Istri Pemuas Nafsu Sang Ceo

Istri Pemuas Nafsu Sang Ceo
talak


__ADS_3

*"mas, kalau ada waktu bisa ketemu bentar, ada yang mau aku omongin"


"saya kesana besok pagi"


"makasih mas* pesan yang Praya kirimkan terus Bara pandangi, ada yang berbeda dari wanita itu, tidak seperti Praya yang ia kenal, sudah dua Minggu setelah kejadian di rumah Praya, tidak pernah sekalipun Bara menjenguk Praya.


Dista sang istri sedang memperlihatkan perkembangan pesat, Dista perlahan mulai belajar berjalan menggunakan tongkat, bara tidak ingin melewatkan satu hari saja dengan Dista. tanpa bara tau , seorang wanita muda yang berstatus sebagai istrinya juga, harus menahan hasratnya untuk tidak membeli apa yang di inginkan oleh janin di perutnya. Praya tidak ada uang, ia harus berhemat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di tempat yang baru nanti.


di rumah, Praya membuat bolu kukus yang begitu ia dambakan sejak kemarin, harga Bulo yang di inginkan Praya begitu mahal, Praya lebih memilih membuat sendiri di rumah ketimbang beli.


"anak mama mau makan bolu, ya? iya? tunggu sebentar ya sayang, mama lagi buatin" Praya tuangkan adonan ke dalam cetakan, ada sekitar 10 cetakan yang terisi, Praya susun cetakan itu ke dalam panci yang airnya sudah mendidih.


sambil menunggu Kuenya Mateng, Praya lanjutkan dengan memeras santan dari kelapa parut yang tadi ia beli di pasar, Praya ingin membuat sayur ikan santan, Praya sebenarnya tidak terlalu pandai memasak, ia baru saja belajar memasak dari menonton video YouTube, semoga hasilnya tidak mengecewakan.


semua bumbu juga bahan-bahan membuat sayur ikan santan sudah siap, tinggal menunggu kue bolu nya Mateng, barulah Praya bisa memasak sayurnya, karena Praya hanya punya satu kompor juga satu panci yang sekarang ia gunakan, semua benda-benda itupun sudah Praya jual, besok ia akan pergi dari rumah ini, Tampa membawa apapun kecuali pakaian.


....


Praya masukkan lima bolu kukus kedalam wadah, bolu itu ia simpan untuk di jadikan bekalnya, sedangkan sisanya akan Praya makan sendiri.


Praya begitu menikmati masakan buatannya, sangat jarang Praya memasak, ia lebih suka membeli karena lebih simpel, tapi mulai dari sekarang, Praya harus lebih berhemat lagi, dan harus lebih banyak belajar memasak lagi.


"Alhamdulillah" ucap Praya begitu bersyukur, ia usap-usap perutnya yang masih rata itu, akhirnya ngidamnya terpenuhi juga, walaupun Praya harus bersusah-susah dulu.


"gimana nak, enak nggak masakan mamah" Praya menyunggingkan senyum dengan kepala bersandar di dinding.


"nak, suatu hari nanti, kamu jangan cari papa ya nak, kamu cuman punya mama di dunia ini, tapi mama janji akan sayangi kamu nak, mama akan berusaha menjadi mama sekaligus papa buat kamu, sayang"

__ADS_1


tiba-tiba saja air mata Praya menetes, ia merasakan Sesak di dadanya, terlalu sakit jika mengingat semua yang bara lakukan padanya dan anak mereka, bara tidak pernah mengakui anaknya, Bahkan dengan tega meminta Praya untuk mengugurkan nya, bara juga tidak peduli saat Praya memohon untuk di tolong, Praya benar-benar kecewa dan memilih menyerah.


"aku sayang kamu, mas, aku cinta sama kamu, aku tulus sama kamu, aku selalu berusaha menjadi istri yang baik, tidak pernah menuntut apapun, tidak pernah meminta apapun, aku juga tidak pernah memaksakan cinta ku padamu"


"dan sekarang aku sadar, sampai kapanpun, kamu nggak akan pernah menjadi suami ku"


....


pagi-pagi sekali Praya sudah bersiap, pakainya sudah rapi, Praya gunakan baju yang agak tertutup, dengan selendang hitam yang akan Praya gunakan sebagai penutup kepala, satu tas besar berisi pakaian pun sudah ada di depan pintu, satu tas kecil juga sudah ada di sana.


