Istri Kecil Milik Gengster Kejam

Istri Kecil Milik Gengster Kejam
part 10


__ADS_3

#ISTRI_KECIL_MILIK_GANGSTER_KEJAM


part 10


"Abang, muka lo jadi jelek." ucap Difa.


"Diem, lo bocil." sahut Gian.


"Zara, mana?" tanya Albi.


"Kak," ucap Zara berlari mengampiri Albi.


"Lo, nggak papa?" tanya Albi.


"Aku, nggak papa, cuma tangan kakak luka." ucap Zara sambil menyentuh tangan Albi.


"Ini, cuma luka kecil kok," sahut Albi.


"Luka, kecil gimana, ini luka nya parah." ucap Zara dengan mata berkaca-kaca.


"Cengeng banget sih lo." ucap Albi sambil membawa Zara kepelukannya.


"Hiks, muka kakak jadi jelek." celetuk Zara.


"Bwahah," tawa Tio dan Angga.


"Udah, Zar, mending sekarang kita ke markas aja." ucap Bayu dan di balas anggukan oleh semua orang.


-------


Di markas ...., kini Zara tengah mengobati luka lebam di wajah Albi.


"Lo, cantik." ucap Albi.


"Emang," sahut Zara meng pede.


"Tapi sayang ..., pendek." ucap Albi tersenyum jahil.


"Gapapa pendek, yang penting imut." sahut Zara dan hanya di balas kekehan dari Albi.


-----


Kini anggota inti The Black Lion tengah berkumpul di ruang tengah markas. Termasuk Zara, Bella, Difa dan Gea.

__ADS_1


"Gue, bosen." ucap Difa.


"Gimana, kalau kita main Truth Or Dare." ucap Tio.


"Gaskeuun," ucap Angga.


"Oke, kita puter pake botol." ucap Tio.


Botol itu di putar, dan ...., botol itupun berhenti mengarah ke arah Bella.


"Gue, duluan nih yang kasih pertanyaan." ucap Tio tersenyum jahil.


"Bell, nih, misalkan ada yang suka sama lo, tapi orang itu gengsi ngungkapin perasaannya." Nah, lo mau sebut orang itu apa?" tanya Tio sambil melirik ke arah Gian.


"Emang, ada yah yang suka sama gue?" tanya Bella.


"Ada," sahut Difa.


"Siapa?" tanya mereka serempak, kecuali Tio, dirinya terus saja melirik ke arah Gian. Sambil menaik turunkan sebelah alisnya.


"Bang Gian," ucap Difa dan langsung saja bersembunyi di balik punggung Bayu. Karena dapat tatapan tajam dari Gian.


"Sok, tau lo." ucap Gian dengan tatapan tajamnya.


"Kata siapa?" malahan aku pernah liat bang Gian, senyum-senyum sendiri karena liat poto Bella." celetuk Difa.


Botol itu di putar, hingga berhenti mengarah ke arah Zara.


"Lo milih, truth, apa dare?" tanya Tio.


"Truth," ucap Zara.


"Lo sayang ga sama Albi?" tanya Bayu.


Dengan ragu, Zara menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Karena jujur dirinya mulai sayang pada Albi.


Botol itu di putar lagi hingga berhenti tepat mengarah ke arah Difa.


"Lo milih, truth, apa dare?" tanya Tio.


"Truth," ucap Difa antusias.


"Lo suka kan, sama Bayu?" ucap Tio tersenyum jahil, sambil melirik ke arah Bayu.

__ADS_1


"K---kata siapa, enggaklah." sahut Difa.


"Yang bener," ucap Bella.


"B---beneran, asli." ucap Difa, sementara Bayu dia hanya tersenyum miring mendengar ucapan Difa.


Oke kita lanjut putar botolnya, dan ...., yah, botol itu berhenti tepat mengarah ke arah Gian.


"Bang, milih truth, apa dare?" tanya Difa.


"Dare." ucapnya.


"Oke, kalau gitu aku tantang bang Gian buat nyanyi." ucap Difa.


"Ck," decaknya, namun begitu, Gian tetap menyanyi dan mengambil gitar yang ada di markas. Dengan perlahan tapi pasti, Gian mulai memainkan gitarnya dan menyanyi.


"Tak ku biarkan insan lain mencuri hatimu."


"Terlalu indah dirimu untuk di tinggalkan."


"Ku merasa senang bila dirimu tersenyum."


"Tak kubiarkan rasa ini menghilang."


"Aku cinta padamu terlalu sayang padamu."


"Gue kira es balok ini gabisa nyanyi, ternyata bisa juga." batin Bella.


"Ekhm, dehem Tio dan Angga bersamaan.


"Bang, suara lo serak." celetuk Difa dan hanya di balas tatapan malas dari Gian.


Sekarang kita putar lagi botolnya. Dan sekarang botol itu berhenti tepat mengarah ke arah Albi.


"Truth, dare?" tanya Gea.


"Dare?" ucapnya.


"Oke, sekarang gue tantang lo, c*um, Zara." ucap Gea tersenyum jahil.


"Albi tersenyum miring mendengar ucapan Gea." Siapa takut." ucapnya, dan seketika membuat Zara melototkan matanya, dan ....


"C*p"

__ADS_1


-----------------


Bersambung........


__ADS_2