
author pov
Pagi itu anya meninggalkan appartemennya dengan rasa kesal.ya kesal..kesal akan tingkah stevie yang mengundang george ke appartemen tanpa izin darinya dulu.anya berjalan di atas trotoar dengan menendang batu-batu kecil di hadapannya,hanya itu yang bisa di lakukannya untuk mengungkapkan rasa kesal di hatinya.anya melangkahkan kakinya masuk ke dalam kampus.hari ini adalah hari pertama nya untuk kuliah.anya masuk ke dalam kelas dan duduk di salah satu bangku di depan,suasana kelas saat itu masih sepi hanya ada dirinya di dalam.
Lamunan anya kembali mengingat kejadian tadi malam,kedatangan george ke appargemennya,dan semua itu adalah ulah stevie.sebagai tuan rumah yang baik anya menerima kehadiran george dengan senyuman,padahal sebenarnya anya sudah merasa kesal.anya tahu selama ini george memiliki perasaan khusus kepadanya namun anya tidak bisa membalas perasaan george karena memang anya tidak menyukai laki-laki itu,dia hanya menganggap george hanya sebagai teman biasa saja.namun kedatangan george ke appartemen nya tadi malam seakan membuka jalan buat george untuk mendekatinya lagi,dan yang membuat anya lebih terkejut lagi adalah resto dimana anya akan bekerja afalah milik keluarga george.
Suara nada ponsel berbunyi dari dalam tas anya,membuyarkan lamunannya.ada rasa enggan untuk menjawab panggilan itu,tapi anya tetap mengangkatnya.
"hallo anya..kau dimana?" tanya suara wanita di seberang sana.
"aku ada kelas pagi,,maaf aku tidak membangunkan mu" jawab anya datar.
"apa kau marah kepadaku soal tadi malam?" tanya stevie lagi dengan nada menyesal.
"tidak..aku tidak mau membahas soal itu lagi" ucap anya menutupi rasa kesalnya.
"aku benar-benar minta maaf..seharusnya aku menolak keinginan george untuk datang ke appartemenmu" ucap stevie sedih.
"aku tidak apa-apa stevie,aku baik-baik saja.oh ya sepertinya aku tidak bisa bekerja di resto,tolong kau sampaikan maafku pada george ya" ucap anya
"ya aku mengerti kenapa kau melakukan itu,aku tidak akan memaksamu lagi" jawab stevie.
"terima kasih stev"
"sekali lagi maafkan aku ya anya.."
"sudah..aku tidak marah kok" jawabku lagi.
"thanks..bye anya" ucap stevie menutup telpon.
aku memasukkan jp ku lagi kedalam tas, mengeluarkan sebuah buku dan membacanya,jadwal kelas masih satu jam.
"anya.." suara seseorang memanggilnya.
__ADS_1
anya menoleh ke arah suara.pak smith berdiri di depan pintu kelasnya.anya bangkit dari kursinya dan berjalan menuju pak smith.
"selamat pagi pak" sapa anya membungkukkan pelan kepalanya.
"pagi juga..kamu ikut ke ruangan saya sekarang" ucap pak smith berjalan meninggalkan kelas anya.
Anya yang merasa bingung dengan ucapan pak smith mengikuti langkah pak smith di belakang,dalam hati anya bertanya-tanya kenapa pak smith memintanya untuk ikut ke ruangannya,apakah ada kesalahan yang telah di perbuatnya.anya sudah berada di dalam kantor kerja pak smith.
"anya..ada seseorang yang ingin bertemu dengan kamu,bapak ini akan mengantarkan mu" ucap pak smith melihat laki-laki yang duduk di sofa.
anya terkejut sekaligus bingung mendengar penuturan pak smith,anya memandang laki-laki yang sudah berdiri dari sofa,laki-laki itu tersenyum ramah pada anya.
"tapi pak..saya ada kelas pagi ini" ucap anya melihat pada pak smith.
"hanya sebentar,pergilah" ucap pak smith.
