
#ISTRI_KECIL_MILIK_GANGSTER_KEJAM
Part 2
Albi, dan anggota The Black Lion, kini tengah berada di kantin lantaran jam istirahat. Sama seperti Zara dan dua cs nya, yang kini tengah menikamati makanannya sambil bercanda gurau.
Bella, melihat kesekumpulan para cowok anggota inti The Black Lion, namun matanya menatap ke seorang cowok yang tengah bermain ponsel.
Zara, yang menyadari tatapan Bella mengarah kemana lantas ia pun berbicara.
" Itu, Gian Elputra, wakil ketua The Black Lion." ucap Zara.
" Dia, sepupu gue." ucap Difa.
" Yang bener?" tanya Zara dan Bella, bersamaan.
" Iya, dia itu sepupu gue, sifatnya dingin, dan cuek yang membuat gue malas nyapanya. Pasti kalau nyapa hanya di balas dengan deheman." ucap Difa.
Dan dibalas anggukan oleh Zara dan Bella.
" Brakk!"
Seseorang, menggebrak meja makan Zara dan dua temannya.
" Heh, lo ada masalah apa sama gue, datang-datang main gebrak aja lo?" tanya Bella sambil berteriak.
" Elo, kan yang laporin gue ke guru, kalau gue yang ngumpetin kertas ulangan lo?" tanya Dira, sambil berteriak.
" kalau iya emang kenapa?" tanya Bella.
" Bella, udah jangan bikin keributan." ucap Zara dan Difa.
__ADS_1
Namun Bella tidak merespon ucapan kedua sahabatnya itu.
" Gara-Gara lo, gue di hukum sama guru." teriak Dira.
" Bagus dong, ga sekalian aja nilai lo di coret." sahut Bella, mengejek.
" Awas aja lo Bella, gue bakalan beri perhitungan sama lo." ucap Dira, mengancam.
"Gue, nggak takut sama ondel-ondel ke lo, cupu." ucap Bella.
" Heh, dasar lo j*l*ng kurang ajar." teriak Dira.
" Elo, yang j*l*ng, suka masuk club sana sini." ucap Bella lantang.
Dira, yang geram karena perkataan Bella, lantas ia pun menjambak rambut Bella dengan kencang. Alhasil mereka main jambak-jambakan.
Zara dan Difa pun, berusaha untuk memisahkan mereka. Semua siswa sudah berkerumun melihat kejadian itu.
" Woyyy, teriak seseorang di seberang sana."
" Semua orang yang sedang berkerumun itu pun, lantas mengalihkan tatapannya."
Orang itupun lantas berjalan ke arah kerumunan itu.
" Brak!"
Orang, itupun menendang meja dengan sangat keras, sehingga menimbulkan teriakan dari orang-orang yang berkerumun di sana.
Bella dan Dira, yang sedang jambak-jambakan itupun, langsung mengehentikan aksinya.
Dira, yang melihat kekasihnya itupun, langsung menghampirinya dan menangis.
__ADS_1
"Hiks, sayang, dia jahat sama aku." ucap Dira berderama.
"Mana yang sakit hmm," ucap Alex pacar Dira.
"Rambut aku, hiks, dia jambak aku." ucap Dira.
Mendengar ucapan itu, Alex menglihkan tatapannya kepada bella. Sedangkan yang di tatap hanya tersenyum mengejek.
"Ututu, sayang-sayang, hiks, sakit." ucap bella dengan nada mengejek.
Baru segitu doang udah ngadu ke ayang, lemah, lebay, cupu ya cupu aja dong. Lain kali, kalau mau berantem siapin dulu nyali lo, dikit dikit ngadu ayang.
Alex, yang mendengar ucapan itu, seketika marah dan langsung berjalan ke arah Bella.
" Heh, cewek j*l*ng." ucap Alex.
" Bukannya, cewek lo, yang j*l*ng." ucap Bella sambil tersenyum smrik.
" Kalau bukan lo cewek, gue udah abisin lo dari tadi." ucap Alex dengan lantang.
" Kenapa, kalau gue cewek, gue bukan cewek cupu, kayak pacar lo itu." ucap Bella mengejek.
PACAR LO ITU, CEWEK CUPU YANG BISANYA CARI RIBUT, SAMA ORANG TAPI DIA JUGA YANG KALAH. KALAU MAU RIBUT SIAPIN DULU MENTAL, BUKANNYA RIBUT TAPI BAWA MENTAL TEMPE. DASAR JAL------ ucapan Bella berhenti karena sebuah tamparan, mendarat di pipi mulusnya.
" Plak!"
Wajah Bella tertoleh kesamping, akibat tamparan keras dari Alex. Bella hanya memegangi pipinya yang memerah. Sedangkan semua murid yang menonton itu hanya diam.
Sementara itu, Dira yang melihat Bella di tampar hanya tersenyum sinis.
"### Gue, belum puas nampar lo, sebelum tamparan kedua mendarat di pipi lo." ucap Alex remeh.
__ADS_1
Bersambung....