Istri Kecil Milik Gengster Kejam

Istri Kecil Milik Gengster Kejam
part 4


__ADS_3

#ISTRI_KECIL_MILIK_GANGSTER_KEJAM


Part 4


Perkelahian antara Gian dan Alex, pun kini telah selesai. Kedua nya sama-sama mendapatkan hukuman dari guru. Mereka berdua, di skors selama 3 hari dan di beri tugas . Dan untuk Dira, dia juga dihukum karena telah menyembunyikan kertas ulangan milik Bella. Hukumannya hanya di beri tugas.


Setelah, mereka mendapatkan hukuman masing-masing, inti The Black Lion, kini tengah berkumpul di kantin sebelah. Disana juga ada Zara, Difa dan Bella.


"Bella, udah sana lo minta maaf gih sama Gian." ucap Zara.


"Emang, gue punya salah sama tu orang." bukannya menjawab, Bella malah balik bertanya.


"Gue, cuma mau tanya, kenapa lo nolongin gue? Dan juga lo bilang kalo gue, pacar lo?" tanya Bella, kepada Gian.


"Gue, nolongin lo, atas dasar kemanusiaan, dan untuk gue bilang, lo pacar gue, itu hanya untuk buat Alex, ga ngerendahin lo." Jawab, Gian, dingin dan datar.


"Tapi, lo gausah kegeeran dulu, gue bilang lo pacar gue." sahutnya lagi.


"Ck, siapa juga yang geer, kenal juga kaga." cerca Bella.


"Guys, gue mau tanya nih, kalau ciri-ciri orang suka tapi gengsi ngungkapin itu gimana yah?" Tanya Angga, sambil melirik ke arah Gian.


"Ya, kaya tadi yang di lakuin sama bang Gian." celetuk Difa, sambil nyengir tidak jelas.


"Dan juga, kalau kita ga suka sama seseorang, mana mungkin kan kita rela di skros sama guru." Dan sebelum kitu ngelakuin sesuatu untuk orang lain, pasti kita mikir dulu resiko yang akan nimpa kita. Kecuali, kita rela ngelakuin itu hanya untuk orang yang kita sayang." sahut Difa, sambil tersenyum jahil.


"Asekk, neng Difa, mah selalu benar." sahut Tio, sambil tertawa terbahak-bahak."


"Bocil, pinter juga lo." sahut Bayu, sambil terkekeh geli mendengar ucapan Difa.


"Diam, lo semua." sahut Gian, sambil menatap tajam kesemua orang."


"Definsi suka, tapi gengsi ngungkapin." batin Albi.

__ADS_1


"Udah, deh mending kita makan aja." ajak Angga.


Dan di balas anggukan, oleh semua orang.


"Kalian, mau makan apa?" tanya Tio.


"Nasi, goreng aja deh, semuanya." ucap Angga.


Dan di balas anggukan oleh semua orang.


"Zara, ayo kita beli permen kapas?" ajak Bella.


"Yaudah, ayo." sahut Zara.


"Difa, lo ikut ga?" tanya Bella.


"Duluan, aja." sahut Difa.


Zara, dan Bella pun melenggang pergi dari hadapan mereka.


Gian, tidak merespon rengekan Difa. Dia hanya pokus pada rokoknya.


"Abang, Difa, minta uang." ucap Difa, sambil memeluk Gian.


"Sana pergi, gue lagi ngerokok." sahut Gian.


"Hiks, abang jahat, hikss." rengek Difa, sambil memukul d*d* bidang, Gian.


"Ck," decak Gian, sambil merogoh sakunya."


"Nih," ucap Gian, sambil menyodorkan uang kepada Difa. Dan di balas senyuman oleh adik sepupunya itu.


"Makasih, bang Gian, ganteng." ucap Difa, melenggang pergi menyusul kedua temannya.

__ADS_1


"Bwahah," tawa Tio, Angga, bersamaan."


Tak berselang lama, Zara, Bella dan Difa pun kembali , sambil membawa permen kapas.


"Mau?" tanya Zara, kepada Albi, sambil menyodorkan permen kapasnya.


"Gue, gasuka manis." sahut Albi.


"Zara, lo suka manis?" tanya Angga.


"Iya, apa lagi senyum ka Albi, beh manis nya gaada obat." sahut Zara, sambil tersenyum geli.


"Albi, yang mendengar gombalan itu pun, langsung memalingkan wajahnya."Ck, s*al dirinya salting.


"Bella, yang merasa dirinya di perhatikan oleh Gian, dia merasa risi."


"Kenapa, mau ini?" tanya Bella, sambil menyodorkan permen kapasnya.


Dan, hanya di balas gelengan oleh Gian.


"Mungkin, bang Gian, suka kali sama lo." celetuk Difa, sambil memakan permen kapasnya.


"Diam, lo bocil." sahut Gian, menatap tajam adiknya.


"Nyenye," ejek Difa.


"Gue, gamau kasih uang jajan buat lo lagi." ucap Gia, sambil tersenyum jahil.


Difa, yang mendengar ucapan itu pun, langsung saja menatap abangnya, dengan mata yang berkaca-kaca.


"Abang, jahat!" tapikan yang di bilang Difa itu benar." cerca Difa.


bersambung...

__ADS_1


bantu like nya kak, biar saya semangat bikin.


__ADS_2