Jalanku

Jalanku
That Memories (Aku Tahu Tempatku)


__ADS_3

2 Tahun yang lalu...


Weekend..


'Lisa.. Karin.. mama dan papa berangkat duluan ya..' ucap papanya ketika akan beranjak dari meja makan.


Ya.. mereka memang baru saja selesai sarapan bersama seperti hari - hari lainnya.


'Iya pa.. nanti Lisa sama Karin nyusul mama dan papa ke kebun agak siang ya.. kita mau nata ulang taman di depan dulu soalnya'


'Nggak nyusul juga nggak masalah Nak.. mama dan papa masih bisa ngerjain semuanya dengan baik.. lagipula kebun kita kan nggak besar gimana juga kan..' kali ini sang mama yang bersuara.


'Lagipula tugas kalian itu ya buat belajar dan dapat nilai yang baik, biar mama dan papa yang kerja' lanjutnya lagi.


'Ini kan libur ma, kita juga sekali - kali butuh waktu buat mengistirahatkan otak kita.. nanti jadi stres loh kalo terlalu diforsir belajarnya'.. sahut Lisa, kemudian dia melanjutkan lagi..


' lagipula di kebun kita kan cuma lihat papa dan mama bekerja, jadi capek dari mananya kita?


'Eh..' kali ini mama dan papanya tergelak mendengar jawaban sang putri sulung. Selama ini Lisa selalu mendahulukan pendidikanny, tapi yang baru saja mereka dengar?? terdengar seperti bukan Lisa anak mereka, beda halnya jika yang mengatakan itu adalaj Karin. Tapi ya sudahlah, kali ini mereka juga sedang buru - buru, jadi mereka mengabaikan dulu tentang anak mereka itu. Mungkin nanti kalo dapat waktu yang pas, baru lah mereka akan berbicara dari hati ke hati.


'Hahaha.. kakak sudah sadar ya sekarang..??' kali ini Karin justru menggoda kakaknya yang sekarang.


'Karin!!' ucap Lisa dengan nada suara yang sedikit meninggi..


'Memang selama ini kamu pikir kakak kamu ini apa hah!! gil* atau str*s??' sambungnya lagi dengan sedikit membentak adiknya itu, tapi suaranya justru terdengar susah payah menahan tawa.


'Hussh.. sudah sudah.. sudah makin siang,, pokoknya papa dan mama berangkat sekarang..' kali ini sang papa yang berusaha melerai.


'Di rumah hati - hati. Nanti kalau mau keluar periksa semuanya dulu, kompor, listrik, jangan lupa dimatikan sebelum keluar, dan jangan lupa kunci pintunya yaa..' pesan sang mama.


'Iya ma..' sahut dua kakak beradik itu bersamaan..


 


Setelah selesai membereskan meja yang digunakan untuk sarapan tadi, juga mencuci peralatan yang dipakai makan tadi, kini keduanya sudah beralih ke taman kecil yang ada di halaman rimah sederhana milik keluarganya.


Lisa terlihat sedang mencabuti rumput yang terlihat sudah mulai meninggi, sedangkan sang adik yaitu Karin terlihat mencabut beberapa bunga yang sudah terlihat mulai mengering dan tidak lagi cantik, menurutnya, karena memang rencananya pagi ini mereka menanam yang baru.


Setelah selesai menata dan membersihkan taman, juga menanam beberapa bunga, merekapun kembali berkutat di dapur, untuk menyiapkan makanan yang akan mereka bawa untuk kedua orang tuanya yang ada di kebun.


Setelah semua siap mereka pun hendak berangkat setelah sebelumnya mengecek keadaan rumah apa aman ditinggalkan atau tidak. Setelah semua dipastikan aman, mereka segera keluar..


 


'Eh,, kunci pintunya dulu Karin..' perintah Lisa pada adiknya, namun dengan penuh kelemah lembutan. Mereka pun mulai berjalan ke kebun.

__ADS_1


 


Saat mereka berbalik, mereka kaget karena mendapati dua orang yang sudah berdiri di depan mereka saat ini. Lisa kenal dengan salah satunya yang adalah kakak kelasnya, tapi tidak dengan ibu ibu yang ikut dengannya. Wanita itu terlihat sedikit lebih tua dari mamanya atau mungkin juga seumuran..


Lisa tersenyum lalu menyapa dua orang itu..


 


' Kak Angel, ada perlu apa ya ke rumah kami? ' tanya Lisa dengan sopan.


 


Beda halnya dengan Karin yang terlihat tidak suka dengan kedatangan dua orang ini, hanya melihat apa yang mereka pakai saja, Karin sudah bisa menebak kalau mereka adalah berasal dari masyarakat kalangan atas. Jadi kalau mereka datang ke rumah mereka seperti sekarang ini, pasti akan terjadi hal yang tidak menyenangkan.


Dan ternyata tebakannya memang tepat. Angel langsung menjawab sapaan kakaknya dengan sinis..


