Istri untuk putraku

Istri untuk putraku
episode lima belas


__ADS_3

Satu minggu berlalu sejak pertemuan terakhir anya dengan nyonya meghan.Seharian anya hanya menghabiskan waktu weekend dengan berada di di appartemennya.Pikirannya masih tertuju pada rencana nyonya meghan yang ingin menjadikannya menantu namun terhalang karena orang tua anya tidak mengizinkannya,selama seminggu itu pula nyonya meghan tidak sama sekali memberikan kabar.apakah rencana nyonya meghan itu gagal dan berhenti sampai di sini saja,entahlah anya cukup pusing memikirkan hal itu.


Waktu sudah menunjukkan pukul 17.30,anya beranjak dari sofa dan berjalan menuju kamarnya.lima belas menit kemudian anya keluar dari dalam kamar nya,tampilannya sudah rapi,mengenakan celana jeans dan jakit hoodie tak lupa dia juga mengenakan outer tebal di tubuhnya.


"mau kemana?" sebuah suara mengejutkannya.


"ya tuhan...kau mengejutkanku" seru anya memegang dadanya."kau kapan datang?seperti maling saja" ucap anya lagi lalu melangkahkan kakinya.


"kau mau kemana?,di luar sedang turun salju" tanya stevie berjalan mengikuti langkah anya.


"aku cuma mau ke taman dekat sini" jawab anya melangkah keluar pintu.


"anak itu kenapa sih??belakangan ini sikalnya aneh" gumam stevie berbalik jalan menuju dapur.


Anya berjalan menyusuri taman,memandang salju yang turun menutupi seluruh permukaan taman.anya duduk di salah satu bangku taman,melipatkan kedua tangan di atas dadanya.meski sudah menggunakan outer tebal,sarung tangan dan sepatu boot anya masih tetap merasa kedinginan.pandangannya jauh kedepan melihat pemandangan putih di sekelilingnya.musim dingin sudah tiba,pandangannya kini tertuju pada pasangan suami istri yang sedang bermain bola salju bersama anak mereka,terdengar tawa renyah dari bibir mereka saat lemparan bola salju mengenai salah satu dari mereka.anya tersenyum melihat pemandangan di depannya.


apakah seperti itu rasanya punya keluarga? anya bertanya dalam hatinya.


Suara ponsel membuyarkan lamunan anya.


"hallo"


"mau sampai kapan kau terus di luar,,kau bisa sakit" ucap suara di seberang sana.


"ya..aku segera kembali" jawab anya,mematikan telpon dan memasukkannya kedalam outernya.


Anya beranjak dari kursi taman dan berjalan keluar dari taman.salju turun semakin cepat,dan suhu pun semakin meningkat.anya menggesek-gesekkan kedua telapak tangannya menciptakan kehangatan,


langkahnya semakin cepat keluar meninggalkan taman.


"anya..." ucap seorang pria di depanny.


"george..." anya terkejut melihat george di depannya.


"Kau...apa yang kau lakukan di tengah salju seperti ini?" ujar george mendekat pada anya.


"aku hany berjalan-jalan..aku permisi dulu" ucap anya berjalan melewari george.


"tunggu...ada satu hal yang ingin aku tanyakan padamu" ucap george menghentikan langkah anya.


George membalikkan badannya dan berjalan mendekati anya,berdiri tepat di depan anya.


"apa hubungan mu dengan auntie meghan? george bertanya saat sudah berada di depan anya.


Anya mendongakkan wajahnya mendapat pertanyaan seperti itu dari george.dari mana dia tahu aku mengenal nyonya meghan.pikiran dan hati anya berkata.


"aku tidak punya hubungan apa-apa dengan nyonya meghan...permisi" jawab anya dan langsung pergi meninggalkan george yang masih berdiri menunggu jawaban.


George berdiri mematung di tempatnya,menatap anya yang sudah melangkah masuk kedalam appartemen.setelah anya tidak terlihat lagi kemudian george pun berjalan menuju mobilnya dan bergerak pergi.


"gadis itu yang di pilih mommy?" ucap zein yang sejak tadi melihat dari dalam mobil.


"benar tuan" angguk malik dari kursi kemudi.

__ADS_1


"kembali kerumah" perintah zein.


Malik mengangguk dan melajukan mobilnya meninggalkan kawasan appartemen anya.


Anya membuka pintu appartemen."aku pulang" ucapnya menutup pintu appartemen.melepas outer dan sarung tangan nya.tercium aroma masakan yang berasal dari dapur.anya berjalan menuju dapur dan mendapati stevie sedang sibuk dengan kegiatan memasaknya.


"kau tidak kencan?" tanya anya yang sudah duduk di kursi meja makan.


"aku sudah putus dari billy"


"apa??putus??" ujar anya kaget.


