
Pagi itu zein memaksa untuk pulang ke rumah,dokter yang belum menyatakan kondisi zein sehat sepenuhnya hanya bisa diam saat zein mengamuk di kamarnya.malik yang datang terlambat terlihat heran melihat dokter berada di depan kamar zein,dengan cepat malik berjalan menuju kamar zein.
"ada apa dokter?" tanya zein saat sudah berada di dekat dokter.
"oh tuan malik,akhirnya anda datang juga" ucap dokter lega melihat zein sudah datang.
"ada apa dok..tuan zein baik-baik saja kan? tanya malik menatap bingung wajah pias sang dokter.
"maafkan saya tuan..karena saya tuan zein mengamuk" ujar dokter membungkukkan kepalanya.
"apa?tuan zein mengamuk?kenapa?" tanya malik kaget dan penasaran.
"tuan zein belum sehat betul..dan dia memaksa untuk pulang.saya tidak menyangka kalau tuan zein akan mengamuk" ucap dokter menjelaskan.
"pergilah...biar saya yang bicara pada tuan zein" ucap malik lalu menyentuh handle pintu.
"baik tuan,,terima kasih,,dan maafkan saya" ucap dokter lalu berjalan meninggalkan kamar.
Malik membuka pintu kamar sedikit dan mengintip.banyak barang berserakan di lantai.malik membuka lebar pintu dan masuk kedalam kamar.zein duduk di kursi rodanya menghadap ke jendela kamar yang terbuka lebar.malik berjalan melewati pecahan barang yang berserakan di lantai.
"selamat pagi tuan zein..maaf saya datang terlambat" ucap malik berdiri di belakang zein.
"dari mana saja kamu..apa kamu sudah bosan kerja dengan saya" balas zein berkata sengit.
"maafkan saya tuan..saya harus ke kantor dulu ada hal penting yang harus saya kerjakan"
zein berbalik menghadap malik.tatapannya tajam menatap mata malik.malik yang di tatap seperti itu hanya bisa menundukkan kepalanya.
"atur kepulangan saya pagi,,jika tidak aku akan memecahkan kepalamu" balas zein menggerakkan kursi rodanya menuju kamar mandi.
Malik keluar dari dalam kamar dan kembali membawa dua orang perawat masuk kedalam kamar.setelah perawat membersihkan kamar dan membantu menyiapkan perlengkapan zein yang harus di bawa pulang,malik mempersilahkan mereka untuk keluar.
Zein keluar dari kamar mandi,penampilannya sudah bersih,rapi dan wangi.
"mari tuan kita pulang sekarang" ajak malik yang sudah membawa tas zein di tangannya.malik berjalan dan mendorong kursi roda zein keluar dari dalam kamar.
Malik mendorong kursi roda zein menyusuri lorong rumah sakit,beberapa perawat yang lewat menunduk sopan menyapa mereka.setelah sampai di lobi,malik berjalan menuju mobil yang sudah terparkir di depan lobi rumah sakit.membuka pintu dan membantu zein masuk ke dalam mobil,setelah melipat dan menyimpan kursi roda zein di dalam bagasi mobil.malik berputar masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudi,setelah itu malik menyalakan mobil dan melaju meninggalkan area rumah sakit.
Zein dan malik sudah tiba di mansion,malik mendorong kursi roda zein menuju kamar zein di lantai atas dengan menggunakan lift.
"tuan..sebaiknya anda istirahat,saya akan kembali ke kantor" ucap malik saat sudah masuk kedalam kamar zein.
__ADS_1
"pergilah" ucap zein datar dan menggerakkan kursinya ke balkon kamar.
Malik meletakkan tas zein di atas tempat tidur,lalu berjalan keluar dari dalam kamar zein.
******************
Siang itu setelah acara di kampus selesai,anya bersama jennifer keluar dari dalam kampus menuju kafe dekat kampus,mereka akan makan siang di sana.
"apa kau sudah mendapatkan pekerjaan?" tanya jennifer saat mereka sudah mendapatkan meja di tengah ruangan.
"sudah..besok siang aku akan mulai bekerja" jawab anya memanggil pelayan kafe.
"dimana?" tanya jennifer melihat daftar menu kafe.
"di resto palace" jawab anya juga melihat daftar menu.
