Jalanku

Jalanku
Memilih Pergi


__ADS_3

PRESENT


***


 


Melihat kecanggungan yang masih saja terjadi, Kiki akhirnya menyikut lengan Sindi lalu memberikan sebuah kode kepada kekasihnya itu, Sindi yang seolah paham dengan situasi, segera menangkap maksud dari sang kekasih, ia pun akhirnya membuka suaranya,


 


'Eheemm..' Sindi berdehem kemudian mendekati Lisa, lalu kemudian berbisik padanya..


'Lisa.. kayaknya udah makin sore nih aku takut mama aku nyariin aku kayak kemarin itu.. jadi aku sama Kiki mau balik sekarang.. Kamu mau ikut balik atau..?' Sindi menggantung kalimatnya.


'Aku.. aku balik bareng kalian..' seru Lisa dengan cepat.


'Iya.. kita pulang sekarang.. ayo sebelum nanti lebih gelap, keburu macet ntar..' tambahnya lagi dan kemudian tanpa menunggu kedua temannya itu, dia pun segera berjalan dengan agak terburu, bahkan tanpa menoleh ke belakang.


'Eh.. eh.. Lis tunggu dong,,' seru Sindi yang kaget karena Lisa sudah jalan lebih dulu.


'Mobil, mobil aku, yang nyetir juga aku, kuncinya juga ada sama aku, eh.. malah dia yang duluan pergi...' rutuk Kiki dalam hati, sebelum kemudian ikut berjalan menyusul kedua gadis yang sudah agak jauh di depannya.


'Oh iya, kita balik dulu ya..' Kiki yang menyadari Ryan masih berdiri terpaku di tempatnya sejak tadi, akhirnya pamit.


Tempat pakir..


 


Saat hendak membuka pintu mobil, tiba-tiba tangannya ditarik paksa dari belakang. Yaa,, siapa lagi kalau bukan Aldy pelakunya, cowok yang tadi ditinggalkan begitu saja tanpa pamit sama sekali.


 


'Apaan sih kak?.. aku mau pulang keburu malam nih, bye..' ucap Lisa cepat sambil melepaskan tangannya dari genggaman Aldy.


'Kita bahkan belum sempat bicara Lis,, dan kamu lebih milih pergi?' ucap Aldy.


'Memang kakak mau bicara apa?'


'Banyak yang harus kita bicarain..' ucap Aldy lagi sambil menggenggam tangan Lisa


'Lepas Kak, aku mau pulang sekarang' Lisa kembali melepaskan tangannya dari genggaman Aldy.


'Kamu pulang sama aku' ucap Aldy dengan suara yang sedikit meninggi kali ini.

__ADS_1


'Nggak, aku kemari sama teman aku, jadi aku mau balik sama mereka juga' balas Lisa lagi.


'Aku yang akan antar Lisa pulang nanti, kalian pulang duluan aja..' kata Ryan kepada dua orang yang masih menunggu Lisa di mobil. Mereka berdua pun hanya bisa mengangguk dan kemudian segera pergi dari tempat itu.


 


Lisa yang tak terima karena ditinggalkan oleh kedua temannya, berlari berusaha mengejar mobil yang sudah melaju itu, sambil berteriak.. 'Sindi... Sin.. Ki.. tungguin gue.. Kiki.. Sindi..' Lisa terus berteriak.


Aldy yang sudah semakin geram karena kelakuan gadis itu langsung menarik dia menjauh dari situ..


 


'He.. lepas kak.. lepasin!!' pinta Lisa yang sudah diseret oleh Aldy, namun tak direspon sama sekali. Aldy terus menariknya menuju mobilnya.


'Kak lepas,, sakit.. auww..' rintih Lisa yang masih berusaha melepas genggaman Aldy di pergelangan tangannya,. tapi justru genggaman itu malah semakin erat.


 


Aldy yang memang sudah emosi sejak tadi, karena terus diabaikan dan tidak dianggap oleh Lisa, tidak menghiraukan permintaan Lisa yang terus meronta memintanya untuk melepaskan pegangannya, dia justru semakin mengeratkan pegangan tangannya. Bahkan sekarang mereka sudah jadi pusat perhatian dari para pengunjung yang masih ada di lokasi sekitar pantai itu.


Sesampainya di mobil, Aldy langsung membuka pintu dan menyuruh Lisa untuk segera masuk, namun lagi dan lagi, Lisa menolak dan berusaha untuk pergi darinya. Aldy semakin dibuat emosi oleh sikap Lisa.


