
Anya berdiri di depan cermin besar di hadapannya,melihat dirinya dalam cermin besar itu.
dirinya terlihat begitu cantik dengan gaun pernikahan yang melekat ditubuhya,di tambah dengan riasan wajahnya menambah kesempurnaan kecantikannya sebagai pengantin wanita.anya menyentuh wajahnya,bulir air mata mengalir di sudut matanya.seharusnya dia merasakan kebahagiaan saat ini,di balik wajahnya yang cantik tersimpan kesedihan yang mendalam.
ayah..ibu..aku akan menikah hari ini,maaf aku sudah mengecewakan kalian...
anya menyeka air matanya dengan tissu di tangannya.anya berjalan menuju jendela dan membuka tirai,,hembusan angin terasa lembut menerpa wajahnya,anya memejamkan matanya merasakan hembusan lembut di wajahnya.anya membuka matanya saat mendengar langkah kaki di belakangnya,anya berbalik dan tersenyum melihat nadine yang berjalan mendekati nya.
"selamat kakak ipar..selamat datang di keluarga aslan" ucap nadine memeluk anya.
anya tersenyum membalas pelukan nadine."terima kasih adik ipar" balas anya tertawa kecil.
mereka melepaskan pelukan.nadin mengernyit saat memperhatikan wajah anya."kau menangis?" tanya nadine menyentuh pipi anya.
"tidak..aku tidak menangis" balas anya tergagap mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"jangan berbohong...aku tahu kau sedang memikirkan sesuatu" ujar nadine.membawa anya dan duduk di atas tempat tidur.
anya tidak sanggup menahan kesedihannya saat ini.dia menggenggam tangan nadin dengan kuat.anya menangis meluapkan kesedihan di hatinya.
"aku merindukan orangtuaku..aku bersalah pada mereka" anya berkata."hikss...hiksss..hiksss" isak anya berderai air mata.
nadine membawa anya dalam pelukannya.menepuk pelan punggung anya,nadine berusaha menenangkan anya agar anya berhenti menangis.
"pernikahan ini tidak akan terjadi tanpa persetujuan orangtua mu" ucap nadine menenangkan anya.
seketika anya berhenti menangis mendengar perkataan nadine,anya melepaskan pelukan dan menatap nadine.
"apa maksud perkataan mu nadine?"
__ADS_1
"mereka merestuimu anya" ucap nadine
"aku tidak mengerti..mereka jelas2 menolak aku menikah" ucap anya mengingat bagaimana ayah dan ibunya menolak keras pernikahan ini.
"sudah tidak usah kau pikirkan lagi..aku harus membawa mu ke bawah karena kakak ku akan memasangkan cincin pernikahan kalian..ayo..." ajak nadine beranjak dari duduk.
anya bangkit berdiri,sebelum mereka keluar nadine membantu merapikan penampilan anya agar tidak terlihat bahwa dia baru saja menangis.nadine membawa anya keluar dan berjalan menuju lantai bawah.
Anya berjalan menunduk,selendang kecil transparan menutupi wajah cantiknya,dengan bantuan nadine mereka sudah tiba di lantai bawah tempat dimana ijab qabul berlangsung beberapa menit yang lalu.nadine mendudukkan anya di kursi tepat di samping zein.
"zein...pasangkan cincin di jari istrimu" ucap meghan berbisik di telinga zein.
Zein pun mengambil kotak cincin yang telah tersedia di atas meja,mengeluarkan cincin berlian dan memasangkannya di jari anya,setelah itu anya juga memasangkan cincin di jari zein.nadine membuka penutup wajah anya,zein menatap wajah anya,terkesiap melihat kecantikan wanita di depannya saat ini.anya meraih tangan zein dan mencium punggung tangan zein.sejak tadi kilatan blizt dari lampu kamera para media mengabadikan momen bahagia tersebut.
Acara resepsi pun berlangsung meriah,meski tidak di lakukan di gedung mewah.semua itu adalah permintaan zein,demi kenyamanan zein meghan pun menuruti keinginan anaknya tersebut.mansion mereka sangat luas sangat cocok jika mereka mengadakan resepsi pernikahan di rumah mereka sendiri.
"sayang..." sebuah suara yang sangat anya kenal mengejutkannya.anya menoleh ke arah suara dan terkesiap,sontak tangisnya pecah melihat ayah dan ibunya berada di depannya.anya memeluk ibunya erat dan menumpahkan tangisnya.
"sudah..sudah..malu di lihat tamu " ucap ibu anya menenangkan.
anya melepas pelukan nya,melihat laki2 paruh baya yang berada di samping ibunya.
"ayah...." ucapnya berlutu memegangi kaki ayahnya.
"maafkan anya yah...anya sudah mengecewakan ayah" isak tangis anya kembali pecah.anya tertunduk menangis.
Semua para tamu undangan kini melihat ke arah mereka,ayah anya berjongkok dan memeluk anya.
"ayah tidak marah padamu..ayah sudah memaafkan mu,,sekarang bangun lah" ujar ayaha anya dan membimbing anya berdiri.mereka tiga berpelukan dalam suasana haru.
__ADS_1
"mertuamu sangat baik pada kami,,ayah jadi lega menyerahkanmu pada mereka"
"terima kasih ayah..." ucap anya bahagia dan memeluk ayahnya lagi.
Anya membawa ayah dan ibunya untuk duduk,saat mereka sedang asyik mengobrol zein dan malik datang dan ikut bergabung bersama mereka.zein duduk tepat di samping anya.dan hal itu membuat anya kikuk,anya meminum air untuk menghilangkan rasa kikuknya.
"nak zein..ayah titip anya ya.dia satu-satunya putri kami,jaga dia seperti kami menjaganya,berikan dia cinta yang berlebih melebihi cinta kami padanya" ucap ayah anya sendu.
"ayah..." ucap anya lirih.ntah mengapa anya merasa sedih dengan ucapan ayahnya barusan.
ibu anya menitikkan air matanya mendengar perkataan sang suami,cepat-cepat dia menyeka air matanya,dia tidak ingin anya melihat kesedihan nya saat ini.
"jadilah istri yang sholeha untuk suami mu..surgamu sekarang berada pada suami mu,hormati dia dan jadilah menantu yang baik di keluarga ini" ujar ibu anya memberi wejangan pada anya di depannya.
"anya akan selalu mendengar nasihat ayah dan ibu" ucap anya menahan kesedihan di dalam hatinya.
"saya akan menjaga anya dengan baik" zein berkata.
anya menoleh pada zein yang berada di sampingnya.
tak ada senyuman,hanya wajah datar yang terlihat di depannya.anya mengalihkan pandangannya pada kedua orang tuanya di depannya.
"kenapa ayah dan ibu tidak memberitahu soal kedatangan kalian?" tanya anya mencoba mencairkan suasana.
"ayah dan ibu mau memberi kejutan untukmu" balas ibu anya sambil terkekeh.
"dan kalian berhasil membuatku terkejut" ucap anya tersenyum bahagia.
Anya tersenyum bahagia,senyumnya terlihat begitu manis..ya kebahagiaan nya saat bisa bertemu dengan kedua orangtuanya,bukan karena pernikahannya saat ini.
__ADS_1