Istri Kecil Milik Gengster Kejam

Istri Kecil Milik Gengster Kejam
part 5


__ADS_3

#ISTRI_KECIL_MILIK_GANGSTER_KEJAM


Part 5


Satu minggu berlalu ..., kini tepatnya hari minggu, acara pernikahan Albi dan Zara di gelar. Acaranya tidak begitu mewah karena pernikahnnya bersifat privasi. Hanya di hadiri oleh kerabat dekat, dan teman-teman dekat Albi dan Zara.


Acara akad, sudah di laksanakan satu jam yang lalu. Kini Zara telah bersetatus sebagai seorang istri, dan sebaliknya, Albi pun telah bersetatus sebagai seorang suami.


"Selamat, ya, atas pernikahan kalian berdua." ucap Mia,dan Winda.


"Papa, harap kamu bisa bertanggung jawab dan melakasanakan kewajiban kamu sebagai seorang suami." ucap Dion.


Dan hanya di balas anggukan oleh Albi.


"Papa, harap kamu bisa membimbing Zara, kejalan yang lebih baik, dan tolong jaga dia." ucap Dito, sambil menepuk bahu Albi.


"Semoga, tapi Albi, akan berusaha." Balasnya.


"Selamat, ya atas pernikahan kalian" ucap Bella dan Difa.


"Makasih," ucap Zara, sambil memeluk kedua sahabatnya.


"Selamat, Al, semoga pernikahan lo langgeng." ucap Gian.


"Thanks," balas Albi.


"Cie, udah jadi suami." goda Tio, dan Angga.


"gue, gabisa kasih apa-apa, tapi gue bakal do'ain semoga pernikahan kalian langgeng." ucap Bayu.


"Makasih, lo datang ke pernikahan gue aja, itu udah dari cukup buat gue." sahut Albi.


"Lo, kan sahabat gue." ucap Bayu.


"Woyy, Bayu, ayo sini kita makan." teriak Tio.


"Gausah, teriak-teriak juga nj*r, malu di lihatin sama orang." sahut Bayu, sambil menatap tajam Tio.

__ADS_1


"B*do, amat." ucap Tio.


___________________


Kini jam sudah menunjukan pukul 15:00, yang artinya acara pernikahan pun sudah selesai.


Kini Albi tengah berada di dalam kamar milik Zara. Ia tengah beristirahat lantaran kepalanya terasa pusing.


"Ceklek!"


Pintu terbuka, menampakan seorang gadis yang memakai baju tidur, sambil membawa baju ganti untuk Albi.


"Kak, mandi dulu sana." ucap Zara, sambil menggoyangkan bahu Albi.


Bukannya menjawab, Albi, malah menarik tangan Zara. Alhasil Zara terjatuh di samping Albi. Dan langsung saja Albi membisikan sesuatu di telinga Zara.


"Mungkin, gue nerima perjodohan ini, tapi gue gabisa nerima lo masuk kedalam kehidupan gue." ucap Albi, sambil melenggang pergi ke kamar mandi.


"Deg!"


------------


Sore ini, Zara tengah membereskan baju-bajunya, lantaran dirinya akan pindah ke rumah barunya bersama Albi.


"Udah, beres semuanya?" tanya Albi.


"Udah, Ayo." ucap Zara.


Zara berjalan menuruni anak tangga dan diikuti Albi di belakangnya, sambil membawa koper milik Zara.


"Mah, Zara, pasti bakal kangen banget sama mamah." ucap Zara, dengan mata berkaca-kaca.


"Mamah, bakalan sering-sering main kerumah kamu, jadi kamu gabakalan kangen sama mamah." ucap Mia, dengan sendu.


"Papa, cuma titip Zara, sama kamu Al." ucap Dito.


"Iya, pah," ucap Albi.

__ADS_1


"Setelah berpamitan kepada Mia dan Dito. Albi dan Zara pun pergi meninggalkan kediaman rumah Zara.


_______


Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam lamanya. Albi dan Zara pun telah sampai di halaman rumah barunya.


Rumah dengan bertingkat dua lantai dan bercat warna abu-abu.


"Ceklek!"


Pintu dibuka oleh Albi, dan nampaklah ruang tamu dengan warna abu dan putih.


"Rumahnya, bagus." ucap Zara.


"Kamarnya ada di atas." ucap Albi.


Mereka berdua pun, berjalan menaiki anak tangga,untuk menuju kamar mereka.


"Ceklek!"


"Beresin dulu barang-barang lo, setelah itu tidur." ucap Albi, datar.


"Iya," sahut Zara.


Kini jam menunjukan pukul 20:45, namun Zara masih belum menutup matanya. Udara sangat dingin, di sertai hujan sangat deras.


"Kenapa, belum tidur?" tanya Albi, sambil menghembuskan asap rokoknya.


"Gabisa, tidur." sahut Zara.


Albi, mematikan rokoknya, lalu berjalan menuju kasur dan merebahkan dirinya di samping Zara. Dan langsung saja, Albi memeluknya dengan erat.


------------------


Ceritanya, bakal bikin kalian kesel


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2