
Pagi ini aku bangun seperti biasanya,jam beker yang selalu setia membangunkan ku setiap pagi.aneh rasanya di zaman modern yang serba canggih ini wanita sesoalita seperti aku ini masih menggunakan jam beker jaman baholak yang mungkin saat ini sudah masuk kategori barang unik dan langka.aku mematikan dering jam beker ku yang berteriak kencang sekarang ini,aku takut suara nya yang nyaring bisa membangunkan tidur suamiku.sejenak ku tatap wajah tampan suamiku,meski samar namun aku biaa melihat garis keriput di wajahnya,dia tiga tahun lebih tua dariku meski begitu dia masih tetap tampan dan menarik untukku.ya aku sangat mencintainya,aku merasa kasihan padanya,sejak keadaan zein berubah aku memilih untuk mengurus zein ketimbang membantunya mengurus perusahaan,sebenarnya tidak tega melihat suamiku kewalahan mengurus perusahaan sendirian tapi aku lebih tidak tega lagi jika harus melihat zein di urus oleh orang lain,pernah sekali saat aku dan suami sedang mengobrol di atas tempat tidur rutinitas yang biasa kami lakukan sebelum tidur.
"aku sudah lelah,,rasanya tidak sanggup lagi harus mengurus perusahaan sendirian" ucapnya saat aku memijat tubuhnya.
aku menatapnya sendu dan merasa bersalah,semua ini tidak akan terjadi jika aku masih membantunya seperti dulu.
"maafkan aku..aku juga sebenarnya kasihan melihat mu tapi bagaimana dengan zein jika aku kembali aktif membantumu?" ucapku lirih.
"sudahlah..harusnya aku tidak mengeluh padamu,,zein yang terpenting juga buat ku" balas brian sambil memelukku.
"aku akan cari solusi untuk semua ini..kita hanya punya zein..cuma zein penerus laki-laki dalam keluarga kita" aku membalas perkataan brian dan membalas pelukannya.
aku tersenyum saat mengingat hal itu,kesetiaan dan pengertian brian teramat berharga buatku,brian tidak pernah surut menyemangati ku dalam menghadapi tingkah dan perilaku zein yang luar biasa menguras tenaga dan emosiku.
"morning sayang" brian mengejutkan ku,dia mencium sekilas bibirku.
"pagi honey...maaf membangunkanmu" balasku mencium bibirnya.
"apa yang sedang kau lamunkan?" tanya brian duduk di sandaran tempat tidur.
"seperti biasa..aku memikirkan zein" balasku lalu bersandar di bahu brian.
"kemarin bernard datang ke kantor ku"
aku menoleh menatap lekat wajah brian,untuk apa adik suamiku itu mendatangi brian ke kantornya.setelah apa yang terjadi selama ini,masih berani dia menemui brian.
"untuk apa dia menemuimu" ucapku tidak suka pada brian.
"dia menawarkan dirinya untuk membantuku mengurus perusahaan" jawab brian.
"no brian...no..aku tidak setuju jika kau menerimanya bekerja di perusahaan kita" jawabku tegas.
brian terkekeh geli melihat ekspresi ku yang sudah berkacak pinggang di depannya.
__ADS_1
"aku tidak sebodoh itu sayang..kita masih punya zein,
aku yakin zein bisa menjadi penerus keluarga kita" balas brian menenangkanku.
"aku juga akan bicarakan soal ini pada zein..dia harus bangkit dari keterpurukannya saat ini" ucapku semangat.
"apa kau serius?kau yakin dia mau?"ucap brian terkejut mendengar rencanaku.
"aku akan mencobanya..aku akan bicara berdua dengannya" ucapku lagi yakin.
"terima kasih ya sayang...kau memang perempuan hebat,jika tidak ada kau entah apa jadinya keluarga kita" ujar brian mencium keningku.
"aku akan lakukan apapun demi keluarga kita,aku tidak mau orang lain mengacak-acak keluarga kita"
balasku berapi dan memeluk brian lagi.
Rutinitas setiap pagi yang selalu terjadi di rumah ini,sarapan bersama.meski tidak seindah dan selengkap dulu.setelah mengantar sarapan ke kamar zein aku kembali ke meja makan,sudah ada brian suamiku di sana,sedang membaca koran sambil menunggu aku selesai mengurus zein.
"pagi juga sweety..pulang jam berapa kau tadi malam?" ucap brian melipat dan meletakkan koran di atas meja.pandangannya kini tertuju pada nadine,putri bungsu kami.
"come on dad..aku sudah besar usiaku sudah 20 tahun,,aku bisa menjaga diriku sendiri" ucap nadine membantah ucapan brian.
"tapi kau juga harus tahu..kau itu seorang wanita,apa baik seorang wanita pulang larut malam" ucap brian sedikit berteriak menandakan dia sedang berbicara serius.
nadin menoleh ke arahku mencoba meminta pertolonganku lewat matanya.aku hanya tersenyum seolah memberi bantuan padanya.
"sorry dad..aku tak akan mengulanginya lagi" nadin berkata lirih dan memeluk brian dari belakang.
"sudahlah..habiskan sarapan mu dan langsung berangkat kuliah" ucap brian menepuk punggung lengan nadine.
"thanks dad...i love you so much" ucap nadin lalu mencium pipi brian dengan gemas.
"hemmm" balas brian singkat.
__ADS_1
seperti itulah brian dan nadine jika sudah berada di meja makan,tanpa sungkan nadine selalu bersikap mesra dan manja pada brian,hanya nadine yang selalu berhasil menghibur kami bisa di katakan nadine lah pengobat segala kesakitan kami selama ini.senyum manisnya,tertawa cerianya bahkan kejahilannya di rumah ini berhasil membawa suasana rumah kembali ceria seperti dulu.
"aku berangkat dulu ya..ada pertemuan penting hari ini" ucap brian saat menyudahi sarapannya.
"aku nebeng sama daddy ya sampai kampus" ucap nadine menyela.dia juga sudah selesai dengan sarapannya.
"mobilmu kemana nadine?" tanyaku keheranan.tidak biasanya dia minta satu mobil bareng brian.
"lagi malas bawa mobil mom,,boleh ya dad?" pinta nadine memohon.
"trus pulangnya gimana?" tanya ku lagi
"suruh supir jemput aku mom..ntar abis kuliah aku mau lihat yayasan sebentar" jawab nadin menjelaskan.
"oo ya udah kalo gitu..biar daddy yang antar kamu kuliah" jawab brian sumringah saat tahu alasan nadine sebenarnya.
"gitu dong sayang..jadi manusia itu harus bisa bermanfaat bagi orang lain,jangan tahunya cuma senang-senang doang" balasku menyetujui keinginannya.
"thanks mom..ayo dad kita berangkat" ajak nadine menggandeng tangan brian.
"kami berangkat dulu ya" ucap brian mengecup keningku.
"hati-hati...selalu kabari aku" balasku mencium punggung tangannya.
"nadine juga berangkat ya mom" ucap nadine mencium pipi dan tanganku.
"jangan sore-sore pulang dari yayasan" balasku menepuk kepalanya.
"beres mom" ucap nadine.
mereka pun masuk kedalam mobil yang sudah menunggu di depan mansion.setelah mobil keluar dan menghilang dari pandanganku.aku masuk ke dalam rumah dan berniat melakukan rencanaku tadi malam.berbicara pada zein..semoga saja zein bisa mengerti dan menerima keinginanku.
TBC
__ADS_1