska, kakak kandung Revan. Orang tua Revan yang udah kasih tau gue soal ini, mungkin orang kayak gue ga pantas di maafin, sekali lagi gue minta maaf." ucap Raskal dan hendak melangkahkan kakinya keluar rumah namun langkahnya terhenti karena ucapan Albi.
"Allah, juga maha pemaaf, lantas gue yang hambanya kenapa enggak." ucap Albi.
"T---tapi, bener kan lo mau maafin gue." ucap Raskal dan di balas anggukan oleh Albi.
"Gi, lo mau kan maafin gue." ucap Raskal pada Gian.
"Kenapa tidak." ucap Gian tersenyum.
"Ck, ah, percuma dong nyiapin rencana ehh malah ga jadi." ucap Tio dan di balas tatapan tajam dari Albi.
"Berdamai sama masa lalu itu, indah." ucap Bayu.
"Dan memaafkan itu, perilaku yang mulia." ucap Angga.
__ADS_1
"### Kita, sebagai manusia jangan menjadi orang pendendam, karena apa, karena dendam itu hanya membuat hidup kita menjadi sengsara dan di selimut rasa benci." ucap Albi.
Bersambung......