Jalan Kehidupan(Istri CEO)

Jalan Kehidupan(Istri CEO)
episode 24


__ADS_3

diruang tamu papa raka, Raka,Raihan membahas tentang pembukaan cabang perusahaan yang akan dibuka di Jakarta karena memang dari dulu papa Raka berniat membangun perusaan disana namun apalah daya karena kakek Raka tidak mengijinkan maka dari itu papa Raka menuruti keinginan mendiang ayahnya. dan karena Sekarang memang keadaannya Raka yang memimpin perusahaan dia menyarankan untuk membangun di kota metropolitan itu agar bisa mengurangi tingkat pengangguran disana dan menciptakan lapangan pekerjaan untuk yang membutuhkan.


sedangkan disisi lain Rahma,Andini dan para sahabat sedang berbincang mengenai toko roti mereka yang baru saja buka udah sangat rame bahkan kadang sebelum waktunya mereka pekerja habis roti sudah habis duluan maka dari itu banyak yang kecewa jika toko tutup lebih awal dan kadang juga kalau sudah buka para pelanggan sampai berebut untuk masuk.


" dek gimana toko" Rahma


" bagus kak kadang juga tutup awal" Andini


" iya kadang juga para pembeli banyak yang kecewa" sahut Mita


" iya sampai ada yang mohon buat ibunya atau sang kekasih" Santi


" Alhamdulillah kalau gitu, Sofia Siti gimana kos-kosan?" Rahma


" baik dan udah penuh semua dan gak ada komplain" Sofia


" kalian kalau ada yang komplain langsung tangani ya" Rahma


" wokeh" kompak Sofia dan Siti


" oh iya jangan juga terlalu kecapean kan kalian juga kerja di perusahaan kan" Rahma

__ADS_1


"iya maaf ya kak Sofia dan Siti udah merepotkan" Andini


" gak repot kok kan kita juga saling menguntungkan" jawab Siti


" gimana keadaan orang tua kalian" Santi


" baik mereka sekarang udah tidak bekerja lagi karena kita yang melarang nya karena udah tua juga" Sofia


" oh ya kapan kamu nikah sof" Rahma


" 2 bulan lg kamu nanti datang kan" Sofia


" pasti kalau itu dong, berarti duluan Mita dong kan tinggal 1 bulan lg" Rahma


" Siti gimana kuliah kamu?" Rahma


" baik kok kak tenang aja" Siti


" tapi kamu gak kerepotan sambil mengurus kos-kosan sendiri nanti jika Sofia sudah menikah?" Rahma


" gak sih kak soalnya udah terbiasa juga, itung-itung buat tambahan uang jajan hehehe" Siti

__ADS_1


" memangnya aku dipecat ya?" Sofia dengan mata berkaca-kaca


" memangnya aku bilang pecat kamu?" Rahma


" tadi kamu bilang Siti suruh sendiri an" Sofia


" gini kalau kamu udah nikah kan waktu kamu terbagi lagi untuk suami kamu dan juga kan kamu pasti belum bilang suami kamu jika dia masih memperbolehkan kamu ngurus kos sambil kerja aku sih oke-oke aja gak ada masalah, tapi jika suami kamu melarang bekerja kamu harus nurut" jelas Rahma


" iya makasih ya udah mau jadi sahabat aku" ucap Sofia dengan tulus


saat sedang berbincang-bincang mereka dikagetkan dengan kedatangan Raka


" sayang" panggil Raka kepada Rahma


seketika ke enam gadis tersebut menoleh


" iya yang ada apa?" tanya Rahma


" kamu udah minum obat belum?" Raka


" belum memang kenapa?" balik tanya Rahma

__ADS_1


Raka menatap tajam Rahma kemudian pergi begitu aja dan hal tersebut membuat kelima gadis hanya bisa geleng-geleng kepalanya melihat kelakuan Raka. setelah beberapa saat Raka kembali muncul dengan nampan ditangan nya berisikan air minum dan juga obat-obatan nya Rahma.


__ADS_2