"tidak perlu kaget seperti itu,ini bukan pertama kalinya kan?" balas stevie sambil tersenyum lebar.


"kau memang hebat..kisah cintamu tak pernah bertahan lama" jawab anya sambil menunjukkan jempolnya kebawah.


"aku akan mencari pria yang lebih kaya lagi" ucap stevie membawa hasil masakannya ke meja.


"hei...mau sampai kapan kau seperti itu" ucap anya kesal menatap tajam stevie.


"sampai aku benar-benar menemukan pria idamanku" balas stevie mengerlingkan matanya pada anya.


"aaaaa kau ini" ucap anya kesal.


"apa kau lagi ada masalah?" tanya stevie meletakkan dua buah piring ke atas meja,menarik kursi dan duduk berseberangan dengan anya.


"aku...." jawab anya menunjuk dirinya.


tiba-tiba suara ponsel anya berdering,anya beranjak dari kursi mengambil hp nya yang terletak di saku outernya.anya melihat layar hp nya lalu menoleh pada stevie yang juga sedang melihatnya.


"hallo..nyonya" sapa anya dan berjalan masuk kedalam kamarnya.


Stevie yang merasa aneh melihat anya langsung berdiri berjalan menuju kamar anya.dia menempelkan telinganya di pintu kamar anya.


"apa??minggu depan..?" anya terduduk di ranjang kamarnya.


"besok nadine akan membawamu untuk fitting baju pernikahan" ucap nyonya meghan.


"tapi...ayah dan ibu.."


"saya sudah bicara pada mereka,pastikan besok kau tidak terlambat" ucap nyonya meghan lagi dan mematikan telpon.


Anya mencampakkan hp nya ke atas tempat tidur dengan kesal.berdiri dan berjalan mondar mandir di kamarnya.segala macam pikiran berkecamuk di dalam kepalanya.


sial...bagaimana bisa aku berpikir saat sedang lapar seperti ini..batin anya.


Anya membuka pintu kamarnya,,stevie yang tidak sadar sedang berada di depan pintu terdorong masuk kedalam kamar dan itu mengejutkan anya.


"kau menguping pembicaraanku" seru anya kesal memegang lengan stevie.


"aku tidak mendengarnya" balas stevie bangkit di bantu anya.


"kau benar-benar tidak mendengarnya?" tanya anya serius.

__ADS_1


"kau menyembunyikan sesuatu dariku" balas stevie menatap kesal anya."apa aku tidak ada artinya buatmu?" ucap stevie lalu keluar dari kamar.


Anya menyusul stevie ke meja makan.terlihat stevie sedang makan dengan lahapnya tanpa memperdulikan anya yang berkali-kali memanggilnya.


"minggu depan aku akan menikah" ucap anya jelas.


stevie terbatuk-batuk mendengar pernyataan anya,meneguk segelas air di depannya.


"menikah?" ujar stevie membulatkan matanya di depan anya.


anya mengangguk lemah,menopang wajahnya dengan satu tangannya.


"tapi bagaimana bisa...kau kan tidak punya pacar? ujar stevie kebingungan.


"aahhhhhhh.....aku tidak tahu harus berbuat apa" ucap anya menjatuhkan kepalanya di meja makan.


"dengan siapa kau akan menikah?" tanya stevie lagi penasaran.


"dengan...." anya berhenti tidak melanjutkan ucapannya.


"siapa?" tanya stevie balik tidak sabar.


"putra nyonya meghan senor aslan" balas anya pelan namun masih terdengar jelas di telinga stevie.


"whatttttt" ujar stevie sambil menggebrak meja tanpa sadar.


"dengan zein senor aslan" ucap stevie lagi menatap anya lekat.


"zein..?" ucap anya menyebutkan nama itu.


"oh god...aku sungguh tidak menduga hal ini anya" stevie mengeleng-gelengkan kepalanya.


"kau mengenalnya?" tanya anya.


"aku pernah satu sekolah dengannya"." tapi bagaimana bisa kau menikah dengannya?" ucap stevie mengacak rambutnya,dia terlihat depresi mendengar penuturan anya tadi.


"aku juga tidak tahu kenapa dia ingin aku menjadi menantunya" balas anya tak berdaya.


"apa kau tidak tahu jika zein sedang sakit" stevie berkata lagi.


"sakit?sakit apa..." balas anya


"beredar kabar jika zein mengalami gangguan kejiwaan.." stevie menjawab.


"maksudnya gangguan mental?" tanya anya semakin bingung.


"gila..."stevie berkata.


Tubuh anya bergetar mendengar perkataan stevie barusan.ketakutan terlihat jelas di wajahnya.anya sudah tidak mampu berpikir apapun lagi..satu kata sudah menghancurkan pikirannya.


gila...aku akan menikah dengan orang gila...


bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2