"kau serius? itu kan resto mahal..kita saja belum pernah kesana,makanannya pasti sangat enak" ucap jennifer.
Seorang pelayan kafe datang dengan senyum ramahnya.setelah menulis beberapa pesanan anya dan jennifer pelayan itu kembali berjalan menjauh dari mereka berdua.
"tenang saja..setelah aku bekerja di sana aku akan sering membawa makanan itu untukmu" ucap anya terkekeh.
"kau ini seperti tidak pernah makan saja" balas anya membalas pukulan jennifer di tangannya.
"tapi..apa tidak masalah jika kau bekerja di sana?" ucap jennifer ragu.
"apa ada yang salah denganku?" tanya anya mengernyitkan dahinya.
"maaf..maksudku penampilan mu ini" ucap jennifer menatap anya.
"tidak...mereka bilang tidak masalah kok..aku bekerja sebagai administrasi di sana,bukan sebagai pelayan" balas anya menjelaskan pada jennifer.
jennifer yang mendengar penjelasan anya hanya ber oh ria.saat pesanan mereka sudah datang,anya dan jennifer langsung menikmati makan siang mereka,karena mereka sudah sangat lapar.
Setelah selesai makan siang,anya dan jennifer berpisah di depan kafe karena tujuan mereka tidak searah.setelah jennifer masuk ke dalam taxi.anya berjalan menyusuri jalan untuk pulang ke appartemen nya,karena appartemen anya tidak berada jauh dari kampusnya.
Anya sudah sampai di appartemenya,menghempaskan tubuh mungilnya di atas tempat tidur tanpa melepas hijab yang menutupi kepalanya.tidak menunggu lama anya pun terlelap dalam tidurnya.
beberapa jam kemudian anya terbangun saat bel appartemennya berbunyi.anya mengerjapkan matanya mengumpulkan kesadarannya,sementara itu bel appartemennya tidak berhenti berbunyi,anya menggeliatkan tubuhnya dan beranjak bangun dari tempat tidur,dengan langkah gontai anya berjalan menuju pintu appartemennya.
ceklek
__ADS_1
"kenapa kau lama sekali" seru stevie masuk kedalam appartemen anya.
anya berjalan menuju sofa dan menghempaskan tubuhnya di sana,anya kembali memejamkan matanya,kepalanya terasa sakit karena terbangun terpaksa tadi.
"hei anya...aku sedang berbicara padamu" seru stevie lagi.
"aku ngantuk..kau mengganggu tidurku" gumam anya yang masih di dengar stevie.
"ini sudah sore..apa kau sudah sholat?" ucap stevie berjalan ke arah dapur,meletakkan bungkusan di atas meja makan kecil.
anya langsung membuka matanya,dan melihat jam dinding di depannya.
"astaga..aku kelupaan stev" ucap anya lalu berlari menuju kamar nya.
stevie yang melihat tingkah anya hanya berdesis dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
Setengah jam kemudian,anya keluar dari dalam kamarnya,rambutnya terlihat masih basah.berjalan menuju dapur menemui stevie yang sibuk dengan kegiatannya di sana.
anya menarik kursi dan duduk di meja makan,dia melihat makanan yang sudah tersaji di atas meja makan.
"tumben sekali kau memasak" ucap anya keheranan melihat begitu banyak makanan yang terhidang di atas meja.
"ini perayaan atas kembalinya dirimu ke negara ini" jawab stevie di dapur.
"aku yakin bukan itu alasan sebenarnya,," jawab anya mencicipi makanan itu satu persatu dengan sendok.
"jangan di makan dulu,,dia belum datang" seru stevie membawa sup mangkuk di tangannya.
anya meletak sendok di atas meja.dan menatap stevie dengan penasaran.
"aku mengundang george,,tidak apa-apa kan?" ucao stevie memainkan matanya.
"kau sudah gila mengundang dia kemari...aku tidak pernah mau mengundang laki-laki ke appartemen ku..agama ku melarangnya" seru anya kesal dan marah.
"kan ada aku..semuanya akan baik-baik saja" balas stevie.
"kau benar-benar sudah gila" ucap anya berdiri dan berjalan masuk kedalam kamarnya.
"aku akan memanggilmu jika dia sudah datang" stevie berteriak.
stevie menyebalkan...batin anya di balik pintu kamarnya.
__ADS_1