
Pesta pernikahan telah usai,para tamu undangan dan sanak keluarga besar aslan meninggalkan mansion.
yang tersisa hanyalah para pelayan yang sedang membereskan sisa-sisa pesta pernikahan.malam ini juga mereka harus membereskan dan merapikan rumah kembali seperti semula.
Anya memandang kesekeliling kamar dimana dia berada sekarang,setelah acara selesai meghan ibu mertuanya mengantarnya ke sebuah ruangan yang pastinya sebuah kamar yang sangat luas,rapi bersih dan wangi.Anya duduk di atas ranjang king size yang empuk.tatapannya kini tertuju pada foto yang terletak di atas nakas samping tempat tidur.anya mengambil foto itu,memperhatikan satu persatu wajah di foto itu.
Langkah kaki terdengar berjalan mendekat,dengan cepat anya mengembalikan foto itu dan beranjak dari tempat tidur.
ceklek
Zein masuk kedalam kamar di antar malik asisten pribadinya.malik membungkukkan badannya menyapa anya.anya membalas dengan senyuman.
"selamat malam tuan..selamat beristirahat" ujar malik pamit undur diri.
"tutup pintunya" ucap zein datar tanpa melihat anya.posisi zein kini membelakangi anya.
__ADS_1
anya bergegas berjalan menutup pintu,kini hanya tinggal dirinya dan zein.
"aku mau mandi,siapkan air" tutur zein lagi.melepas jas dan dasinya,menjatuhkan benda tersebut dengan asal ke lantai.zein menggerakkan kursi rodanya menuju kamar mandi.
anya bergegas masuk kedalam kamar mandi mengisi bath up dengan air.
anya keluar dari kamar mandi setelah menyiapkan keperluan mandi untuk zein.tanpa melihat anya zein masuk kedalam kamar mandi,terdengar suara gemericik air.anya masih berdiri di dekat pintu kamar.
menunggu zein selesai mandi.sepuluh menit kemudian zein keluar dari kamar mandi,dia mengenakan pakaiannya di kamar mandi.
Zein bergerak mendekati ranjang dan naik ke atas ranjang.meski separuh badannya lumpuh tapi reza bisa melakukan banyak hal tanpa bantuan orang lain salah satunya naik keatas tempat tidur dengan usahanya sendiri.
Anya melangkah menuju kamar mandi,namun langkahnya berhenti saat zein bersuara lagi.
"jangan lupa matikan lampunya." zein menambahkan.
__ADS_1
Anya berjalan menuju sudut kamar,membuka koper dan mengambil piyama tidurnya serta tak lupa hijab untuk menutupi kepalanya.setelah itu dia melakukan ritual mandi.
Anya keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju lemari mengambil selimut dan bantal lalu berjalan menuju sofa,tidak lupa anya mematikan lampu kamar,seketika pencahayaan di dalam ruangan berganti gelap,hanya lampu tidur di atas nakas yang tetap di biarkan hidup.anya membaringkan tubuhnya di atas sofa sembari menatap kegelapan di atasnya.
Anya tenggelam dalam pikirannya sendiri.kini dia sudah menjadi seorang istri,dia mulai berpikir bagaimana menjalani pernikahan yang tidak di dasari rasa cinta ini,dia tidak mengenal zein sebelumya tiba-tiba saja sudah menjadi istri dari zein,suatu hal yang sulit di terima akal anya.anya menguap,rasa kantuk sudah mulai menyerangnya.namun saat anya hendak memejamkan matanya suara batuk terdengar dari atas ranjang.anya bergegas berdiri dan berjalan mendekati tempat tidur zein.
"apa kau baik-baik saja" tanya anya melihat zein yang masih terbatuk.
anya berjalan menuju meja kecil di tengah ruangan,mengambil gelas yang sudah berisi air putih.
anya menyerahkan gelas itu pada zein.
"minumlah" ujar anya
Zein menerima gelas yang di ulurkan anya tanpa sama sekali memandang wajah anya.setelah minum zein meletakkan gelas kosong itu ke atas nakas dan kembali berbaring meninggalkan anya yang masih berdiri di sisi ranjang.
__ADS_1
apa dia membenciku..kenapa tidak mau menatapku sama sekali..batin anya berkata.
Anya menghela nafasnya pelan lalu berbalik berjalan menuju sofa tempat dia tidur.