
dalam pesawat Rahma duduk bersama dengan adiknya sedangkan Mita dengan Santi dan Raihan sendiri. di dalam pesawat mereka cuma bersendau-gurau sebentar saja dan setelah itu semua pada istirahat.
sesampainya di Jakarta mereka mendarat dengan selamat. setelah sampai pintu keluar muka Andini begitu pucat karena masih memikirkan ke-dua orang tuanya yang meninggal di kota ini dan hal tersebut tak luput dari pandangan Raihan.
" beb kamu kenapa kok pucat gitu?" tanya Raihan
" gak beb ini mungkin cuma kecapean aja" jawab Andini dengan gugup
karena mengerti situasi Rahma pun langsung mengajak mereka semua keluar bandara karena disana udah ada para sahabat mereka yang menunggu. dan setelah keluar mereka melihat sahabat mereka yang menunggu dengan papan nama yang mereka bawa uang bertuliskan sahabat ku dan hal tersebut membuat Rahma dan Andini sangat terharu dan langsung berlari ke arah mereka.
" huhuhu aku kangen kalian" ucap Rahma dan Andini secara serentak sambil meluk sahabat mereka masing-masing
" kalian ini bikin kami kaget aja" jawab Sofia
sedangkan Siti hanya geleng-geleng kepala saja.
setelah itu mereka segera menuju rumah yang sudah disiapkan oleh Rahma.
__ADS_1
dilain tempat ada seorang pria yang sedang gelisah memikirkan kekasih yang jauh darinya karena memang Raka mengetahui kalau Rahma dan Andini masih trauma dengan kota Jakarta sedangkan Raihan gak tau karena memang mereka bertiga menutupi darinya karena Raihan itu orangnya baperan dan bila tau itu pasti kekasih nya itu gak dibolehin nemenin kakaknya sedangkan Raka juga gak bisa menemani mereka jadinya mereka berbohong demi kebaikan.
" kalau gini kapan pekerjaan gue selesai yang ada di otak gue cuma Rahma doang" gerutunya pada diri sendiri
dan pada saat Raka ngedumel sendiri Boby datang menghampiri
" Lo kenapa sih dari tadi gak selesai-selesai itu berkas" tanya Boby karena mereka akan akrab jika berdua aja sedangkan mereka akan kembali berbicara normal jika ada orang diantara mereka dan pas lagi jam kerja.
" gue masih kepikiran Rahma kan gue gak bisa jauh dari nya Lo tau kan apa yang gue rasain saat ini" jawabnya dengan muka musam
" Lo tau kan kalau gue aja lebih percaya Lo dari pada anak 1 itu " ucap Raka
" memangnya kenapa?" tanya Boby
" karena gue tau betul sifatnya yang baperan dan kadang-kadang bar-bar kadang panikan manalagi dia itu orang penakut kalau sesama manusia yang udah lebih serem dikit tapi kalau sama makhluk gaib aja gak takut dan hal tersebut yang membuat gue ragu sama dia dan buat cerita in semua kejadian yang menimpa Rahma dan Andini" jelas Raka
" udah Lo tenang aja menurut gue sejelek-jelek nya sifat Raihan dia gak bakal biarin kekasihnya kenapa-kenapa p
__ADS_1
apalagi calon kakak iparnya mau dia dibantai sama Lo" goda Boby
" iya juga ya gak akan gue biarin tuh anak hidup dengan tenang kalau sampai terjadi sesuatu dengan Rahma walaupun sepupu gue sendiri" ancam Raka
" Lo itu ya udah bucin sekarang" sahut Boby
" karena cuma Rahma yang bisa ngerubah gue jadi kayak sekarang Raka yang bisa lebih hangat pada orang lain kecuali sahabat dan keluarga gue" jawab Raka
" gue juga tau keles udah itu buruan berkas-berkas nya kan udah ditungguin buat meeting Lo kelamaan" ketus Boby
" kalau Lo bantuin juga cepet selesai ini dan gue bisa nyusul Rahma" tanya Raka
" iya buruan tapi besok Lo masih ada meeting yang gak bisa Lo tinggalkan jadi besok belum bisa mungkin lusa" jawab Boby
" ok kalau begitu ayo cepat "ajak Raka dengan semangat
dan setelah itu mereka berdua bekerja hingga larut dan besok pekerjaan nya yang terakhir harus diselesaikan sebelum menyusul kekasih nya itu.
__ADS_1