
setelah 15 menit Siti sudah tidak dapat merasakan hawa dingin yang menyentuhnya.
Siti: dia udah pergi,?
Andini: belum tapi dia berterima kasih sama Lo karena dia dapat merasakan sentuhan kakaknya yang sangat disayanginya dan dia sekarang bisa tenang dan akan pergi ke tempat yang seharusnya.
Siti: bilang sama dia sama-sama
Andini: ok ( sambil membentuk tangan nya menjadi o)
setelah itu Siti mendapatkan hal baru buatnya. setelah itu bel berbunyi tanda jam pelajaran akan dimulai. setelah selesai jam pelajaran mereka tetap dalam kelas karena mereka sama-sama membawa bekal. walaupun Siti anak orang berada tapi dia juga gak suka dengan keramaian. setelah selesai Andini fokus sama Serry yang dari tadi boneka nya itu ingin menyampaikan sesuatu.
Andini: ada apa Ser Lo kok gelisah ( tanya Andini dalam batinnya)
__ADS_1
Serry: gue cuma mau kasih tau Lo kalau bakal terjadi hal yang akan membuat Lo sedih.
Andini: apa yang Lo lihat?
karena memang Serry memang bisaelihat masa depan dan itu yang membuat Andini sedikit takut dengan ucapan Serry.
back story
Serry: bapak kamu akan meninggal karena kecelakaan saat berjualan roti ( jelas Serry)
Siti: apaan sih Lo teriak-teriak gak jelas?
Andini: tadi gue ngomong sama Serry dia berkata kalau bapak gue akan meninggal karena kecelakaan saat jualan (jelas Andini sambil menangis)
__ADS_1
Siti: udah jangan nangis kan itu belum tentu terjadi ( mencoba menenangkan Andini)
Andini: tapi gue takut karena gue belum bisa membahagiakan orang tua gue. gue juga masih suka membangkang kata-kata orang tua gue. gue takut ( lirih Andini)
Siti: udah jangan takut apa kita ijin aja agar Lo bisa pulang dan memastikan keadaan bapak Lo dirumah (bujuk Siti agar Andini bisa lebih tenang)
Andini: tapi Lo temenin gue ya ( dengan pupi eyesnya)
Siti: iya2 gue temenin kalau Lo udah ngeluarin jurus kayak gitu mana gue bisa nolak.
Andini hanya menguarkan sifat manja dan kekanakan nya hanya di depan orang terkasihnya. setelah itu Andini dan Siti pergi keruang kepala sekolah untuk minta izin agar bisa pulang duluan karena ada urusan keluarga. setelah mendapat izin Andini dan Siti berjalan menuju kelas untuk mengambil tasnya. sesampainya depan rumah Andini terkejut karena ada bendera kuning didepan rumahnya. dengan kaki yang bergetar Andini mencoba berjalan kedalam rumah dengan dibantu oleh Siti. sesampainya didalam rumah Andini terkejut karena bapaknya dalam posisi mata terpejam dan dengan wajah yang sudah pucat dan ada darah yang masih mengalir dari belakang kepalanya dan sudah terbujur kaku yang ditutupi kain putih. Andini juga melihat kalau ibu dan kakaknya yang sudah ada di samping jenazah bapaknya sambil menangis dan ibunya berada dalam pelukan kakaknya. Andini menghampiri kakak dan ibunya seketika tangisnya pecah karena Andini memang anak yang paling dekat dengan bapaknya, dari kecil Andini selalu terbuka dengan apa yang dialaminya dan tentang keistimewaan nya hanya bapak dan kakaknya yang tau karena ibunya sangat penakut dan tidak mempercayai hal-hal yang berbau mistis.
flashback...
__ADS_1
Andini sewaktu kecil yang berumur 5 tahun belum menyadari kalau teman-teman yang bermain dengannya itu adalah armah karena yang namanya anak kecil pasti hanya taunya bermain. sampai2 kakaknya memergoki Andini sedang berbicara sendiri dan Rahma yang berusia 8 tahun merasakan adanya aura mistis dari dekat adiknya. setelah itu dia memanggil bapaknya untuk memberitahu kalau adiknya sedang bermain sendiri tapi juga seperti bermain dengan banyak orang. bapak terkejut karena merasa heran dengan Andini yang tertawa lepas seperti orang gila karena tertawa sendiri. setelah itu bapak dan Rahma mendekati Andini dan bertanya Andini sedang bermain sama siapa saja. Andini menceritakan semua teman-teman nya dan semua kejadian yang dialami nya. betapa terkejutnya bapak karena Andini yang mewarisi sifat-sifat mistisnya yang dapat melihat makhluk gaib walaupun Rahma juga bisa tapi cuma bisa merasakan tidak dapat melihat dan berkomunikasi. setelah tau itu semu bapak mengajarkan bagaimana cara-cara agar dapat berkomunikasi dan mengetahui energi itu negatif apa positif bapak mengajarkan itu semua tanpa pengetahuan oleh ibu karena bapak sendiri merahasiakan kemampuannya dari ibu dan dari situlah bapak dan Andini sangat dekat berbeda dengan Rahma yang lebih dekat dengan ibunya karena hobinya yang memasak.
flashback berakhir.