Istri untuk putraku

Istri untuk putraku
episode tiga belas


__ADS_3

Anya Pov


Aku menelan saliva ku mendengar penuturan nyonya meghan barusan,jantung ku berdetak dengan cepat seakan tercabut dari tempatnya,peluh terasa membasahi tengkukku saat ini,padahal ini masih pagi dan Ac kafe menyala cukup dingin tapi kenapa aku malah merasa gerah dan kepanasan.kedua tanganku bermain di sudut tunik yang ku kenakan.aku harus bicara apa.sumpah..sungguh tak nyaman berada dalam situasi seperti ini.


oh tuhan...gimana ini?aku harus bilang apa.


"ehemm" deheman nyonya meghan mengagetkanku,spontan aku mengangkat wajahku.


"bagaimana?apa kau mau?" tanya nyonya meghan menatap ku tajam.


kenapa dia menatapku seperti itu,apa dia sedang mengancamku...


"maaf nyonya...saya belum siap menikah" ucapku pelan menundukkan wajahku kembali.


Nyonya meghan mengambil sesuatu dari dalam tasnya,dan meletakkan sebuah kertas kecil di atas meja.


"ambil lah..ini bayaran jika kau mau menerima permintaanku" ucap nyonya meghan menggeser kertas itu tepat di depanku.


aku melirik sekilas,dan aku tahu itu apa


gila!!! cek senilai 500 juta


"maaf nyonya saya tidak dapat menerimanya" tolakku halus menggeser cek itu ke depannya.


"pikirkan tentang keluarga mu,,saya tahu kau sangat menyayangi orangtua mu bukan?dan untuk itulah kau berada di negeri ini,menuntut ilmu demi membahagiakan orangtua mu"


ayah...ibu...


Bayangan sosok ayah dan ibuku bermain dalam pikiranku,hari-hari dimana dulu waktu aku masih tinggal bersama mereka,hidup sederhana meskipun honor ayah hanya cukup untuk biaya hidup kami sebulan,oleh karena itu ibu ikut membantu perekonomian keluarga dengan membuka jasa catering orderan kue.semua itu demi aku agar bisa masuk ke sekolah favorite yang biayanya cukup mahal.


"saya kasih waktu tiga hari,,dan ini kartu nama saya,hubungi saya jika kau sudah memutuskan" ucap nyonya meghan.


"arham..antarkan anya kembali ke kampusnya" ucap nyonya meghan lalu berlalu meninggalkan kafe.


"mari nona..saya antarkan" ucap arham.


aku menyaut kartu nama dan cek lalu mrmasukkan nya kedalam tasku.aku berjalan meninggalkan kafe dan masuk ke dalam mobil.


"terima kasih pak.." ucapku menundukkan tubuhku saat sudah keluar dari dalam mobil.


"sama-sama nona" ucap arham lalu masuk kedalam mobil dan meninggalkan area kampus.


Aku berjalan memasuki kampus,ku lihat arloji di pergelangan kananku.


syukurlah..aku tidak telambat.


aku berjalan lebih cepat menuju kelasku yang berada di lantai dua.ini adalah jam kuliah pertama ku dan aku tidak mau sampai terlambat.


Bunyi bel kampus berbunyi,tanda kelas sudah selesai.ku masukkan peralatan kuliahku kedalam tas dan berjalan meninggalkan kelas yang sudah mulai sepi.

__ADS_1


"anya..." suara jennifer menghentikan langkahku.


"kau masih di sini?" tanyaku kaget.


"kau sedang melamun ya?dari tadi aku memanggilmu tapi kau tidak mendengrnya" ucap jennifer melangkah mendekatiku.


"maaf jen..aku tidak mendengarmu" ucapku lirih merasa bersalah karena sudah mengabaikan panggilannya.


"kau kenapa?ada masalah?soal george lagi? tanya jennifer merangkul tanganku.


aku menghela nafas.


"lebih parah dari itu" jawabku datar.


"kau bisa bicara padaku" tawar jennifer membawaku keluar dari dalam kelas.


Jennifer membawaku menuju kantin dan duduk di kursi ujung.


"sekarang kau bisa cerita..ada apa sebenarnya?" ucap jennifer meletakkan dua gelas jus jeruk di atas meja.lalu dia merapatkan kursinya mendekat kepadaku.


aku melihat sekelilingku,,takut jika orang lain mendengarnya.


"tidak ada yang akan mendengarnya selain aku" ucap jennifer mengalihkan wajahku ke hadapannya.


"baiklah aku akan cerita,,tapi kau janji dulu jangan menceritakannya pada orang lain" ucap ku menunjukkan kelingkingku ke hadapan jennifer.


