
#ISTRI_KECIL_MILIK_GANGSTER_KEJAM
Part 7
Di parkiran ....., kini Zara, Difa dan Bella, sedang berjalan menuju halte.
"Kayaknya, ngerjain tugas nya gabisa hari ini deh, karena gue mau ke rumah Nenek gue." ucap Difa.
"Iya, gapapa." ucap Zara dan Bella, bersamaan.
"Kalau gitu, gue duluan," ucap Difa, sambil melenggang pergi dari hadapan Zara dan Bella.
"Eh, Zar, kayaknya gue duluan deh, soalnya gue mau beli buku dulu." ucap Bella.
"Iya, udah sana." ucap Zara.
------
"Yah, gue pulang sama siapa dong." ucap Zara pada dirinya sendiri.
"Telpon, kak Albi, aja kali ya," ucapnya.
Baru saja Zara ingin menelpon Albi, namun matanya menangkap sosok seseorang, sedang mengendarai motor bersama seorang cewek.
"Itu, kak Albi, sama Gea." ucap Zara, dengan lirih.
"Yah, berarti gue pulang jalan kaki dong."
--------
Kini, Zara sedang berjalan kaki menuju rumahnya, lantaran uang nya tak cukup untuk membayar taxsi. Tubuhnya menggigil lantaran hujan deras.
"Pusing." lirihnya.
Zara tidak kuat untuk menahan rasa pusing di kepalanya lagi. Dirinya pingsan di tepi jalan, dengan Air hujan mengguyur tubuh mungilnya.
------
Sedangkan Albi, dirinya sedang mencari Zara, lantaran dirinya tidak menemukan Zara dirumah. Albi mencari Zara menggunakan mobil, sebab hujan sangat deras.
__ADS_1
Matanya, tidak sengaja menatap seseorang yang sedang pingsan di tepi jalan, dengan menggunakan seragam sekolah SMA Permata Indah.
"Z-zara," ucapnya pelan, sambil berlari menghampiri Zara yang tengah pingsan itu.
Albi langsung saja menggendong Zara, ala Bridal Style dan mendudukannya di samping kemudi.
-----
Kini Albi sudah sampai di kediaman rumahnya. Langsung saja dirinya membaringkan Zara di kasur dengan hati hati. Setelah membaringkan Zara, Albi langsung saja bergegas mengganti bajunya yang basah.
Setelah mengganti bajunya, Albi mengahampiri Zara yang kini tebgah menutup matanya. Dia melihat baju Zara yang basah akibat di guyur hujan.
"G-gue, harus apa, masa iga gue gantiin bajunya." ucap Albi pada dirinya sendiri.
Dengan hati-hati, Albi pun langsung mengganti pakaian Zara.
-------
Setelah mengganti pakaian Zara, kini Albi tengah duduk di sofa dengan rokok di tangannya.
"Eugh!"
"Pusing?" tanya Albi.
"I-iya, ucap Zara.
"Kalau gitu minum obat dulu, setelah itu tidur." ucap Albi.
Dan hanya di balas anggukan oleh Zara.
Setelah meminum obatnya, Zara kembali merebahkan dirinya di kasur.
"Gue, pergi dulu." ucap Albi, sambil memakai jaketnya.
"Mau kemana?" tanya Zara.
"Rumah Gea, dia sendirian di rumahnya." ucap Albi, dan langsung melenggang pergi.
Sepeninggalnya Albi ....
__ADS_1
Zara kini tengah melamun sambil menyeka air matanya yang terus mengalir.
"Gea, berarti banget ya buat kak Albi." ucapnya lirih.
"Huek! Huek!
Karena mual, Zara langsung saja berjalan dengan sempoyongan ke arah wastapel. Dia memuntahkan Darah dari m*lutnya. Saking banyaknya darah yang keluar hingga mengenai bajunya.
"D-darah," ucapnya lirih.
Zara langsung saja mencuci m*lutnya hingga bersih. Setelah merasa bersih, Zara langsung saja keluar dari kamar mandi.
Dia, melihat bajunya yang terkena darah.
"Siapa, yang gantiin baju gue." ucapnya.
"Apa, kak Albi?"
Tapi dia ga mungkin gantiin baju gue, nganggap gue aja enggak.
"Terus, siapa dong?" ucapnya.
Karena tak mau pusing, dengan memikirkan siapa yang mengganti bajunya. Zara langsung saja merebahkan dirinya dan tertidur pulas.
------
"Ge, karena orang tua lo udah balik, kalau gitu gue pamit pulang." ucap Albi pada Gea.
"Emm, iya, makasih ya udah mau nemenin gue." ucap Gea.
"Iya," ucap Albi, dan langsung saja pergi dari rumah
Gea.
------
22:13, Albi baru saja sampai di rumahnya. Dia melihat baju Zara yang berbeda dari sebelumnya. " Apa dia ganti baju?"
Bersambung.....
__ADS_1