
5 bulan kemudian....
Anya salsabila POV
Namaku Anya salsabila,usiaku 22 tahun.Aku merupakan anak tunggal.ibuku bernama Sita saraswati dan ayahku bernama Pandu prayoga.
kehidupan kami hanya biasa-biasa saja,ibuku hanya ibu rumah tangga biasa,sesekali menerima orderan kue dari tetangga maupun dari teman-teman ibuku.ayahku bekerja sebagai pegawai negeri sipil di salah satu unit kantor pemerintahan di kota kami.meskipun hidup kami sederhana tapi kami sangat bahagia.semenjak aku kecil orangtuaku selalu mengajarkan ku untuk selalu bersyukur atas nikmat dan rezeki yang Allah limpahkan kepada kami meskipun cuma sedikit.
Di sini lah aku berada sekarang,di bandara internasional kota NW.aku baru saja landing sepuluh menit yang lalu.aku menyeret dua koper ku berjalan menuju pintu keluar bandara.setelah lima bulan aku meninggalkan kota ini,dan pada akhirnya aku kembali lagi kembali ke negara ini.aku bersyukur sekali karena ini salah satu nikmat yang di berikan Allah kepadaku,pengajuan bea siswa untuk melanjutkan S2 ku berhasil di setujui dan untuk itulah aku kembali ke negara ini lagi.
"anya......." teriakan seseorang memanggilku.
aku memutar tubuhku mencari arah suara,menoleh kanan dan kiriku,tapi aku belum menemukan arah suara itu.
"anyaaaaaa...." teriakan itu terdengar lebih kencang lagi,dan aku melihat seorang gadis berlari ke arahku.
"aku sangat merindukan mu" ucap gadis itu seraya memeluk ku.
aku tersenyum membalas pelukannya.
"akhirnya kau kembali lagi ke sini ya..kota ini memang berjodoh denganmu.." ucapnya melepas pelukan kami.
"kau ini bisa saja berkata seperti itu..aneh- aneh saja" ucapku lalu berjalan keluar bandara.
gadis yang berada di samping ku ini bernama stevi,dia asli penduduk negeri ini.meski kami berbeda suku,ras,kebangsaan dan berbeda agama.tapi stevi adalah sahabat terbaik ku selama aku kuliah di sini.setelah tamat stevi langsung bekerja sementara aku mengajukan bea siswa untuk program S2 ku.
"ya bisa saja kan,kau berjodoh dengan salah satu pemuda di kota ini" balas stevi tidak mau kalah.
"ngimpi..." ucapku melebarkan kedua mataku ke arahnya.aku meninggalkan stevi yang masih berdiri di tempatnya.
"hei anya...tunggu aku" teriak stevi menyusul langkahku keluar bandara.
Stevi memasukkan koperku ke kursi belakang penumpang,aku sudah duduk di kursi penumpang di sebelah kursi kemudi,menyandarkan kepalaku di sandaran kursi.
Stevi masuk kedalam mobil dan melajukan mobil meninggalkan bandara menuju appartemenku.
"kau yakin mau tinggal di appartemen sendirian" ucap stevi sambil menyetir.
"bukan baru kali ini aku tinggal di kota ini stevi..jangan lebay" ucapku menjawab.
"terserah kau sajalah,aku selalu kalah jika berargumen dengan mu" ucap stevi menambah kecepatan laju mobilnya.
__ADS_1
"lho...kita kok beda arah stev..bisa tambah lama sampainya" tanyaku keheranan.
"ada acara penting di hotel golden..ada pengalihan arus,biasalah kalo orang kaya tajir melintir"
"ya sudah..hati-hati jangan ngebut" ucapku mengingatkan stevi.
jarak tempuh yang biasa memakan waktu hanya 20 menit saja lewat jalur biasa menjadi lebih lama menjadi 40 menit.aku tiba di appartemen pukul sepuluh pagi.stevi membantuku membawa koper hingga ke kamar appartemenku.
"makasih ya stev udah bantuin" ucapku menghempaskan tubuhku ke sofa.
"udah tenang aja..aku juga udah nyariin kamu kerjaan part time kok" balas stevi ikut duduk di sofa di sebelahku.
"serius...kamu udah dapat kerjaan buat aku?" tanyaku antusias.
