
Rahma yang tiba-tiba pingsan membuat Mita panik karena saat membalikan tubuh Rahma yang berada dipangkuan nya muka dan seluruh badannya sudah berwarna merah dan ada sedikit bintik-bintik hitam. dan hal tersebut membuat Mita tambah panik karena alergi Rahma Kabuh tapi lebih parah karena biasanya cuma merah-merah doang tapi ini sampai ada bintik-bintik nya dan langsung membawa Rahma ke rumah sakit terdekat bersama kepala proyek dan 1 orang tukang bangunan untuk membantu membawa Rahma Samapi rumah sakit . setelah sampai rumah rumah sakit Rahma langsung dibawa ke UGD untuk penanganan, Mita menunggu sambil berjalan mondar-mandir karena takut terjadi sesuatu pada Rahma. setelah beberapa saat dokter datang dan mengatakan kalau alergi rahma kambuh dan dia terlalu banyak mengonsumsi udang mkanya hingga timbul bintik-bintik hitam dan jika terlambat 1 menit saja nyawa Rahma tidak akan tertolong.
"dok gimana keadaan sahabat saya" ucap Mita dengan panik
" pasien sekarang sedang dalam kondisi kritis karena alergi nya cukup parah dan jika kalian terlambat 1 menit saja mungkin nyawa pasien gak akan tertolong" jelas dokter
" sahabat saya bisa sembuh kan dok" tanya Mita dengan derai air matanya
" doakan saja sahabat mu semoga malam ini bisa melewati masa kritis nya jika tidak maka sahabat kamu saya gak bisa selamat kan" kata dokter
__ADS_1
" dokter gak boleh bicara seperti itu tentang sahabat saya, pasti sahabat saya sembuh" kekeh Mita dengan histeris sambil memukul-mukul dokter tersebut
" kamu tenang dulu memang apa yang dimakan sahabat kamu tadi dan itu hal yang menyebabkan alergi nya kambuh" tanya dokter.
setelah mendengar penjelasan dokter Mita teringat kalau Rahma makan botok yang dibawa kepala proyek sampai habis 1 bungkus.
" iya dokter tadi teman saya makan botok buatan istri bapak Rohman( nama kepala proyek)" jelas Mita
" saya gak tau dok soalnya saya gak makan botok tersebut" Mita
__ADS_1
"maaf mbk Mita saya juga gak tau kalau mbk Rahma punya alergi terhadap udang dan memang jika istri saya membuat botok udangnya akan dihaluskan terlebih dahulu" jelas pak Rohman karena semenjak dokter menjelaskan tentang alergi Rahma kambuh pak Rohman merasa bersalah.
" udah bapak gak usah minta maaf, memang ini juga salah saya yang tidak mencicipi terlebih dahulu makanan yang akan dimakan Rahma karena memang Rahma kalau udah makan makanan enak yang dimakan aja sampai habis" jelas Mita yang sedikit terkekeh saat melihat sahabat nya makan dengan rakus saat makan dengan botok tersebut tanpa peduli isi dalam makanan tersebut.
" tapi saya merasa ga enak ati mbk sama mbk Rahma" ucap pak Rohman
" udah bapak lebih baik berdoa agar Rahma bisa melewati masa kritis nya dan bisa kembali pulih seperti sediakala" pinta Mita
" amiin" ucap pak Rohman, 1 orang proyek dan dokter yang menangani Rahma.
__ADS_1
dan setelah itu dokter pergi meninggalkan tempat karena masih ada pasien yang harus diperiksanya sedang kan Mita menyuruh pak Rohman dan anak buahnya untuk kembali ke tempat proyek untuk menyelesaikan tugas mereka agar toko roti bisa secepatnya dibuka dan seperti kata Rahma sebelum kejadian akan tetap dilakukan sesuai keinginan nya karena Mita udah pegang konsep yang Rahma inginkan.