
Kelas pagi akhirnya selesai,anya memasukkan seluruh perlengkapan belajarnya kedalam tas.satu persatu mahasiswa keluar meninggalkan ruang perkuliahan terkecuali anya,dia masih betah duduk di kursinya merebahkan kepalanya di atas meja dengan mata terpejam.suara langkah kaki masuk kedalam ruangan mengusik ketenangan ruangan.anya membuka mata dan mengangkat kepalanya.seorang gadis berdiri di depan nya dengan tersenyum manis.
"hai...aku nadine" sapa nadine menjulurkan tangannya.
anya berdiri menatap gadis cantik di depannya.anya sama sekali tidak mengenal gadis di depannya ini.
"anya..." ucapnya membalas menjabat tangan nadine.
"ayo...kita segera pergi" ucap nadine menarik pelan tangan anya.
"kemana?" tanya anya kebingungan melihat nadine menggandeng tangannya.
"mommy menyuruhku menemanimu ke butik,,bukankah semalam mommy sudah memberitahumu" nadine berkata mengingatkan.
"oooo...jadi kau putri nyonya meghan?" tanya anya memastikan.
"benar...ayo kita pergi" ucap nadine menggandeng tangan anya dan mereka pun berjalan keluar meninggalkan kelas.
tatapan tidak senang terlihat dari beberapa mahasiswa perempuan yang melihat nadine berjalan dengan anya.mereka berbisik-bisik sambil menatap sinis pada mereka berdua.
"akhirnya si anak manja punya teman juga" sindir salah seorang dari mahasiswi.
"hahahahaha...ibumu kemana?biasanya selalu di kawal sama ibumu?" ucap mahasiswi lainnya.
nadine menghentikan langkah nya,menatap kesal pada mereka yang mengatainya,saat hendak berjalan menghampiri mereka,namun anya langsung memegang tangan nadine.
"sudah..biarkan saja,ayo kita pergi" ucap anya menenangkan nadine.
"tapi mereka...selalu menggangguku,aku sudah tidak tahan lagi" seru anya mengepalkan kedua tangannya.
"sudah...tidak usah di perdulikan,tidak ada gunanya kau melawan mereka" ucap anya melayangkan pandangan nya pada empat orang gadis itu.
"dasar gadis miskin,,kau tidak pantas berkuliah di sini" ucap gadis yang penampilan nya paling menonjol di antara yang lainnya,mungkin dia adalah bos dari mereka.nadine yang mendengar anya di hina di depannya mengepalkan kuat kedua tangannnya.anya lagi-lagi menahan nadine yang terlihat sudah sangat kesal.
anya hanya diam tidak menanggapi,dia tahu perkataan itu di tujukan untuknya.namun dia memilih untuk diam karena ini adalah area kampus,anya tidak mau terlibat dalam permasalah receh seperti ini.
"ayo kita pergi..." ajak anya dan menarik tangan nadine meninggalkan mereka dan berjalan menuju parkiran dimana supir sudah menunggu mereka.
"aku akan mengadukan mereka pada mommy,,biar mereka di keluarkan dari kampus" ucap anya kesal menonjok jok mobil di depannya membuat supir di depannya terkejut.
"kau tidak perlu melakukan hal itu,biarkan saja mereka" jawab anya yang sudah duduk di sebelah nadine.
"sebenarnya aku sangat kesal pada mereka,,mereka selalu menggangguku selama ini aku hanya diam tapi saat mereka menghinamu tadi aku benar-benar tidak suka" ujar nadine memandang anya.
"terserah mereka mau berkata apapun tentangku,toh apapun yang mereka katakan benar adanya,,aku memang gadis miskin,,tapi aku lebih baik dari mereka,,aku belajar dan bekerja keras agar bisa mendapat beasiswa dan kuliah di sini..ini salah satu impianku" ucap anya berbinar memandang nadine di sampingnya.
"aku senang mempunya calon kakak ipar sepertimu..
__ADS_1
ternyata mommy tidak salah pilih" ucap nadine merangkul tubuh anya.
anya tersenyum saat nadine merangkulnya.anya tidak menduga nadine bersikap seolah mereka sudah saling mengenal lama.anya sedikit senang bahwa nadine bisa menerima kehadirannya.
