Istri Pemuas Nafsu Sang Ceo

Istri Pemuas Nafsu Sang Ceo
minta kepastian


__ADS_3

"kamu yakin mau kerja, ya?"


"iya yu, aku nggak bisa minta libur terus"


"ya udah, kamu nanti berangkatnya hati-hati, aku pulang dulu, assalamualaikum"


"waalaikumsallam" Praya masuk siang, jadi ia tidak bisa ikut bersama ayu. Praya bereskan rumahnya dulu yang sudah seperti kapal pecah, piring kotor sudah ayu Cuci sebelum pulang tadi, padahal Praya sudah melarangnya, tadi saja ayu juga ingin membersihkan barang-barang Praya yang berhamburan kesana kemari, belum lagi sampah yang berserakan.


praya kumpulkan sampah menjadi satu, ia bawa sampah itu untuk di buang ke pembuangan sampah di depan rumahnya


Praya sedikit heran pasalnya di dalam bak sampah itu ada keranjang buah juga plastik yang berisi jajanan.


"siapa yang buang, perasaan tadi sore nggak ada" Praya melirik jalan di sekitar tempat tinggalnya, ini masih terlalu pagi untuk Seseorang lewat atau sengaja membuang sampah, Praya angkat keranjang buah itu karena penasaran. di sana ada kartu ucapannya


*" jangan bandel kalau nggak mau sakit, jaga kesehatan, maaf, saya nggak maksud bikin kamu nangis, saya kesal aja, maaf ya Istriku yang cantik. buahnya di makan ya, ada jajanan kesukaan kamu Juga, ada susu juga" hati Praya terenyuh, ternyata Suaminya menyiapkan semua ini untuknya, tapi karena kecewa Bara membuang semua itu.


"maaf ya mas" Praya ambil keranjang buah dan jajanan itu, ia bawa masuk ke dalam rumahnya. Praya benar-benar merasa bersalah pada suaminya.


....


setelah beristirahat sebentar, Praya bersiap untuk berangkat kerja, Alhamdulillah keadaannya sudah jauh lebih baik dari dua hari yang lalu.


Praya bergegas berangkat. sesampainya di ruang cs, Praya tersentak kaget saat tiba-tiba Seseorang menamparnya, Praya diam sesaat karena terlalu terkejut. diangkatnya wajah nya untuk melihat siapa pelaku yang menamparnya


"mbak Mega" di depannya sudah berdiri Mbak Mega dengan beberapa cs lainnnya


"mbak apa-apaan sih, saya baru datang sudah main tangan aja" Praya membentak, jelas ia tidak terima dengan kelakuan atasannya itu. tangannya memegangi pipi kirinya yang perih akibat tamparan mbak Mega.


"KAMU YANG APA-APAAN, KAMU SADAR NGGAK SIH APA POSISI KAMU DI SINI, KAMU ITU HANYALAH CLEANING SERVICE PRAYA! NGGAK LEBIH, PRAYA. KENAPA SEENAKNYA BERTINGKAH, PULANG GITU AJA, APA KAMU TAU, SAYA UANG HARUS MENYELESAIKAN SEMUA PERKERJAAN KAMU, PRAYA" mbak Mega sampai tersengal-sengal karena marah


"Saya sudah di ijinkan sama bos!" Bentak Praya tidak kalah tinggi.


"akhhh" kepala Praya mendongak saat mbak Mega menarik rambutnya, Praya cengkram pergelangan tangan mbak Mega untuk menahan tarikan yang wanita 40 tahun itu lakukan.


"lepas mbak" Mbak Mega tertawa terbahak-bahak, ia tidak habis pikir dengan ucapan Praya, mana mbak Mega percaya begitu saja.


"kamu gila, Praya. kamu siapa wooyy, kamu itu cuman cleaning servis nggak berguna, sejak kapan bapak Bara peduli sama cleaning service rendahan seperti kamu, hah!"

__ADS_1


"Lepas!" Mbak Mega tersentak dengan suara bariton Berat yang ia kenal siapa pemiliknya, perlahan mbak Mega melepaskan cengkramanya.


"mas bara" ucap Praya dalam hati.


bara menatap dingin pada mbak Mega.


