
bulan pun sudah berganti mentari yang bersinar cerah yang mengusik 2 manusia yang tengah tertidur sambil berpelukan. Rahma terbangun lebih dulu karena dia yang terkena sinar matahari pertama sedangkan Raka masih bergelut dalam mimpinya. Rahma yang sudah bangun terkejut karena tidur bersama dengan Raka tapi saat melihat Raka yang tidur sangat lelap Rahma tersenyum sendiri, bagaimana sosok Raka yang tegas dan kadang dingin terhadap orang lain bisa sehangat ini saat bersamanya dan Raka juga sosok yang sangat tampan, hidung mancung, kulit putih, dan bibir yang merah alami karena memang Raka tidak merokok. dan terkadang Rahma juga berfikir kok bisa Raka suka padanya kerena Rahma memang berkulit sawo matang, rambut lurus, dan pipi sedikit chubby. dan saat lamunannya Rahma dikagetkan dengan suara Raka yang baru terbangun dari tidurnya.
" udah liat mandang wajah aku yang tampan ini" ucap Raka dengan pd nya
" siapa juga yang mandangin kamu" elah Rahma sambil memasukkan wajahnya dalam pelukan Raka karena pipinya sudah merah seperti kepiting
" itu muka kamu merah kenapa?" tanya Raka dengan tampang tanpa dosanya
" au ah kamu ini" jawab Rahma sambil memukul dada Raka pelan
" aduh sakit sayang" Raka sambil memegang tangan Rahma yang memukulnya
" kamu ini jangan bercanda melulu,
udah sana kamu mandi bau tau" Rahma
__ADS_1
" bau-bau gini kamu juga suka kan" goda Raka sambil menoel hidung Rahma
" iya-iya udah sana mandi" Rahma
setelah itu Raka pergi membersihkan diri karena memang udah siang dan dia juga akan menyiapkan keperluan Rahma karena nanti sore Rahma sudah diperbolehkan untuk pulang tetapi dengan syarat harus istirahat dulu dan gak boleh banyak fikiran.
dirumah Andini, teman-temannya dan kedua orang tua Raka sedang sibuk untuk menyambut kepulangan Rahma karena Rahma udang menginap beberapa hari di rumah sakit. dan mereka semua sedang sibuk dengan dekorasi makanan dan hal apa aja yang akan membuat Rahma terkejut.
"ini kan mau nyambut orang sakit ya tapi kok kayak ulang tahun" author
" ye kan Rahma udah besar" author
" ya gak apa-apa kan gue yang buat ngapa Lo ikut campur sih Thor" Andini
" iya juga ya kan ini juga cerita gue" author
__ADS_1
" la itu Lo tau" Andini sinis
maafkan percakapan yang tak berfaedah itu.
kembali ke cerita Raka sudah selesai mandi dan dia terus menghampiri Rahma karena melihat Rahma yang sedang ingin mengambil bubur yang ada dimeja untuk sarapan nya.
" udah sini biar aku yang siapin" Raka dengan lembut
" makasih" Rahma dengan senyum manisnya yang melihatkan gigi gingsulnya
setelah Rahma sarapan giliran Raka yang sarapan karena udah dibawakan makanan dari rumah oleh asisten nya.
Raka sarapan sendiri karena asisten nya udah sarapan dirumah. setelah itu mereka berbincang berdua tentang masalah perusahaan dan lain sebagainya karena memang mereka berdua sahabatan dan akan saling cerita tentang apa aja yang dialaminya.
sedangkan Rahma sedang tidur kembali mungkin efek minum obat.
__ADS_1
jangan lupa like comen ya dan berikan dukungan pada author agar author semakin semangat untuk lanjut ceritanya dan maaf karena jarang upload karena author juga harus kerja dan makasih yang udah memberi author semangat semoga author bisa upload setiap hari ya🙏🙏🥰🥰🥰🥰