Jalanku

Jalanku
8. That Memories (To Be Loved)


__ADS_3

 


Aldy masih setia melihat ke arah rumah Lisa.. tidak,, sebenarnya yang dia lihat adalah Lisa yang berjalan memasuki rumahnya. Matanya bahkan tidak berkedip, sampai akhirnya sosok yang terus dipandanginya itu hilang seiring pintu rumah yang sudah tertutup.


 


Gita yang sedari tadi diam dan hanya memperhatikan apa yang kakak sepupunya tatap, tiba tiba tersenyum dengan senyuman jahilnya. Sepertinya dia menemukan sesuatu yang tidak biasa dari sepupunya tersebut, untuk meyakinkan rasa penasaran yang ada dalam pikirannya, diapun akhirnya membuka suara..


'Kak Aldy, menurut kakak Lisa itu cantik nggak??'


'Iya..' sahut Aldy cepat, yang entah di jawabnya sadar atau tidak, karena fokus dirinya masih saja ke arah rumah yang ada di depan mereka.


Gita semakin tersenyum mendengar jawaban yang diberikan oleh Aldy. Diapun kembali bertanya..


'Apa kakak menyukai Lisa?'


Eeh.. Aldy yang kesadarannya baru saja terkumpul kembali (setelah tadi berlarian kesana kemari, he he he...) langsung menoleh kepada adik sepupunya dan menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


Gita yang mengerti langsung melanjutkan kalimatnya.


 


 


'Bukankah tadi kakak sendiri mengakui kalau Lisa itu cantik,'


DEG!!


 


'Benarkah? Ya kamu benar Ta... Tapi,, tapi apa aku memang bilang begitu tadi?' batin Aldy.


'Kak, Lisa itu anaknya selain cantik, dia itu sahabat aku yang paling baik, dia manis, juga pinter' lanjut Gita..


'Dan.. daann..' kali ini Gita sengaja menggantung kata-katanya, dia ingin melihat reaksi kakaknya lebih dulu.


 


Dan benar saja dugaannya, Aldy yang terlihat penasaran langsung menghujaninya kalimat yang cukup panjang.


 


'Dan.. dan.. dan apa.. apa haah? Kalo ngomong itu jangan diputus-putus, ngomong itu harus lengkap, harus jelas, biar orang yang denger tuh langsung paham, nggak penasaran', cecar Aldy, yang terdengar sangat menuntut.


 


 


Gita yang mendengar kakaknya bicara seperti tidak bisa menyembunyikan ekspresinya dan langsung tertawa..


 


'Pfftt.. Bwa..hah..ha..ha... idiih kak Aldy kepo ya.. Kakak suka kan sama Lisa, ya kan..ya kan?' goda Gita


 


'or...' lagi, dia menggantung kalimatnya lagi..


'ahhaa..' sambungnya


'Love at the first sight hmmm, right?'


'Apaan sih Ta..' keluh Aldy, tapi dia juga tidak menyangkalnya.


'Kak, aku sama Lisa itu udah sahabatan selama 3 tahun, sejak kelas satu SMP, jadi aku udah cukup kenal gimana dianya, Gita bakalan senang pake banget kalo kakak itu suka bahkan sampe jadian sama Lisa, dia itu anak yang baik, dan sayang banget sama keluarganya, terus dia juga pinter, cantik dan manis, cocoklah sama kakak, tapi kakak harus siap bersaing karena banyak cowok yang suka dan bahkan ingin dekat sama Lisa. hehehe..' Kata Gita sambil terkekeh..


 

__ADS_1


* * *


 


Hari-hari berlalu, sejak kejadian itu, bahkan tak terasa kini sudah setahun berlalu, dan hari ini adalah hari kelulusan Aldy dan teman-teman angkatannya. Suasana haru dan bahagia terlihat jelas di wajah-wajah siswa-siswi yang sudah dinyatakan berhasil menyelesaikan pendidikan mereka selama 3 tahun ini dengan baik.


 


Selesai acara perpisahan dengan teman\-temannya, Aldy langsung pulang. Malam ini dia sudah membuat janji dengan Gita. 


 


Malam hari...


 


Setibanya di cafe yang sudah jadi tempat mereka janjian, Aldy langsung masuk, kemudian menunggu di salah satu meja.


Dari arah pintu terlihat 3 orang gadis memasuki cafe tersebut. Aldy langsung tersenyum ketika melihat mereka, diapun melambaikan tangannya ke arah mereka.


Gita langsung mengajak Lisa dan Dina yang saat itu bersama dengannya mendekat ke meja Aldy, dan merekapun duduk, kemudian memesan beberapa camilan dan minuman.



Sementara mereka asyik berbincang\-bincang, Gita mengirim kode untuk kakaknya, dia sengaja menginjak kaki Aldy. Aldy yang tahu bahwa itu adalah kode untuknya, tiba\-tiba berdiri dan kemudian maju ke panggung kecil yang ada di depan.