 


 


Lisa yang kaget karena bentakan Aldy itu langsung merasa ciut, dan akhirnya memilih masuk ke dalam mobil itu. Aldy pun masuk dan mulai mengemudikan mobilnya dengan cepat.


Hening.. Tidak ada yang membuka suara di antara keduanya selama beberapa waktu lamanya.


Lisa terus menunduk sambil memegang pergelangan tangannya yang sakit akibat dipegang dengan kuat ketika dia menyeretnya tadi. Aldy yang melihat pergelangan tangan Lisa yang memerah, merasa bersalah, dia tahu itu adalah akibat perbuatannya tadi. Diapun memilih untuk menepikan mobilnya.


Aldy menarik nafas panjang lalu menghembuskannya kasar. Dia berusaha meredam emosi yang masih ada di kepalanya. Setelah merasa lebih baik, dia akhirnya mulai membuka suaranya..


 


'Lisa maafin aku ya.. ' ucapnya lembut.


Lisa masih bergeming..


'Tadi aku terlanjur emosi, maafkan aku ya Lis...' sambung Aldy sekali lagi. Namun Lisa tetap tidak menghiraukannya, bahkan untuk melihat ke arahnya saja tidak.


 

__ADS_1


Tidak mau menyerah, Aldy lalu membuka seatbelt nya, kemudian mendekatkan tubuhnya ke arah Lisa dan lalu menggenggam tangan Lisa, dan kembali melanjutkan kata - katanya...


 


'Lisa, kalo aku punya salah sama kamu, aku minta maaf, tapi tolong bilang apa salah aku,, jangan diam kayak gini..' Aldy menjeda kalimatnya..


'Hampir setahun kamu diamin aku, semua telpon nggak diangkat, sms, chat, nggak ada satupun yang kamu balas, kamu mutusin semua komunikasi kita sepihak Lis.. Tolong bilang kalo aku ada salah.. Kalo perlu kamu marahin aku aja, aku nggak masalah tapi jangan diem kayak gini.. please..' ucap Ryan dengan suara yang penuh permohonan. namun Lisa masih saja diam...


'Kamu itu nggak salah, disini aku yang salah, tapi ini udah jadi pilihanku, dan aku nggak bisa mundur, keluarga adalah segalanya buat aku.. mereka itu hartaku yang paling berharga.. maafin aku kak.. Aku tahu ini sulit, tapi suatu saat nanti, waktu pasti bisa buat kakak lupa sama perasaan kakak aku...' jawab Lisa.. dalam hatinya..


'Lisa...'


'Aku mau pulang kak, aku capek,, bukannya tadi kakak bilang akan mengantarku pulang?'


'Lisa...'


'Please kak.. jangan tanya apa apa lagi.. tolong antar aja aku pulang sekarang..'


. . . . .


'Jadi kamu tinggal disini?' tanya Aldy begitu mobilnya berhenti di depan sebuah rumah kost.


'Iya, ehm.. sudah malam,, makasih ya kak udah antar aku pulang.. aku masuk dulu,, Bye..' Ucap Lisa lalu langsung berjalan keluar mobilnya Aldy.


'Sebenarnya apa yang terjadi dengan kamu Lisa?? Apa yang merubah kamu 2 tahun ini?? Dan kenapa kamu memutus semua komunikasi kita setahun ini?.. bahkan Gita dan sahabat kamu bilang kamu berubah..' lirih Aldy dalam hati sambil terus melihat Lisa yang masuk semakin dalam ke kost nya..


* * *


 


Lisa langsung duduk melorot di lantai setelah menutup pintu kamarnya.. Air mata yang sejak tadi berusaha di tahannya kini mengalir jatuh tanpa bisa dibendung lagi..


 


'Kenapa kamu kembali sekarang kak.. kenapa nggak nunggu beberapa tahun lagi, agar aku udah siap.. Aku belum siap sekarang kak,, aku masih butuh waktu... ' lirihnya dalam hati sambil terus terisak dalam diam dan gelap kamarnya..


 


Hampir 2 tahun ini dia memang berusaha membentengi dirinya sendiri, menjaga jarak dari ketiga sahabatnya, dan tentunya dari seseorang yang pernah menyatakan cinta kepadanya..


Tapi kehadiran Aldy yang tak terduga sore tadi membuatnya sadar bahwa benteng yang berusaha dia bangun selama ini belum cukup kuat,, dan masih begitu rapuh.. Dalam tangisnya itu dia dipaksa kembali mengingat kenangan menyedihkan 2 tahun lalu yang menjadi awal dari perubahan dirinya...


 

__ADS_1


FLASHBACK ON...


__ADS_2