
Keesokan harinya.
Rima sudah berada di kantor bersama rekan-rekan kerjanya. Mereka mengenakan pakaian yang jauh lebih bagus dari biasanya. Hari ini kantor mereka mengadakan acara penting yang mewajibkan semua pegawainya datang dan berpenampilan bagus.
“Gue dengar Pak Rangga mengundurkan diri sebagai CEO di perusahaan ini,” ucap Keyla.
“Terus siapa yang menggantikan posisinya?” tanya Rima dengan perasaan tidak enak.
“Anak semata wayangnya dan katanya, dia ganteng banget. Mirip sama aktor-aktor dari luar negeri,” jawab Keyla.
“Apa? Anaknya?” Spontan Rima berteriak, Rima terkejut setengah mati setelah mengetahui Angga akan menggantikan posisi Ayahnya sebagai CEO di perusahaan ini.
“Santai saja kali, dia juga enggak bakal tertarik sama lu. Dia pasti tertarik sama gue secara gue paling cantik di perusahaan ini,” ucap Keyla seraya mengibaskan rambut.
“Hehehe, iya. Dia mana mungkin tertarik sama perempuan jelek kayak gue,” sahut Rima sembari tersenyum seringai.
Rima mencoba bersikap tenang, Rima tidak ingin rekan-rekan kerjanya tahu jika dirinya pernah berkencan dengan calon CEO baru di perusahaannya. Sekalipun Rima bercerita pasti tidak ada yang percaya, apalagi Keyla yang menganggap dirinya paling sempurna.
“Mobil Pak Rangga tiba,” teriak salah satu satpam yang menjaga pintu utama.
Seluruh para pegawai bersiap untuk menyambut kedatangan keluarga besar Wijaya sekaligus CEO baru mereka.
Rima mencoba menutupi kegelisahannya dan memperbaiki mimik muka. Rima yakin Angga pasti tidak mengenali wajahnya karena saat itu ia memakai riasan tebal dan sekarang, Rima sengaja tidak memakai riasan apapun.
...*******...
Angga keluar dari dalam mobil bersama keluarga besarnya. Keluarga Wijaya terlihat begitu elegan terlebih Angga, Galang, Rangga dan Kakeknya menggunakan jas serupa serta Ibunda Angga yang menjadi wanita satu-satunya di keluarga Wijaya terlihat sangat cantik dengan perhiasan mencolok.
Keluarga Wijaya memasuki pintu utama secara berurutan. Angga berada di samping Galang dan Angga melangkahkan kakinya dengan ogah-ogahan, sebenarnya Angga malas menghadiri acara ini. Namun, acara ini adalah permintaan dari Kakeknya dan Angga tidak mungkin menolak sumber uangnya.
“Itu mereka, keren sekali ya. Keluarga mereka terlihat sangat harmonis,” teriak salah satu pegawai saat melihat keluarga Wijaya.
Sontak Rima menatap ke pintu utama, Rima melihat Angga sedang berjalan melewati satu-persatu pegawai di dekat pintu dan sebentar lagi Angga akan melewati dirinya.
“Ya Allah, hamba belum siap menjadi pengangguran. Adik-adik hamba masih membutuhkan uang untuk biaya sekolahnya.” Rima berdoa seraya memejamkan kedua matanya, Rima berharap Allah membuatnya tidak kelihatan di mata Angga. Namun, sikap Rima yang sangat dramatis membuat pandangan Angga tertuju padanya.
“Sepertinya wanita itu tidak asing untukku,” batin Angga.
__ADS_1
Angga mencoba mengingat siapa wanita tersebut dan seketika Angga melontarkan senyuman saat mengetahui bahwa wanita itu adalah wanita yang telah menipu dirinya.
“Oh jadi dia bekerja di sini, pasti dia ketakutan karena mau bertemu gue. Lihat saja lu nggak akan bisa kabur dari gue,” ucap Angga.
Angga mempercepat langkah kakinya dan dengan sengaja Angga berhenti tepat di hadapan Rima. Angga berpura-pura ingin memperkenalkan namanya supaya Rima semakin ketakutan saat melihatnya.
“Halo semua, perkenalkan nama saya adalah Angga Putra Wijaya. Saya adalah anak tunggal dari keluarga Wijaya dan laki-laki ini adalah sepupu saya,” ucap Angga seraya menunjuk Galang yang berdiri di sampingnya.
“Halo, nama saya adalah Galang Sanjaya. Salam kenal semua,” sapa Galang kepada seluruh pegawai di perusahaan tersebut.
“Halo, ganteng. Kalau aku boleh tahu, kalian berdua sudah punya pacar atau belum?” tanya Keyla dengan suara sok imut.
“Saya belum, sedangkan Angga ....” Galang melirik Angga dan menyuruh Angga menjawab pertanyaan Keyla.
“Saya sudah punya calon istri,” jawab Angga.