Saat ini Aldy sudah berdiri sambil memegang mic dan sesaat kemudian dia mulai membuka suaranya.


 


 


'Heem' Aldy berdehem sekedar untuk menghilangkan kecanggungannya..


'Selamat malam semuanya, mohon maaf jika saya mengganggu kenyamanan kalian yang ada disini. Izinkan saya untuk menyanyikan sebuah lagu untuk seorang yang spesial, yang hampir setahun ini selalu hadir di setiap mimpi saya...'


 


'Huuuh..' terdengar suara pengunjung cafe sebagai tanda dukungan mereka.. Dan beberapa menyambut dengan mulai bertepuk tangan. Mereka tentunya penasaran siapa gadis beruntung yang dikatakan oleh pria tampan yang mulai menyanyikan lagu "Bad Liar" milik Imagine Dragons dengan iringan gitar.


 


🎶 🎶 🎶


"Oh, hush, my dear, it's been a difficult year...


And terrors don't prey on innocent victims...


Trust me darlin' .. trust me darlin'...


It's been a loveless year..


I am a man of three fears...


Integrity, faith and crocodile tears..


Trust me darlin'... trust me darlin'.. trust me


darlin'.. trust me darlin'...


So look me in the eyes,, tell me what you see...


Perfect paradise, tearin' at the seams...


I wish I could escape it, I don't wanna fake it...

__ADS_1


Wish I could erase it, make your heart believe...


But I'm a bad liar, bad liar..


Now you know, know you know...


I'm a bad liar, bad liar..


Now you know, you free to go...


. . .


 


Suara yang merdu, dengan diiringi suara petikan gitar, menambah kesan romantis.


 


  Selesai menyanyikan lagunya, Aldy melanjutkan kata-katanya...


'Lisa,, let me tell you about my heart feeling.. since the first time when I see you at school a year ago,, something happened inside of me,, at first I don't know what that is,, but everytime I see you, my heart always feel like something that I never felt before. I like to see you, and I like your smile,, and I think that I fall in love with you,, and I want you to be mine, so,, would you like to be my girl? to be my future, be my one and my only one... would you?


 


Seketika suasana cafe semakin riuh setelah Aldy selesai mengungkapkan perasaannya,. Banyak pengunjung wanita yang iri dengan gadis bernama Lisa itu. Akhirnya Aldypun kembali ke mejanya, masih diiringi tepuk tangan dari para pengunjung, bahkan mata mereka terus mengikuti kemana arah langkah kaki itu.


 


Aldy berhenti tepat di depan gadis pujaan hatinya tersebut. Sementara Lisa?? jangan tanya bagaimana keadaannya saat ini, bahkan saat Ryan baru menyebut namanya saja wajahnya sudah memerah sejadi-jadinya.. apalagi kalimat-kalimat selanjutnya yang dilontarkan oleh pria itu, dia seperti sudah kehilangan pijakan kakinya, dia hanya ingin bersembunyi di tempat yang tidak akan pernah ditemukan oleh siapapun.


Apalagi saat seperti sekarang, Aldy sudah berdiri di depannya, Lisa sudah tidak mampu mengangkat wajahnya, dia terus menunduk karena malu.


Pengunjung perempuan menatap iri ke arah mereka,, mereka berharap merekalah yang saat ini menjadi seorang yang beruntung seperti Lisa.


Aldy menggenggam tangan Lisa yang sudah sedingin es,, dia tahu kalau Lisa pasti sedang malu saat ini. Tak ingin membuat Lisa menjadi tidak nyaman, Aldy pun berkata


 


 


'Tidak perlu dijawab sekarang, kakak hanya ingin kamu tahu dulu perasaan kakak, kamu boleh memikirkannya terlebih dulu. Kakak akan kasih kamu waktu, berapa lamapun yang kamu perlu, kakak akan tunggu'


 


'Lagipula setelah ini kakak harus kuliah, dan kamu juga masih akan melanjutkan pendidikan kamu kan?' tambah Aldy


'Kita masih punya banyak waktu untuk menjadi dewasa, dan saatnya nanti ketika aku siap dan kamu juga sudah siap memberikan hatimu hanya untukku, kakak akan menjemputmu, dan saat waktu itu tiba nanti, kakak pastikan, kamu akan benar-benar kakak jadikan milik kakak satu-satunya.'


 


DEG!!!


 


Lisa terpaku mendengar semua ucapan Aldy, dia mengangkat kepalanya dan matanya beradu tatap dengan mata milik Aldy


 


dalam hati dia bertanya 'Apa aku bisa, apakah aku pantas untukmu?' lalu kembali tertunduk.


 


Aldy tersenyum.


Sementara di salah satu sudut ruangan di cafe itu dua orang perempuan duduk dengan tatapan tajam ke arah meja dimana Lisa dan temannya duduk. Apa yang didengar bahkan dilihat mereka beberapa menit sebelumnya membuat mereka terbakar cemburu, mereka semakin iri dan bahkan marah kepada gadis itu.


 

__ADS_1


__ADS_2