
Hari ini anya berangkat ke kampus meski tidak ada jam mata kuliah,setelah mengambil tempat duduk di salah satu meja kantin kampus,anya meletakkan tas selempangnya ke atas meja.
"kau sudah lama?" tanya jennifer yang mengambil duduk di depan anya.
"aku baru sampai" balas anya datar,menyandarkan kepalanya di atas meja.
"apa terjadi sesuatu?" tanya jennifer mengernyitkan keningnya melihat keadaan anya di depannya.
Tiba-tiba suara hp anya berdering dari dalam tasnya,anya mengangkat kepala dan mengambil hp dari dalam tasnya.wajahnya menjadi pias saat melihat layar hp nya.anya menatap jenni,lalu kembali melihat layar hp nya dan mengangkatnya.
"hallo..nyonya...baik nyonya" jawab anya lalu memasukkan hp nya kembali kedalam tas miliknya.
"nyonya meghan?" tanya jennifer memastikan.
anya mengangguk pelan,melipat kedua tangannya di dada.
"bukankah hari ini kau akan memberikan jawaban?kau akan menerimanya kan?aissshhh..jika kulihat keadaan mu sekarang sepertinya aku tahu apa keputusanmu" ucap jennifer mengetuk meja dengan jarinya.
Anya beranjak dari kursi dan menyelempangkan tas ke tubuhnya.
"apa kau mau aku temani?"ucap jennifer ikut beranjak dari kursinya.
"terima kasih jennifer,aku pergi sendiri saja" balas anya." kau masih ada kelaskan?"ucap anya lagi lalu melangkahkan kakinya berjalan meninggalkan kantin.
"anya....aku harap kau menerimanya,,pikirkan kebahagiaan orangtuamu..jangan lupa kabari aku" ucap jennifer yang mengikuti langkah anya di belakang.
setelah mengantar anya ke depan kampus,dan melihat taxi anya melaju meninggalkan kampus jennifer masuk kedalam kampus lagi.
"oh tuhan...semoga saja anya bisa memutuskan yang terbaik untuknya" gumam kecil jennifer dalam langkahnya.
Anya sudah tiba di restoran yang di katakan nyonya meghan tadi waktu di telpon.setelah membayar ongkos taxi,anya memandang restoran mewah di depannya.
bukankah ini restoran milik keluarga george..aku harap aku tidak bertemu dengannya di sini
Anya menapaki tangga berjalan naik menuju pintu utama restoran.seorang lelaki tersenyum ramah pada anya dan membukakan pintu transparan itu untuk anya.
"selamat siang nona.." sapa pria penjaga pintu itu.
anya mengangguk dan tersenyum masuk kedalam restoran.suasana dingin dan nyaman langsung terasa.seorang pelayan wanita berjalan menghampiri anya.
"selamat siang nona..anda sudah pesan meja?" tanya pelayan itu tersenyum ramah.
"meja atas nama nyonya meghan"jawab anya mengedarkan pandangan nya kesekeliling restoran.
"silahkan nona..ikuti saya" ucap pelayan dan berjalan menunjukkan.
pelayan berjalan menaiki tangga menuju lantai dua,anya mengikuti langkah pelayan sembari mengamati keindahan restoran,gaya klasik restoran membuat seakan kembali pada zaman abad terdahulu,kursi-kursi dan meja yang terpahat dengan ukiran-ukiran indah di setiap sisinya,lampu gantung yang terletak di tengah-tengah atap plavon menambah kesan unik dan megah,tanaman hias yang terletak di setiap sudut ruangan terasa sangat menyegarkan,menambah kesan elegan restoran.
"silahkan nona..." ucap pelayan saat sudah membuka pintu sebuah ruangan.terlihat ukiran VVIP di pintu yang sudah terbuka.
"terima kasih" anya membalas.
"anya...kau kah itu" ucap seseorang.
__ADS_1
anya menoleh ke arah suara yang memanggilnya, george berdiri beberapa meter darinya.
"astaga...ternyata beneran kau" ucap george saat sudah berada di dekat anya.
dengan gerakan matanya george memberi kode agar pelayan itu segera pergi,pelayan itu pun undur diri meninggalkan mereka.
"apa yang kau lakukan disini,,kau ada janji bertemu orang di sini?" tanya george.
"iya..sebentar lagi mungkin datang" jawab anya datar dan berjalan masuk kedalam ruangan dan duduk di salah satu kursi.
George mengikuti langkah anya dan duduk berhadapan dengan anya.
"apa kau bertemu dengan kekasihmu di sini?" tanya george menuangkah teh hangat kedalam cangkir dan menghidangkannya di depan anya.