"iya..lusa kamu sudah bisa kerja kok"balas stevi memainkan ponselnya.
"makasih banget ya stev..kamu udah banyak bantuin aku" ucapku senang memeluk stevi.
"gak gratis tau..ada bayaran nya" ucap stevi ketus memonyongkan bibirnya.
"iya tahu....masakan indonesia kan?" balasku yang sudah tahu keinginannya.
******
Zein senor aslan Pov
Aku mematut penampilanku di depan cermin di kamarku.sebenarnya aku enggan melakukan ini semua,namun kedua orangtuaku memaksa untuk aku ikut ke acara pengukuhan ku sebagai CEO utama menggantikan posisi daddy.sudah lama sekali aku tidak melihat dunia luar,selama lima tahun aku hanya mengurung diriku di dalam kamar ini.aku meremas jari jemariku gelisah,memperlihatkan kekhawatiran di wajahku.bagaimana aku menghadapi para pejabat tinggi negeri ini,di tambah lagi harus bertatap muka dengan para kolega bisnis daddy,belum lagi akan ada banyak orang-orang berada di sana.
Seseorang membuka pintu kamarku,aku melihat nadine berjalan sambil tersenyum ke arahku.
"kak...kau sangat tampan" ucap nadin melihat tampilanku di cermin.
"dimana mommy..apa mereka sudah berangkat?" tanyaku pada nadine.
"belum kak..daddy akan menemani kakak,aku dan mommy nanti akan menyusul" jawab nadine.
"kak zein harus berangkat,,daddy dan kak malik sudah menunggu di bawah" ucap nadine mendorong kursi rodaku keluar kamar.
Di bawah daddy,mommy dan malik sudah menunggu,ada beberapa petinggi perusahaan akan ikut menemani kami ke hotel tempat acara di laksanakan.
"gimana zein..kau sudah siap?" tanya daddy menatapku.
__ADS_1
"zein siap dad" jawabku
"jangan takut nak..ada daddy dan malik,semua akan baik-baik saja" ucap mommy menenangkan ku yang sedikit gugup.
"mommy dan nadine akan hadir juga kan?" tanyaku memandang mommy dan nadine.
"iya..kami akan datang menemanimu di sana" ucap mommy menyentuh bahuku.
"kita berangkat sekarang,,jangan sampai telat" ajak daddy.
malik mendorong kursi rodaku,daddy berjalan di sampingku.mommy dan nadine mengantar kami hingga ke depan.malik membantu ku masuk kedalam mobil.iring-iringan mobil pun berlalu meninggalkan mansion membelah jalanan kota siang itu.
Lima belas menit pun kami tiba di tempat acara.mobil masuk ke dalam basement hotel,untuk menghindari pantauan dari pihak media.setelah di rasa aman,mereka membawa ku masuk kedalam lift menuju ballroom tempat acara di laksanakan.
Suasana ballroom terasa sangat ramai buatku,aku melihat banyak manusi berada di sini.kepalaku mendadak pusing melihat banyaknya orang yang datang menyambutku.aku meminta malik untuk membawa keluar dari tempat ini.melihat keadaanku yang sudah berkeringat malik membawaku ke salah satu ruangan rest room di sudut ruangan.
"kau baik-baik saja zein?" tanya daddy panik melihatku.
"mommy mana dad..apa sudah datang?" tanyaku memegang tangan daddy.
dadaku serasa sesak,kepalaku terasa sangat pusing.aku merasa pandangan ku berputar cepat hingga pandanganku gelap.
Aku mengerjapkan mataku saat mendengar suara mommy di telingaku.aku membuka mataku dan melihat mommy berada di dekatku.
"zein...kau sudah bangun? ucap mommy.
"aku dimana mom.." tanyaku memijit pelipisku.
"di rumah sakit,,kau tadi pingsan"
aku mendadak ingat dengan daddy dan malik.
"gimana daddy mom?"
aku beranjak bangun di bantu mommy duduk di atas tempat tidur.
"biar daddy dan malik yang mengurus semuanya,kau istirahat saja dulu ya" mommy berkata.
aku mengangguk dan kembali membaringkan tubuhku di atas tempat tidur.
tbc
__ADS_1