"iya..aku janji anya..." jennifer menautkan kelingkingnya di jari ku.


"iya...memang nya kenapa?" jawab jennifer menyedot jus jeruknya."apa dia memberhentikan beasiswa mu?" tanya jennifer panik.


"bukan soal itu" jawabku datar.


*aduhhh...gimana ngomongnya ya...kalo ni anak pingsan gimana?


"anya...." jennifer menepuk dahi ku.


"ahhh iya...kenapa" jawabku gelagapan.


"kamu yang kenapa...semenjak di kelas tadi ada yang gak beres sama mu" ucap jennifer menyedot lagi jus jeruknya.


cerita..gak..cerita..gak*..


aku menyedot jus jerukku sambil berpikir haruskah aku cerita soal ini pada jennifer.


"nyonya meghan melamarku untuk menjadi menantunya" ucapku pelan memajukan tubuhku menghadap jennifer.


jennifer membulatkan matanya tak percaya,dia menyedot jus jeruknya sampai kandas.


"serius??" ucap jennifer penasaran.

__ADS_1


"iya..tadi pagi dia melamarku" jawabku lirih.


"kau pasti menolak nya kan"


aku menganggukkan kepalaku berkali-kali dan memajukan bibirku.


"apa kau kenal keluarga mereka...ayahmu kan salah satu pejabat di sini.."


jennifer mengernyitkan dahinya berpikir sambil menatap ku.


"aku tidak begitu mengenal keluarga mereka,tapi seluruh negeri tahu kalau mereka orang yang sangat berpengaruh di negeri ini.." jawab jennifer menjelaskan.


"apa kau akan menerima lamaran nya?" tanya jennifer antusias.


aku mengambil cek dari dalam tasku.


"dia memberikanku ini" ucapku menunjukkan cek pada jennifer.jennifer menyaut kertas kecil itu dan melihatnya.


"whattttssss" ucap jennifer sedikit berteriak.dia menggeleng-gelengkan kepalanya melihat nominal dalam cek itu.


"ini gila anya...mereka memberikan cek sebanyak ini padamu..kau kaya mendadak anya" ucap jennifer menatapku.


"hei...aku belum memutuskannya,lagi pula aku tak tertarik dengan cek itu..aku akan mengembalikannya" ucapku merebut cek dari tangan jennifer.


"yakin kau akan menolaknya,,sebaiknya terima saja lamaran nyonya meghan,,kau akan hidup bahagia" ucap jennifer lagi menyarankan.


"tidak..kenapa harus aku,di luar sana masih banyak perempuan lain yang lebih cantik,yang lebih baik dari ku...aku tidak mau" jawabku acuh menyedot jus jerukku.


"sebaiknya kamu pikiran lagi deh...kamu mungkin sudah berjodoh dengan anaknya..ya meskipun saat ini kamu gak tahu gimana bentuk laki-laki yang di jodohkan dengan mu"


"kamu punya foto keluarga mereka?" tanyaku pada jennifer.


"mereka tidak pernah mempublikasikan kehidupan mereka pada media,bisa di bilang mereka sangat tertutup pada media,dari berita yang ku dengar jika satu-satunya putra mereka sedang sakit"


"sakit?sakit apa?" tanyaku penasaran.


"mana gue tahu anya...kalo penasaran terima aja lamaran dari nyonya meghan" ucap jennifer memainkan matanya pada anya.


"sialan loe...loe kira pernikahan itu main-main" ucapku melempar bekas tisu ke wajah jennifer.


"tapi aku penasaran deh..kenapa kamu yang di pilih nyonya meghan ya.." ucap jennifer menyangga wajah nya dengan tangannya di atas meja.


"nah itu dia yang bikin aku kepikiran dari tadi..loe tahukan gimana kehidupan keluarga ku,kami hanya keluarga sederhana" ucapku menanggapi perkataan jennifer.


"kamu beruntung anya jika bisa menjadi menantu keluarga aslan..kehidupan mu pasti berubah jauh lebih baik..saran gue pikiran hal ini baik-baik,jangan gegabah mengambil keputusan,,mungkin ini salah satu cara supaya kamu bisa membahagiakan orang tua mu" ucap jennifer serius memegang tanganku.


jennifer berkata hal yang sama seperti yang di katakan nyonya meghan...aku harus gimana....


" menurut mu apa aku harus menerima lamaran nyonya meghan?" tanyaku pada jennifer.kami berjalan menunggalkan kantin kampus.

__ADS_1


"ikuti kata hati mu.." ucap jennifer tersenyum memandangku,dan menggandeng tanganku.


aku akan memikirkannya,,toh aku punya waktu tiga hari lagi...


__ADS_2