"siapa yang memberi ijin untuk menyakiti pekerja saya"


"maa--maf pak, ta--tapi ini si praya...." mbak Mega kesulitan melanjutkan ucapannya, ia takut melihat tatapan mengintimidasi Bara.


"saya yang sudah memberi ijin padanya, sekali lagi saya lihat anda menyakiti dia ataupun yang lain, saya tak segan memecat anda dari perusahaan saya" Mbak Mega tertunduk takut.


" ma--aaf pak"


"dan kamu" Bara menatap Praya.


"buatkan saya kopi, saya tunggu secepatnya"


sepeninggal bara, mbak Mega melampiaskan kekesalannya dengan benda-benda yang ada di sana, sapu, pel, ember, semua di lempar ke sembarang arah. Mbak Mega mengacak pinggangnya, ia benar-benar emosi sekarang.


"awas aja kamu Praya, saya akan membalasnya"


"kopinya mas" ucap Praya, Beranjak menatap wajah suaminya.


"kunci pintunya dan duduk di sebelah saya" Praya tidak membatah, wajah suaminya benar-benar tidak bersahabat. setelah mengunci pintu, Praya duduk tepat di samping bara. Praya sedikit tersentak, saat bara tiba-tiba tidur dengan menjadikan pahanya sebagai bantal, Tangan bara di atas perut terlipat, matanya terpejam.


"kamu sering di kasari kaya gitu?"


"nggak juga"


"jangan bohong "


"mbak Mega emang tegas,mas. dan itu Kali pertama aku di Jambak "


"kenapa nggak pernah cerita sama saya?" Praya meletakkan jari jarinya di wajah Bara, di elusnya rahang tegas itu dengan senyuman mengembang


"kamu khawatir aku di kasarin mereka, mas"

__ADS_1


"nggak, saya hanya tidak ingin mereka melakukan hal semena-mena sama orang yang bekerja di perusahaan saya" bibir yang tadi terangkat membentuk senyum berubah menjadi melengkung ke bawah.


"emm, iyaa deh, si paling nggak tega" bara merubah posisinya menjadi menyamping, di peluknya Praya dan wajahnya tepat menempel di perut rata sang istri. Bara meraih tangan Praya dan meletakkannya di atas kepalanya.


"pengen di elus?" bara mengangguk samar.


"banyak kerjaan ya, mas?"


"em, selalu banyak kerjaan"


"akkh, mas! tangan mu ini jangan nakal deh" bara menyinggung kan senyum, Praya mana bisa melihat senyum jahil itu, Bara tidak menurut, ia kembali mengusap-usap punggung Praya dengan tangan besarnya.


"mas, please deh"


"masih datang bulan?"


"em"


"lama banget sih, di sedot bisa nggak sih biar cepat habis"


"di kuras aja mas sekalian" kesal Praya menimpali ucapan konyol suaminya, bara justru tertawa,baru kali ini Praya mendengar suara tawa garing Suaminya.


"emang bisa?"


"ya kamu pikir lah sendiri, emang bisa gitu" Bara diam menikmati usapan lembut Praya, sesekali Praya juga menyusur rambut hitam legam Bara dengan jari-jari lentiknya.


"mas tidur?"


"nggak, kenapa?"


"sampai kapan aku di sembunyiin kaya gini, mas?" bara membuka Matanya setelah mendengar ucapan Praya


"kamu ngomong apa sih"


"mas pasti ngerti lah maksut ku apa, apa aku terus jadi istri yang tersembunyi, atau mas akan melepaskan aku suatu hari nanti, atau justru kau yang minta untuk mas melepaskan aku, karena jujur aku nggak bisa kaya gini terus" wajah Praya berubah serius, Bara pun tertegun dengan pertanyaan sang istri, suasana yang tadi hangat berubah jadi tegang.


"sa--saya nggak bisa kasih kepastian ke kamu Praya, kamu tau sendiri niat saya menikah kamu untuk apa"

__ADS_1


"untuk memuaskan nafsu, mas. iya kan?" kedua suami istri itu saling pandang.


"kalau gitu, nanti saat aku lelah dengan semuanya, saat aku menyerah untuk mendapat cinta kamu, maka aku akan Minta kamu untuk menceraikan aku, mas" Praya berucap Serius


__ADS_2