Istri Pemuas Nafsu Sang Ceo

Istri Pemuas Nafsu Sang Ceo
Eskrim


__ADS_3

"iya bentar" Baru aja Praya ingin beristirahat tapi tamu tak di undang menggagalkan niatnya itu. Praya memasang hoddy sebelum membukakan pintu, karena sekarang ia hanya mengenakan tentop dengan celana pendek, Praya juga memasang celana tidur nya.


Praya semakin di buat malas setelah mengintip dari balik jendelanya ternyata yang datang bara.


"aghh, Kenapa harus sekarang sih, gue capek, gue nggak bisa nurunin nafsunya, gue cakep" Praya berdiri lama di balik pintunya enggan membukakan bara pintu, jujur ia begitu Lelah, apa lagi ia tau kedatangan Bara hanya ingin Tidur dengan Nya.


ponsel di atas kasurnya berderingg, saat Praya liat ternyata benar itu dari bara.


"iya mas"


"saya di luar, cepat buka pintunya Praya" Praya bisa rasakan kekesalan pria itu.


"iya iya" dengan wajah tertekuk, Praya membukakan pintu untuk bara.


"lama banget sih" kesal bara.


"maaf mas, tadi akunya ketiduran" Praya persilahkan bara untuk masuk, pria itu membuka jas Nya.


"saya mandi dulu"


"sudah bisa di tebak, bisa nggak sih kesini tujuannya jangan cuman itu, aku tuh butuh kamu jadi suami aku mas" monolog Praya.


Praya siapkan baju kaos yang sudah bara bawa di dalam paper bag nya. ada dua paperbag, yang satu baju ganti pria itu, yang satu lagi berisi makanan.


"Pasti untuk istri tercintanya, kenapa harus di bawa masuk ke rumah sih, kan bisa di taruh di mobil aja" omel Praya, ia singkirkan paper bag yang berisi makanan, takut mendapatkan Omelan lagi dari bara, Praya melepaskan hoddy nya karena panas. Praya tidak menawarkan minum atau makanan pada bara, ia tidak ingin suaminya itu kembali menghinanya seperti pertama kali bara mengunjungi rumah nya.


Praya Duduk bersandar di atas kasurnya sambil memainkan ponsel, bara yang baru saja selesai mandi masih berusaha mengeingkan rambutnya.


"kamu belum siap juga Praya" Praya mengangkat kepalanya menatap bara, ingin protes tapi tidak bisa, mungkinkah lain kali Praya akan menolak, Praya dengan wajah masamnya membuka celana tidur yang ia gunakan.


"apaan sih, tinggal di buka juga" omel Praya dalam hati, wanita itu duduk bersila di atas kasurnya, bara menatap nya bingung begitu juga dengan Praya, biasanya Pria itu langsung menyerangnya tapi ini hanya menatap dengan ekspresi penuh tanya.


"mas, kenapa?"


"kamu yang Kenapa?"


"kenapa apanya sih mas, aku sudah siap" bara memutar matanya jengah.


"pakai pakaian mu, mau saya telan hidup-hidup kamu Praya!" bulu kuduk Praya berdigik ngeri, intonasi suara bara berubah dingin.


"katanya di suruh siap-siap, aku loh sudah siap"


"saya mau makan Praya, saya mau makan nasi bukan makan kamu" cepat-cepat Praya memasang kembali baju tidurnya.


"mas, aku nggak Masak, nggak ada juga yang bisa di makan, mending kamu cari makan di luar aja sana"

__ADS_1


"mana paper bag saya yang satu lagi "


"tuh" tunjuk Praya dengan dagunya.


Praya duduk bersila di depan Praya, isi paperbag bara keluarkan semua isi dari paperbag nya, termasuk eskrim yang hampir meleleh.


"nih" bara menyodorkan eskrim corn rasa coklat pada Praya, Praya menatap bergantian eskrim dengan wajah bara.


"ambil, ini buat kamu, anggap aja sebagai permintaan maaf saya karena tadi buat kamu marah"


"buat aku mas?"


"iyaa, buat kamu" sungguh Praya sangat terharu, padahal bara hanya memberinya eskrim, tapi pria itu memberinya dengan ikhlas.


"makasih mas"


"em, kamu simpan dulu eskrim nya, kita makan nasi dulu"


"yang ada meleleh mas!" Praya mulai membuka kertas pembungkus es krimnya.


"masukin dalam kulkas, Praya!"


"nggak ada kulkas di rumah Ku mas" bara telusuri pandangannya keseluruhan bangunan persegi itu, benar tidak ada kulkas, hanya ada kasur kecil, lemari maju, kipas angin dan meja, itu saja isi dari kamar kecil yang Praya sewa.


"kamu sudah saya kasih uang, pakai uang itu untuk beli kulkas, pasti cukuplah"


bara pandangi wanita muda di depannya, wanita muda yang teramat bahagia hanya karena di beri eskrim yang hampir meleleh.


"kenapa mas liatin aku kaya gitu?"


"makan ko kaya anak kecil, cemong kemana-mana" bara usap ujung bibir Praya dengan ibu jarinya.


"eskrim nya leleh mas!"


"siapa suruh nggak langsung di makan"


"kan mas baru kasih"


"kan saya sudah bawa masuk ke rumah kamu, berarti itu punya kamu, Praya "


"nggak ah, aku nggak mau, nanti kena omel mas lagi".


"terserah, cepat habiskan eskrim mu baru makan "


"iyaa, ini yang terakhir, emm mas!"

__ADS_1


"apa"


"makasih ya eskrim nya "


"emm, iyaa"


.....


"mas nggak pulang?"


"kamu ngusir saya?"


"bukan, kan biasanya mas pulang"


"saya mau istirahat dulu baru pulang " bara menepuk-nepuk sisi kasur yang kosong


"sini, tidur di samping saya" Praya Menurut dan ikut berbaring di samping bara, Praya memeluk bara yang Tidur dengan posisi terlentang, Lengan bara ia jadikan bantal.


"kenapa kamu mau nikah sama saya?" Praya memainkan baju bara, ia tarik dan putar


"kenapa mas tanya gitu?"


"penasaran aja, usia kita jauh Banget bedanya, Lima belas tahun"


"terus kenapa dengan usia Lima belas tahun, aku nggak masalah ko, mau mas Liam puluh tahun pun kalau aku cinta ya aku nggak akan pernah nolak di ajak nikah" bara menurunkan pandangannya agar bisa menatap Praya.


"kamu bisa cari yang sesuai kamu?"


"cinta nggak Mandang umur mas, aku cintanya sama kamu kenapa harus cari yang lain"


"walaupun saya nggak cinta kamu... walaupun saya hanya menganggap kamu teman tidur saya" Praya menghentikan tangannya yang terus memainkan baju bara.


"em... ya" jawab Praya seadanya.


"aku akan terus berusaha buat mas jatuh cinta dengan ku, aku akan buat mas bisa menerima aku suatu hari nanti, aku yakin"


"teruslah berusaha karena itu tidak akan pernah terjadi"


"kita lihat aja nanti, siapa yang akan ngejar-ngejar cinta, aku atau mas"


"baiklah, akan saya tunggu hari itu datang... sekarang tidurlah saya lelah"


" Aku sayang mas"


.

__ADS_1


"terimakasih " jawab bara, Praya mengeratkan pelukannya pada pria itu,


__ADS_2