"kau juga cantik...aku yakin kak zein juga akan menyukaimu" ujar nadine tersenyum pada anya.
"apa dia juga akan datang?" tanya anya saat nadine membicarakan soal zein.
"hemmm...aku rasa tidak,,kak zein tidak suka bertemu dengan orang banyak" balas nadine.
anya hanya ber ooo ria saja mendengar perkataan nadine.
"apa aku boleh bertanya sesuatu? tanya anya pada nadine.
"boleh...soal apa?"tanya nadine
"apakah kakak mu baik-baik saja? anya berkata pelan,,tidak ingin membuat nadine tersinggung akan pertanyaannya.
nadine memandang anya dan mengerutkan dahinya,bingung dengan maksud pertanyaan anya.
"maksudku....apa dia menerima pernikahan ini?" tanya anya memperjelas maksud pertanyaannya tadi.
"kakak setuju...dia menyerahkan segala nya pada mommy" balas nadine menjawab.
"syukur lah kalau begitu" balas anya.
"selamat datang nona muda.." sapa salah satu staf butik.
nadine hanya mengangguk pelan menanggapi staf wanita yang menyambut mereka.anya memandang takjub banyaknya gaun pernikahan yang berada di lemari kaca.
"saya membawa calon pengantin wanitanya" ucap nadine pada staf itu.
"silahkan ikut saya nona.." ucap staf wanita itu mengajak anya untuk masuk kedalam.
staf wanita itu membawa anya masuk ke dalam sebuah ruangan,membantu anya mengenakan gaun pernikahan.anya mematut dirinya di depan cermin besar di hadapannya.anya tak percaya wanita yang berada di depan cermin itu adalah dirinya.
"nona.. anda cantik sekali" puji staf wanita yang membantu anya tadi.
"terima kasih nona...gaun ini sangat indah" ujar anya berputar di depan cermin.
"gaun ini sangat cocok dengan anda" ucap staf wanita itu lagi.
"harganya pasti sangat mahal" gumam pelan anya.
"anda mengatakan sesuatu nona" tanya staf wanita itu.
"oh..tidak..tidak " ucap anya menggeleng.
__ADS_1
"mari kita keluar nona..nona muda nadine pasti takjub melihat anda" ucap staf wanita itu membantu anya mengangkat ekor gaun di belakang.
anya berjalan pelan keluar,menghampiri nadine yang sedang duduk di sofa sambil melihat majalah di pangkuannya.
"nadine..." ucap anya memanggil nadine.
nadine mengangkat wajah nya menatap anya yang berdiri di depannya.
"oh god...you're very beautyfull" ucap nadine terperangah.
anya terkekeh geli melihat ekspresi nadine yang membulatkan matanya.
"ckckckck...kau seperti putri dalam negeri dongeng" ujar nadine,berdiri dan berjalan menghampiri anya.
"kau terlalu memuji...gaun ini sangat indah" ucap anya menyentuh gaun di tubuhnya.
"kau suka?" tanya nadine .
Anya mengangguk malu dan menundukkan wajahnya.
"tolong..antarkan gaun ini kerumah" ujar nadine pada staf wanita.
"baik nona muda..." staf wanita mengangguk dan mengajak anya untuk bertukar pakaian.
"tunggu..." ucap nadine menghentikan.
nadine mengambil sesuatu dari dalam tas selempangnya.aku akan mengambil foto anya dan menunjukkannya pada kak zein.
cekrek...cekrek..cekrek....
nadine mengambil foto anya dengan berbagai macam gaya.anya sampai pusing meladeni permintaan nadine yang menyuruhnya berpose seperti seorang model.
"sudah..sudah...aku capek" ucap anya bersandar pada tembok.
nadine tersenyum melihat hasil jepretan kamera ponselnya,dia sangat senang bisa mengambil foto anya sebanyak ini.
"ya sudah...segera ganti baju..setelah itu kita makan,,,aku sangat lapar" ucap nadine mengelus perutnya.
"apa kau pikir aku tidak lapar..." ujar anya kesal dan memajukan bibirnya ke depan.
nadine terkekeh geli,,menahan tawanya melihat ekspresi wajah kesal anya.
**************
***bersambung
jaga kesehatan..semoga Qif 19 segera berlalu..
__ADS_1
Aamiin***.....