Istri Pemuas Nafsu Sang Ceo

Istri Pemuas Nafsu Sang Ceo
ibu Farah


__ADS_3

Praya lanjutkan lagi ceritanya, Farah pun di buat iba dengan kisah hidup Praya.


"saya hanya di jadikan istri pemuas nafsu saja bu, saya tidak pernah di anggap ada, saya bahkan di paksa untuk meminum pil yang membuat saya tidak bisa hamil, beliau tidak ingin saya hamil anak beliau Bu, saat menerima beliau, saya berpikir pasti bisa membuat beliau mencintai Saya, saya tidak butuh harta, saya tidak butuh uang, saya hanya butuh sosok beliau yanga sudah saya anggap seperti orang tua" semakin deras air mata Praya yang turun, Praya gosok-gosok kukunya untuk menyalurkan rasa sesak yang semakin menyiksa.


Praya menoleh menatap Farah, Farah menatap Praya begitu iba.


"saya tidak gunakan sepeserpun uang yang beliau kasih untuk membayar tubuh saya, bu. setiap kami selesai berhubungan, saya di perlakukan layaknya wanita penghibur yang baru saja selesai melayani beliau, beliau lemparkan uang berjuta-juta di hadapannya saya sebagai bayaran" mati-matian Praya menahan getaran hebat dari suaranya.


"anak saya tidak pernah ia inginkan Bu, beliau meminta saya untuk mengugurkan nya, beliau tidak ingin seorang anak dari perempuan miskin yang tidak berpendidikan seperti saya" Farah tidak kuat menahan air Matanya, di tariknya wanita muda itu masukkan kedalam pelukannya.


"sudah, nggak usah di teruskan Praya, sudah cukup semuanya, sekarang... kamu punya saya, kamu bisa anggap saya seperti orang tua kamu sendiri, Praya " Praya membalas pelukan Farah, air Matanya tumpah di dalam pelukan Farah, Farah hanyalah orang asing untuknya, tapi pelukan Farah begitu hangatnya dan menenangkan sekali, baru kali ini Praya bisa rasakan pelukan seorang ibu.


Praya masih terus lanjutkan ceritanya, ia yang selama ini menahan Semuanya sendiri, kini tumpah di hadapan Farah, Praya seperti temukan tempat untuk bercerita selain Tuhan yang maha esa.


"saya di rendahkan serendah-rendahnya, saya di anggap wanita murahan yang menjual diri demi uang, saya yang salah, saya terlalu naif, saya bodoh, saya di butakan oleh cinta, padahal dari awal, beliau sudah katakan maksut dan tujuannya menikah saya Bu. tapi saat saya di paksa untuk mengugurkan bayi saya, di sanalah saya sadar, saya memilih untuk berpisah dan mengakhiri semuanya, saya lebih memilih kehilangan cinta saya, dari pada hidup saya. sekarang, hanya anak ini yang saya punya di dunia Bu " keduanya diam, mereka hanya terus saling berpelukan, tidak ada lagi cerita lanjutan dari Praya, Farah pun memilih untuk diam, tidak ada pertanyaan lagi, hatinya pun ikut teriris mendengar cerita menyedihkan dari Praya, Wanita muda yang Harus menanggung kerasnya hidup seorang diri.


....

__ADS_1


keadaan sudah jauh lebih tenang, Praya menyesap teh Hijau buatan Farah, teh hijau yang membuatnya lebih tenang, sungguh, aroma dari teh hijau itu benar-benar mampu menenangkan hatinya.


"makasih Bu" Farah mengangguk kecil.


"sekarang, kamu punya saya, kamu bisa anggap saya sebagai orang tua kamu, jangan ragu untuk bercerita masalah kamu dengan saya, Praya" Praya mengangguk kecil, sungguh nyaman pelukan dari Farah, Praya bisa rasakan pelukan tulus dari seorang ibu dari majikannya yang baik hati.


perlahan, Farah melonggarkan pelukannya, wajah teduh Wanita itu pun sungguh menenangkan hati Praya.


"makasih ya buk, ibu baik banget " Farah mengelus lembut sisi kepala Praya.


"sejak awal kamu datang kerumah saya, saya sudah menganggap kamu seperti anak saya yang hilang 20 tahun yang lalu, kamu perempuan ceria yang membuat hidup saya dan suami saya kembali berwarna, Praya"


....


"saya jadi ngerasa bersalah sma kamu Praya " Praya menggenggam tangan bi inah, beliau merasa bersalah karena sudah curiga dan melaporkan kecurigaannya itu ke Majikan mereka.


"nggak sama sekali Bu, justru saya sekarang lega banget, ibuk Farah sudah tau keadaan saya, beliau masyaallah, baik Banget Bi"

__ADS_1


"beliau sekeluarga baik banget Praya, saya sudah kerja di sana sejak ibu mengandung putri bungsunya, beliau keluarga yang harmonis, bahagia dan ceria, hidup keliarga mereka sempurna, sampai hari di mana anak mereka yang bungsu dinyatakan hilang, semua kebahagiaan mereka runtuh seketika, jarang sekali saya lihat ibu atau bapak tertawa, di tambah dengan putri sulung mereka yang mengalami kecelakaan beberapa tahun yang lalu, keluarga mereka seperti kehilangan semangatnya Praya " Praya sadar, bukan hanya dia saja yang di uji, orang-orang kaya seperti Farah pun di uji, tapi dneg cara yang berbeda.


"Praya"


"iya bi "


"kamu sudah beli-beli persediaan untuk lahiran" Praya menggeleng, ia menunduk dan mengusap perutnya.


"belum buk, uangnya saya tabung untuk biyaya lahiran nanti, baru lima bulan juga Bu" BI Inah merubah posisinya menjadi miring menghadap Praya.


"Praya "


"iya bi"


"saya punya baju-baju sama perlengkapan bayi di rumah, bukan baru sih, tapi masih layak banget, kalau kamu mau, nanti saya bawakan" wajah bahagia tidak bisa Praya sembunyikan, mana bisa ia menolak rejeki untuk anaknya.


"ya Allah Bu, saya mau Banget Bu, mau banget malahan " ucap Praya begitu antusias.

__ADS_1


"ya udah, nanti kalau sudah sembilan bulan, baru ibu kasih ke kamu ya" Praya kembali mengangguk.


"makas yang buk"


__ADS_2