Sontak Rima terkejut, Rima menatap Angga dengan mata terbelalak. Rima tidak menyangka ada wanita yang bersedia menjadi istri kontrak, bahkan dengan waktu sesingkat itu terdengar sedikit mustahil.
“Cepat banget dia mendapatkan calon istri kontrak, mungkin dia mencarinya di situs biro jodoh tapi biarin sajalah. Dia jadi enggak ganggu aku dan Dinda,” batin Rima.
Rima menghela napas lega dan perlahan Rima tersenyum seraya memandang Angga, Rima mengira Angga tidak mengenali dirinya dan Angga juga sudah mendapat wanita untuk dijadikan sebagai istri kontraknya.
Angga melontarkan tatapan sinis kepada Rima. Baru kali ini Angga bertemu dengan wanita seperti Rima, sebelumnya tidak ada orang yang berani mempermainkan dirinya apalagi sampai membuatnya mengemis di hadapan banyak orang sewaktu di restoran.
“Saya akan mengumumkan bahwa mulai hari ini saya resmi mengundurkan diri sebagai CEO di perusahaan ini dan posisi saya akan digantikan oleh putra saya yang bernama Angga Putra Wijaya,” ungkap Rangga.
Seluruh para pegawai bertepuk tangan. Mereka merayakan acara itu dengan makan bersama. Rima menyantap makanannya seraya mengobrol bersama rekan-rekannya, sedangkan Angga masih memantau gerak-gerik Rima dari kejauhan.
“Lu kenapa ngeliatin wanita itu terus sih? Apa karena dia mirip sama Natasha?” tanya Galang membuat Angga menatapnya.
“Gue memantau dia karena dia adalah incaran gue,” jawab Angga.
“Incaran apa? Lu mau jadiin dia pacar baru?” tanya Galang penasaran.
“Gue mau menjadikan dia sebagai istri gue,” jawab Angga
Uhuk!
__ADS_1
Uhuk!
Galang tersedak, Galang terkejut setelah mendengar jawaban Angga. Angga yang selama ini selalu menolak dijodohkan dan setia dengan Natasha, tiba-tiba mau menikahi wanita yang berstatus sebagai pegawainya.
“Lu serius?” tanya Galang tidak percaya dengan jawaban Angga.
“Gue bakal menjadikan dia sebagai istri tapi hanya setahun saja,” jawab Angga.
“Nggak waras, itu namanya lu permainkan perasaan dia. Kalau dia jatuh cinta dan hamil anak lu gimana? Kasihan,” celetuk Galang.
“Biarin saja, itu masalah dia. Siapa suruh baperan,” sahut Angga.
Angga menyantap makanannya seraya memikirkan ide untuk membuat Rima mau bersedia menjadi istri kontraknya.
Angga terburu-buru mencari istri kontrak bukan tanpa alasan, Angga melakukannya sebelum Luna—wanita yang dijodohkan oleh Kakeknya datang ke Indonesia.
Angga tidak sudi menikahi wanita yang menjadi dalang dari kematian kekasihnya, tetapi hingga detik ini Angga belum berhasil menemukan bukti kejahatan Luna.
...*****...
Rima dan pegawai-pegawai lain sedang membicarakan Angga diam-diam. Mereka penasaran dengan sosok wanita yang berhasil menaklukkan hati Angga.
“Menurut kalian, siapa wanita yang menjadi calon istri Pak Angga?” tanya Keyla kepada rekan-rekan kerjanya.
“Yang jelas bukan lu,” sahut mereka kompak.
“Ih, apaan sih. Gue bisa merebut Pak Angga dari calon istrinya,” ucap Keyla.
“Di rumah lu ada kaca enggak? Status sosial lu sama Pak Angga saja berbeda dan Pak Angga enggak mau sama perempuan berbeda derajat. Dia mencari partner kencan saja yang setara,” ungkap Rima.
“Kok lu tahu banget? Apa lu kenal sama calon istrinya?” tanya rekan-rekannya.
“Pak Angga pernah berkencan sama sahabat gue, namanya Adinda Kartawiharja. Dinda adalah putri semata wayang dari keluarga Kartawiharja,” jawab Rima.
Rima menyeruput es miliknya, lalu Rima bersandar di kursi dengan santai. Rima menceritakan tentang kencannya kepada rekan-rekan kerjanya, tetapi Rima menggunakan Dinda sebagai tokohnya.
“Keren juga sih, tapi kok Dinda enggak mau sama Pak Angga?” tanya Aris—pegawai yang berstatus sebagai Office Boy.
__ADS_1
“Memang bego si Dinda, laki-laki sekaya dan setampan Pak Angga ditolak. Entah apa yang ada dipikirannya,” jawab Rima.
Rima dan pegawai-pegawai itu sibuk mengobrol karena hari ini mereka dibebaskan dari pekerjaan kantor yang menumpuk dan setelah acara ini para pegawai diizinkan untuk kembali ke rumahnya masing-masing.