"aku janji bertemu dengan temanku di sini" ucap anya datar,tanpa menatap geroge di depannya.
"pria..wanita? tanya geroge dengan tatapan ingin tahunya.
anya menggerutu dalam hatinya.
"bukan urusan mu tuan george" balas anya kesal dengan gerutuan dalam hatinya.
"oke..." george bangkit dari kursinya dan tersenyum memandang anya yang sama sekali tidak memandangnya.
"selamat menikmati makan siangmu nona anya..jika ada yang kau perlukan pencet bel yang terletak di sisi meja" ucap george menunjukkan sisi bawah bagian meja.
"terima kasih george" balas anya datar.
goerge pun melangkah keluar dan menutup pintu.
"george" panggil seseorang di belakang nya.george menghentikan langkahnya dan berbalik.
"auntie meghan..." ucap george terkesiap melihat wanita di depannya.george berjalan menghampiri meghan.meghan tersenyum dan memeluk george.
"bagaimana kabarmu?" ucap meghan melepas pelukan dan menatap george.
"aku baik-baik saja..auntie" balas george tersenyum.
"auntie sangat merindukanmu" ucap meghan sendu.
"maafkan george..waktu itu pergi tanpa pamit" balas george lirih.
"sudahlah..semuanya sudah berlalu" balas meghan mengelus pundak george pelan,dia tahu george masih belum melupakan peristiwa waktu itu.
"bagaimana kabar zein?" tanya george ragu.
meghan menghela nafasnya pelan.menatap george lama dan tersenyum kecil.
"tidak ada yang berubah dari zein,dia masih sama sepert dulu"
"maafkan george.." ucap george lirih dan menundukkan wajahnya.
"zein akan baik-baik saja..." balas meghan sembari teesenyum." kita akan bicara lain waktu,auntie ada janji dengan seseorang di sini" ucap meghan lagi.
__ADS_1
"titip salam buat uncle dan nadine "
meghan mengangguk.
"jaga dirimu..auntie masuk dulu" ucap meghan undur diri dan berjalan menuju ruangan dimana anya sudah menunggunya.
George memperhatikan langkah meghan masuk kedalam ruangan dimana dia baru saja keluar dari sana,george mengernyitkan dahinya.
ada urusan penting apa anya bertemu dengan auntie meghan.
"kau sudah memutuskan?" tanya meghan pada anya yang duduk berseberangan dengannya.
anya terdiam,hanya menatap cangkir teh di depannya.
flash back on
"apa??menikah..??" ucap ayah anya terkejut.anya menatap takut wajah sang ayah yang terlihat di layar hp nya.
"anya mohon ayah merestui dan menjadi wali nikah buat anya" ucap anya pelan.dia tahu dari ekspresi wajah ayahnya yang terlihat kesal.
" apa yang sebenarnya terjadi sayang...kenapa tiba-tiba kau ingin menikah?" gantian ibu anya yang bersuara.
"anya baik-baik saja bu.." ujar anya menatap wajah ibunya.dia tidak tahu alasan apa yang akan di katakannya pada orangtuanya karena anya juga tidak tahu alasan apa nyonya meghan ingin menikahkan nya dengan putranya.
"kau tidak mau menjelaskannya pada kami...batalkan niatmu itu dan pulanglah ke indonesia" ujar sang ayah berkata tegas.
klik...panggilan terputus.
flash back end
"maafkan saya nyonya,,saya tidak bisa membantu anda" ucap anya menatap wajah meghan.
"jadi itu alasan mu menolak..karena orangtuamu tidak setuju" balas meghan menyesap teh nya pelan.
meghan menggeser hp nya ke hadapan anya.
"berikan nomor orangtuamu..saya yang akan bicara pada mereka" ucap meghan memerintah.
"tapi nyonya..." balas anya
meghan menatap anya kesal.anya langsung mengambil hp milik meghan dan mengetikkan nomor ayahnya.anya meletakkan hp meghan kembali ke tempatnya.meghan mengambil ponselnya dan menyimpan nomor itu.
"saya pastikan kamu akan menjadi menjadi menantu saya" ucap meghan berdiri dan mengambil tasnya.
anya terkesiap mendengar perkataan meghan dan berdiri di hadapan wanita itu.
"saya akan mengabari kamu" ucap meghan lagi dan berjalan meninggalkan anya.
anya terduduk lagi di kursinya setelah meghan keluar.
***apa yang akan di lakukan nyonya meghan pada orangtuaku...batin anya
***************
__ADS_1
bersambung***.....