Praya sekarang sedang menunggu bara, ia ingin berpamitan baik-baik dengan bara, Praya tidak bisa ajukan gugatan perceraian, Praya tidak punya uang untuk mengurus semuanya, ia serahkan semuanya pada Bara.


mendengar bunyi mobil yang mulai mendekat, Praya bergegas membuka pintu, Praya dapat melihat bara yang turun dari mobilnya dengan pakaian yang sudah rapi siap untuk kekantor, Praya tersenyum menyambut suaminya, biasanya Praya akan berlari kegirangan jika pria itu datang, walaupun bara selalu saja memberikan respon penolakan saat Praya memeluknya.


Praya raih tangan bara untuk di cium dengan takzim punggung tangannya.


"mau kemana kamu" Praya tidak menjawab, ia persilahkan bara masuk.


"masuk dulu, mas"


Praya menuju meja kompor, ia bawa nampan berisikan teh hangat juga kue kukus buatannya untuk Bara.


"mau ngomong apa, cepat, saya buru-buru"


"di minum dulu mas"


"saya nggak punya waktu untuk minum teh murahan ini" tertohok hati kecil Praya, Praya berusaha tetap menampakkan senyumannya.

__ADS_1


"apa kamu sudah menggugurkan anak itu"


"anak kita meninggal mas, waktu itu anak kita tidak bisa di selamatkan"


"syukurlah" Praya remas dress merah muda yang ia kenakan, Praya tidak tau lagi harus menggambarkan bara pria seperti apa, bisa-bisanya bara mengucap rasa syukur atas kebohongan yang Praya katakan, sepertinya Praya benar-benar salah dalam menilai sosok Bara.


"cepat, mau ngomong apa" Praya hirup dulu udara


"mas, aku mau kita bercerai, aku mau pisah dan mengakhiri hubungan kita" bara memberikan tatapan tajam pada Praya.


"apa alasan kamu meminta cerai, Praya"


"aku sudah tidak mencintai kamu lagi mas, aku ingin berhenti menjadi istri pemuas nafsu kamu, seperti perjanjian yang kita buat sebelum menikah, jika aku berhak berhenti menjadi istri pemuas nafsu kamu, kapan pun aku memilih untuk menyerah" ucap Praya lantang, tidak ada bibir yang bergetar walaupun hatinya begitu sakit, Praya tidak pernah menginginkan perpisahan, Praya ingin hidup terus bersama bara, tapi pria itu yang tidak ingin.


"Baiklah, bismillahirrahmanirrahim saya, Bara Argantara, Hari ini, menjatuhkan talak pada mu Praya, mulai hati ini, kita tidak ada hubungan apapun lagi"


"sekarang kita sudah bukan lagi suami istri di mata agama, saya akan urus segera perceraian kita"


Ucap bara lantang, tidak ada satupun kalimat yang terucap lagi, ia bahkan tidak alihkan pandangannya dari Praya, setelah berucap hal itu, Bara langsung berdiri berniat pergi.


"mas tunggu " terdengar sekali getaran suara Praya yang menahan tangisannya, bara berhenti di depan pintu, Praya raih buku tabungan dari atas meja.


Praya berdiri tepat di depan Bara.


"mas, ini semua, uang yang kamu kasih selama tujuh bulan kita menikah, semua uang yang selalu kamu lempar ke wajahku setiap kita selesai berhubungan, aku masukkan ke dalam buku tabungan itu, serupiah pun aku tidak pernah menggunakannya, uang itu adalah bayaran atas harga dari tubuh ku. mas, aku ini istri mu, seluruh tubuh ku adalah hak mu, kamu tidak perlu membayarnya, aku ikhlas dan ridho memberikannya pada suamiku, dan sekarang aku kembalikan, insyaallah jumlahnya masih sama, 275 juta, tidak kurang " Bara sekilas menatap buku rekening itu, kemudian ia menatap mantan istrinya, Bara tidak katakan apapun, ia pergi dari sana.


"mas" Praya mengejar, buku rekening itu Praya lempar masuk ke dalam mobil Bara, setelah mobil Bara hilang dari jangkauan Praya, barulah wanita itu ambruk, ia tutup wajahnya dengan kedua tangannya, Praya menangis histeris akan kenyataan pahit dalam hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2