
disebuah rumah sederhana seorang wanita paruh baya sedang sibuk mempersiapkan sarapan untuk suami dan kedua anaknya.
Laila: Rahma Andini bangun sudah siang apakah kalian tidak akan pergi sekolah (teriak Laila dari dapur rumahnya)
Rahma dan Andini: iya buk ini juga lagi siap-siap (jawab mereka kompak)
setelah semua anggota keluarga berkumpul untuk sarapan pagi mereka semua sarapan dalam keheningan karena mereka diajarkan untuk makan tidak boleh bersuara. setelah selesai sarapan Rahma dan Andini pergi ke kampus dan sekolah masing-masing menggunakan sepeda mereka. setibanya di kampus Rahma sudah disambut suara cempreng sahabatnya tak lain Sofia, Sofia langsung memeluk sahabatnya nya dan mengajaknya ke kelas karena jam pelajaran akan dimulai.
Sofia: Rahma ayo ke kelas karena sebentar lagi bel akan berbunyi dan dosen killer kan yang mengajar pelajarang pertama ( ajak Sofia kepada Rahma )
Rahma: iya2 tapi lepasin dulu pelukan nya aku kan gak bisa jalan kalau kayak gini (balas Rahma dengan mencubit cuping hidung Sofia ) setelah itu mereka menuju kelas tanpa ada pembicaraan. setelah selesai pelajaran mereka menuju kantin untuk mengisi perut yang sudah keroncong. sesampainya di kantin Sofia menuju salah satu penjual disana setelah itu Sofia berjalan menuju tempat dimana Rahma duduk menunggunya karena Rahma makan bekal yang dibawakan ibunya tadi pagi. tak lama setelah itu pesanan Sofia diantar oleh salah satu penjual. mereka makan dalam hening namun tiba2 ada anak cowok yang menghampiri mereka dan ternyata itu adalah Iwan yang suka dengan Rahma saat baru pertama masuk kuliah.
__ADS_1
Iwan: Hay cantik boleh gabung gak?
Sofia: boleh aja silakan duduk ( jawab Sofia dengan nada genitnya)
Iwan: Rahma cantik kok kamu diem aja sih kamu kenapa?
Rahma: gak apa2 kamu kenapa gak cari tempat duduk lain sih kan masih banyak yang kosong ( jawab Rahma dengan nada ketus)
Iwan: gak ah kan aku mau dekat mau kan aku gk bisa hidup tanpamu( gombal Iwan pada Rahma)
Iwan: siapa yang cemburu sih orang aku gak ada pacar.
Rahma akan menjawab namun tiba2 dia disiram air sama Intan and genk.
Sofia: span sih kalian main siram2 temen gua ( marah Sofia karena tak terima kalau sahabat baiknya dipermalukan didepan banyak orang dengan Majah merah padam menahan amarah)
__ADS_1
Intan: apaan sih elo maunya aja jadi pengikutnya ( jawab Intan dengan nada kemayunya). sedangkan Rahma masih diam mematung.
Iwan: kamu apa2an sih main siram2 aja( tanya Iwan pada Intan dengan nada dinginnya)
Intan: Iwan sayang kok ngomongnya kayak gitu kan aku jadi sedih ( dengan nada genit sambil bergelayut ditangan Iwan)
Iwan: lepasin gak kalau gak gua gak akan pernah mau ketemu lo lagi ( jawab Iwan sambil menghempaskan tangan Intan dari tangannya)
Intan: sayang kamu kok kasar banget sih sama aku ( dengan wajah yang dibuat imut)
Iwan: Lo pergi dari sini atau gua siram balik ( jawab Iwan sambil membawa sisa jus mangga miliknya)
Intan: tunggu pembalasan gua (bisik Intan pada Rahma yang masih mematung di tempat.
setelah itu Intan segera pergi karena takut dengan ancaman Iwan. sedangkan Rahma masih diam dalam lamunannya dan dikagetkan dengan Sofia yang mengajaknya ke toilet untuk membersihkan bajunya yang kotor dan Rahma seta Sofia pergi tanpa memperdulikan Iwan yang ingin menjelaskan semua agar Rahma tidak salah paham. namun Rahma dan Sofia tetap pergi begitu saja.
__ADS_1