
zein pov
tok tok tok
Suara ketukan di pintu membuyarkan lamunanku,aku menggerakkan kursi roda menuju pintu,memutar kunci dan membuka pintu.
"boleh mommy masuk?" tanya mommy tersenyum.
aku mengangguk pelan,dan membiarkan mommy masuk,meletakkan nampan berisi makanan ke atas meja.aku menutup pintu berjalan menuju ranjang.
"zein tidak lapar mom" ucapku beranjak naik ke atas tempat tidur,duduk diatas ranjang.
"kau baik-baik saja kan?" tanya mommy berjalan lalu duduk di sampingku.tangan lembutnya membelai rambutku penuh kasih sayang.
"zein jenuh mom..dengan kehidupan zein sekarang" ucapku menatap wajah mommy."sepertinya zein tidak bisa memenuhi keinginan mommy dan daddy untuk menjadi penerus di keluarga ini" ucapku lagi menundukkan wajahku menatap lantai.
"kau masih merasa bersalah dengan kepergian michael kan?"ucap mommy mengangkat wajahku.
"itu memang salah zein mom" ucapku sedih.
"tidak sayang...itu bukan salahmu,semuanya itu sudah takdir dari yang kuasa" jawab mommy membawaku dalam pelukannya.
"hanya michael yang bisa menjadi penerus keluarga ini mom..dia sangat mirip seperti daddy,pintar dan pekerja keras"
"michael sudah tenang di sisi -NYA zein,,dia sudah bahagia di sana" jawab mommy lirih.
"maafkan zein mom..zein tidak pantas menggantikan posisi michael"
"sekarang cuma kamu harapan keluarga kita..mommy yakin kamu bisa" ucap mama menatap wajahku dan tersenyum.
"tapi mom..bertemu dengan orang banyak saja zein tidak mampu" jawabku lagi."zein benar-benar lemah mom".
mommy menggeleng,memegang kedua bahuku dan menegakkan tubuhku.
"apa kau mau menikah?"tanya mommy,spontan membuatku terkejut.
aku mengernyitkan dahiku keheranan.menatap mama lama.sungguh suatu hal yang tidak ku duga,mengapa mama punya pikiran seperti itu.
"jangan bercanda mom" aku menggelengkan kepalaku.menaikkan kakiku dan membaringkan tubuhku.
__ADS_1
"jika kau mau,,mommy akan mencarikan wanita yang pantas untuk menjadi istrimu"
"aku yang tidak pantas untuk mereka mom,wanita mana yang mau menikah dengan pria cacat sepertiku" jawabku mengubah posis tidurku membelakangi mommy.
"pasti ada..mommy akan mendapatkannya untukku"
aku kembali menghadap mama.
"mommy sangat ingin melihat mu menikah,memiliki anak dan bertanggung jawab penuh pada mereka,dengan begitu kau punya semangat hidup lagi"
"membina rumah tangga itu bukan hal yang mudah mom..banyak aral rintangan yang harus di hadapi"
"karena itu mommy ingin melihatmu menikah..berjuang untuk keluargamu,orang-orang yang kau cintai dan yang mencintaimu"
"mommy tidak suka melihatmu terpuruk seperti ini,kau harus bangkit..kau penerus keluarga aslan"
aku membalik badanku,menarik selimut menutupi seluruh tubuhku.rasanya aku tidak membahas soal pernikahan lebih panjang lagi.karena aku tidak ingin menikah,aku tidak ingin di kasihani oleh orang lain.
"segera makan makananmu,,dan pikirkan apa yang kita bicarakan barusan..mommy akan mendapatkan wanita itu dan menikahkannya dengan mu" ucap mama.aku mendengar suara pintu di tutup.
aku membuka selimut yang menutupi wajahku.
wanita itu...apakah itu berarti mama sudah merencanakan pernikahan ini jauh-jauh hari...
author pov
"apa zein baik-baik saja?" tanya brian di sela makannya saat meghan duduk di kursi di sebelah suaminya.
nadine yang sedang lahap menikmati soup di depannya menghentikan makan nya.meletakkan sendok di samping mangkuk sup.
"aku sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa lagi supaya zein sembuh" ucap megan memijit pelipisnya.
"dia hanya tertekan,kondisi psikisnya terganggu,
besok aku akan menyuruh dokter kemari untuk memeriksanya" jawab brian mendekap tubuh istrinya.
"dia tidak butuh dokter brian..dia butuh seseorang yang bisa membantunya bangkit dari keterpurukannya" ucap meghan menahan kesal di hatinya.
Sudah berbagai macam cara meghan lakukan demi kesembuhan zein,namun semuanya gagal dan sia-sia,zein sama sekali tidak mau berubah dan membiarkan dirinya semakin lama terperosok dalam keterpurukannya.
__ADS_1
"aku akan menikahkannya..." ucap meghan di tengah keheningan di antara mereka.
"mommy serius!!" ucap nadine sedikit berteriak.
"mommy tidak perduli jika zein menolaknya,dia harus tetap menikah" meghan menoleh menatap wajah brian.
"apa kau yakin ini jalan yang terbaik buat zein?" ucap brian lembut.
meghan mengangguk yakin.
"dan kalian harus mendukung rencana ku ini" ucap meghan lagi.
"tapi dengan siapa kau akan menikahkannya?" tanya brian heran.
"aku yakin dia wanita yang pantas untuk zein,,bisa menerima kondisi zein saat ini"
"ya tuhan...jadi mommy serius mau menikahkan kak zein dengan gadis itu?" ucap nadine tak percaya.
"kau mengenalnya nadine?" tanya brian beralih memandang nadine.
"dia mahasiswa di universitas kita dad...dan mommy tadi melihatnya di acara tahunan kampus" jawab nadine menjelaskan.
"daddy harap mommy mu tidak salah langkah" ucap brian melihat meghan yang terlihat sedang berpikir.
"aku akan suruh smith menyelidiki kehidupan gadis itu..mommy menyukainya saat melihatnya pertama kali" jawab meghan lalu meminum air putih di depannya.
"oh come on mom...yang menikah itu kak zein bukan mommy" seru nadine.
"semoga saja gadis itu gadis baik-baik" ucap brian, berdiri dari kursi dan meninggalkan ruang makan.
"apa rencana mommy selanjutnya?" tanya nadine lagi.
"mommy akan suruh orang untuk mengintai kegiatannya sehari-hari" jawab meghan datar.
"shitt..mommy mau memata-matai nya" nadine menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan rencana meghan.
"nadine tidak mau ikut campur soal ini mom..semuanya terserah mommy..nadine berharap langkah yang mommy ambil ini adalah keputusan yang tepat,jika salah kehidupan kak zein akan semakin hancur,dan bisa saja kita kehilangan kak zein" ucap nadine meninggalkan meghan di meja makan.
Meghan terdiam mendengar perkataan nadine,langkah yang di ambilnya berpengaruh besar pada kehidupan zein,dan kehidupan zein di pertaruhkan.tapi meghan menguatkan hatinya untuk tidak mundur dari rencananya tersebut.sebagai seorang ibu yang mencintai anak-anaknya,,meghan akan melakukan apapun demi kebahagiaan mereka.
__ADS_1
meghan berharap penuh rencananya berjalan dengan baik.
bersambung......