"tapi pak....."
"silahkan nona,,sebelum kelas di mulai saya akan mengantar nona kembali kesini" ucap laki-laki itu sopan dan menyilahkan dengan tangannya.
"silahkan nona anya..kita tidak punya waktu banyak" ucap laki-laki itu sopan.
"kita mau kemana pak?" tanya anya mulai panik.
"majikan saya ingin bertemu nona" jawab laki-laki itu sopan.
"majikan..siapa?" tanya anya mulai penasaran.
"silahkan nona" ucap laki-laki itu lagi tanpa menjawab pertanyaan anya lagi.
Setelah anya masuk dan duduk di kursi penumpang di belakang,laki-laki itu berjalan memutar masuk kedalam mobil dan melajukan mobil meninggalkan kampus.selama di dalam perjalanan anya hanya diam,memandang jalanan kota pagi itu,hati dan pikiran anya berkecamuk,untuk apa sebenarnya dia bertemu dengan orang yang di sebut majikan oleh laki-laki yang sedang memyetir di depannya ini.mobil memasuki area parkir di sebuah kafe yang berada tidak jauh dari kampus,kafe yang menjadi langganan anya dan jennifer untuk nongkrong.anya keluar dari dalam mobil dan berjalan mengikuti langkah laki-laki di depannya ini.laki-laki itu menarik sebuah kursi dan mempersilahkan anya duduk.anya pun duduk,tatapannya beredar pada sekeliling kafe,tidak ada siapapun di sini..sepi
"nyonya akan datang sebentar lagi,nona tunggu saja" ucap laki-laki itu lalu pergi.
__ADS_1
seorang pelayan datang,menghidangkan secangkir teh dan satu piring keci biskuit.anya tersenyum dan mengucapkan terima kasih pada pelayan sebelum pelayan itu berlalu.anya menyesap teh dan memakan sepotong biskuit,anya memang belum sempat sarapan tadi karena masih kesal dengan stevie.
"anya salsabilla" sebuah suara memanggil namanya dengan lengkap.
Seorang wanita cantik kini sudah duduk di depannya.anya langsung bangkit dan menunduk di depan wanita itu.
"duduklah.." ucap wanita itu tersenyum.
anya mengangguk dan duduk kembali di kursinya,anya menundukkan wajahnya ke bawah.
"kamu mengenal saya?" tanya wanita itu membuka suara.
"maafkan saya nyonya..apa saya melakukan kesalahan sehingga nyonya ingin bertemu dengan saya" jawab anya terbata dan takut.wajahnya masih menunduk tak berani menatap wajah di depannya,anya tahu dengan siapa dia sekarang bicara..dia adalah meghan..nyonya besar pemilik universitas dimana anya sekarang belajar.
"tidak perlu takut..kamu tidak melakukan kesalahan apapun" ucap wanita itu lagi.
anya mengangkat wajahnya,menatap wajah wanita di depannya,,
"kalau boleh tahu,ada apa nyonya memanggil saya kemari" tanya anya pelan dan sopan.
"saya membutuhkan bantuan kamu" ucap nyonya meghan.
"bantuan..bantuan apa nyonya?jika saya mampu saya akan melakukannya buat nyonya" ucap anya lagi.
"saya yakin kamu pasti bisa melakukannya" ucap nyonya meghan menanggapi perkataan anya.
"bantuan apa yang nyonya ingin kan dari saya?" tanya anya penasaran.
"jadilah menantu saya" ucap nyonya meghan dengan senyuman di wajah cantiknya.
deg deg deg
jantung anya berdetak dengan kuat,tanpa sadar tangannya yang berada di atas meja menyenggol cangkir teh hingga cipratan teh hangat itu mengenai tangannya.melihat hal itu nyonya meghan menyerahkan selembar tissu pada anya,anya menerimanya dan membersihkan noda teh di tangannya.
__ADS_1
menikah..jadi menantu..apa aku sedang bermimpi..
batin anya meremas tissu di tangannya.