
Lisa melewati hari itu dengan agak murung, sang mama yang menyadari ada yang berbeda pada sang anak sulung, ahirnya bertanya..
'Ada apa Nak.. apa kamu punya masalah?'
Lisa hanya menggelengkan kepalanya pelan.
'Bukankah mama dan papa selalu mengajarkan keterbukaan pada kamu dan adikmu? mama tahu ada yang terjadi Lisa, tadi kamu pulang dengan keadaan yang sangat sangat semrawut, seragam kamu juga cukup kotor.. sekarang ceritakan pada mama apa yang terjadi. ' pinta sang mama dengan lembut namun terdapat ketegasan dalam suaranya.
Lisa tahu dia harus mulai berbicara, dan akhirnya dengan berat hati mulai menceritakannya, meski tidak semuanya, karena dia tidak ingin mamanya sedih. Mamanya pun langsung memeluk Lisa dan berusaha menenangkannya.
Lisa selalu memegang teguh prinsip hidupnya, dengan begitu dia kuat dalam menjalani hidupnya.
~ Kesusahan, kepahitan, kesakitan atau juga kepedihan cukuplah dipendam untuk satu hari saja.. bila tiba malam, biarkan malam yang akan mengambil dan melenyapkan semua itu di dalam kegelapannya yang pekat. biarkan semua menghilang ditelan kerlip cahaya bintang, agar... ketika tiba saat pagi menjelang, gelap berganti dengan terang, ketika kita bangun dengan ditemani kicauan burung dan mentari yang muncul di ufuk timur, membawa warna indah, serta kehangatannya, menerangi alam dengan cahaya indahnya, maka itupun yang bisa kita rasakan hanyalah rasa hangat dan kebahagiaan serta keceriaan seperti apa yang alam pagi tawarkan. ~
Lisa Andriana**
Malam pun semakin larut, membawa gadis itu ke alam mimpinya...
***
__ADS_1
Keesokan harinya...
Lisa menjalani hari ini seperti biasanya, tidak terlihat lagi raut wajah sedih, terluka dan lelah akibat hal yang terjadi padanya kemarin.
Ya,, ini adalah pagi yang indah di hari yang baru, jadi Lisa pun sudah melupakan masalah kemarin, diganti dengan rasa syukurnya kepada Tuhan karena dia masih bernafas, dan bisa menikmati hari ini.
Di sekolah...
Jam Istirahat..
Lisa masih betah duduk dan berkutat dengan semua buku yang ada di meja, yang baru saja dipinjamnya dari perpustakaan. Sama sekali tidak terganggu dengan 3 orang di depannya yang sedari perpustakaan tadi terus saja mengekori dirinya.
Lisa terus saja menyibukkan dirinya dengan belajar. Karena sebentar lagi sudah akan ujian semester genap, juga sebagai ujian kenaikan kelas. Lisa ingin mempertahankan nilainya tetap baik, bukan untuk mengejar peringkat tapi untuk membuktikan kepada orang yang sudah menghinanya, bahwa dia memang pantas untuk mendapat beasiswa.
\*
Setelah menerima beberapa pengumuman tentang waktu libur dan lainnya, merekapun mulai membubarkan diri dan bersiap untuk menikmati masa liburan dengan rencana masing-masing.
Lisa,Gita,Edis dan Dina juga sudah berjalan keluar gerbang sekolah. Gita, Edis, dan Dina rencananya akan berlibur bersama keluarganya masing masing, sedangkan Lisa seperti biasa akan membantu kedua orang tuanya di kebun.
Saat mereka berjalan sambil asik berbincang, tiba-tiba Victor datang menghampiri mereka. Dia ikut berjalan di samping Lisa. Gita terlihat tidak senang melihat itu, karena dia tahu bahwa sang ketua kelas itu menyukai Lisa, sementara Gita begitu menginginkan Lisa bisa dekat dengan Aldy.
'Lisa nggak usah dekat-dekat Victor, sini bareng aku aja..' ucap Gita.
__ADS_1
'Idiih.. Lo kenapa sih Git sewot banget lihat aku deket sama Lisa, orang Lisanya aja nggak keberatan, ya kan Lis?..' jawab Victor tak mau mengalah, yang hanya ditanggapi Lisa dengan senyum manisnya.
Meski dia tidak suka namun Gita tidak bisa melarang Victor karena itu bukan haknya, alhasil, dia hanya bisa melihat itu dengan tatapan yang sangat tidak bersahabat.
Merekapun berpisah ke arah tujuan masing-masing. Victor pun menawarkan diri untuk mengantar Lisa pulang.
'Lis, pulang bareng yuk,,' ajaknya.
'Nggak usah Tor, arah kita kan beda, aku naik angkot aja kayak biasa..' Lisa menolak dengan halus. Namun Victor tak menyerah dia terus memaksa hingga akhirnya Lisa pun setuju, dan mereka pun pulang bersama.
\*
Kembali ke sekolah..
Lisa hampir telat tiba di sekolah gara\-gara dia bangun agak kesiangan. Dia pun segera bergegas menuju kelas barunya, kali ini dia masih sekelas dengan Dina, dan Edis ada di kelas sebelah, sementara Gita berada di kelas lain, karena dia memilih jurusan IPS.
Lisa kadang masih diganggu oleh Angel, tapi dia tidak begitu mempermasalahkan itu, selama pelajarannya juga tidak terganggu, hingga akhirnya tanpa terasa satu tahun pun sudah berlalu. Mereka pun sudah tiba di kelas akhir SMA. Lisa yang terus ditanyai kabar oleh Aldy, juga dari Victor memutuskan untuk mengabaikan keduanya. Dia benar-benar fokus untuk menyelesaikan masa SMAnya dengan hasil terbaik..
Hari hari pun berganti jadi minggu, minggu berganti dengan bulan, hingga akhirnya bulan pun berganti jadi tahun.
Dan hari yang mereka nanti sejak pertama masuk SMA, yaitu lulus dan menyelesaikan masa pendidikan sebagai seorang murid sekolah tibalah. Wajah wajah ceria itu sudah cukup menggambarkan betap saat ini mereka sungguh senang, bersyukur serta bahagia.3 tahun masa SMA sudah selesai dan mereka bersiap untuk melangkah ke jenjang yang lebih lanjut....
__ADS_1