 


' Ini nih tan,, cewek gat*l yang udah coba buat godain Aldy'


'Diam dulu Ngel.. biar tante bertanya dulu'


Suaran terdengar begitu anggun dan sangat berwibawa. Angel pun langsung menganggukinya.


'Iya tante.. saya Lisa, ada perlu apa ya tante kemari?


'Saya maminya Aldy, kenalkan nama saya tante Melanie'


'Jadi apa hubungan kamu sama Aldy anak saya?'


'Hah..?'


'Ehmm saya dan kak Aldy tidak ada hubungan apa - apa kok tante, selain sebagai teman' jawab Lisa jujur.


'Alaa bohong tante.. dia jelas jelas udah godain kak Aldy, sampe kak Aldy nyatain cinta ke dia pas di cafe.. kalo mereka nggak ada hubungan, terus yang terjadi di cafe itu apa dong?'


'Angel.. tante nggak suka dipotong saat tante masih bicara' ucap Melani yang terlihat cukup geram dengan Angel yang terlalu banyak bicara.


'Jelaskan' ucapnya lagi, kali ini matanya sudah tertuju kembali kepada Lisa.


'Waktu itu, pas sebelum kak Aldy berangkat kuliah ke luar negri, kak Aldy memang sempat bilang soal perasaan kak Aldy ke saya tante.. Saya juga kaget tante waktu dia bilang suka ke saya. Tapi apa yang selanjutnya kak Aldy bilang ke saya waktu membuat saya akhirnya bisa sedikit tenang.'


'Memangnya apa yang Aldy bilang?


'Kak Aldy bilang kalau dia itu cuma sekedar ingin menyampaikan perasaan nya saja sebelum dia pergi untuk lanjutin kuliahnya. Jadi dia nggak minta harus punya status, katanya yang penting saya tahu aja perasaannya dulu. Itu saja.'

__ADS_1


'Jadi kalian tidak pacaran?'


Lisa langsung menganggukkan kepalanya.


'Lalu sampai sekarang kalian masih saling komunikasi?'


'Iya tante..'


'Intens?'


'Nggak..'


'Kamu suka sama anak saya?'


'Hah.. ehm... eh..m..' Lisa tidak bisa melanjutkan kata-katanya.


'Jadi begini, saya itu tidak masalah anak sya mau berteman dengan siapa saja, selama mereka teman yang baik, yang tidak memanfaatkan Aldy saja. Keluarga kami tidak pernah melihat orang hanya dari status sosialnya saja. Toh di hadapan sang pencipta kita semua sama kan, nggak dibedain mana yang kaya, yang kuat, yang tinggi,, atau sebaliknya.. Bukan begitu caranya kan.. Tapi akan beda halnya dengan yang berurusan dengan jodoh dan pendamping hidup buat anak saya. Saya akan sangat ketat dalam mengawasi hal yang satu ini. Aldy itu anak saya satu satunya, dan dia akan meneruskn bisnis keluarga, jadi wanita yang akan jadi pendampingnya haruslah seorang yang memang sangat pantas untuk mendampinginya nanti.' Dia menjeda kalimatnya.


'Sekali lagi ini bukan soal status sosial, tapi seberapa pantasnya kamu untuk anakku,, saya tidak ingin fokus serta pendidikannya nanti jadi buruk, jadi kamu mengerti kan harus berbuat apa?'..


'Iya saya sangat mengerti tante... tante tenang saja, saya juga masih ingin mengejar mimpi saya, saya tidak akan mengejar anak anda'


'Bagus.. setidaknya buatlah orang tuamu bangga dulu, ubah kehidupan kalian jadi lebih baik dari ini. lagipula saya dengar kamu murid ang pinter, makanya bisa dapat beasiswa kan?'


Lisa mengangguk.


'Well,, saya harus pulang sekarang, ingat, sayangi diri kamu sendiri, papa,mama dan juga adik kecilmu itu.' lalu dia segera melangkah pergi..


 


Angel menatapnya dengan senyum jijik yang terlihat sangat merendahkan. Karin pun membalas tatapan itu dengan tatapan penuh emosi. Dan Lisa hanya bisa menundukkan kepalanya.. 'Aku tahu tempatku..' lirihnya dalam hati.


 


'Karin kamu harus janji nggak akan bilang ini ke siapapun.. ingat siapapun!!! janji??


' Iya kak..' jawabnya lesu. Kemudian mereka langsung bergegas menuju ke kebun, karena hari sudah siang, orangtua mereka pasti sudah menunggu makanan yang mereka bawa...


 


Dan sejak saat itu, Lisa pun memantapkan hatinya untuk memberi batasan pada orang orang di sekitarnya, termasuk para sahabatnya, yang membuat mereka bertanya tanya akan perubahan sikap Lisa, tapi tidak ada yang mampu memberi jawaban atas rasa penasaran mereka.


 


FLASHBACK OFF

__ADS_1


__ADS_2