Jalanku

Jalanku
Sahabat


__ADS_3

Setelah pertemuannya dengan Karin kemarin, Tya akhirnya mengerti alasan kuat yang membuat sahabatnya berubah dalam sekejap.


Dia begitu terpukul mendengar semua yang dikatakan oleh Karin, diapun sekarang bertekad untuk mencari tahu siapa. perempuan yang dimaksud oleh Karin kemarin. Dan satu - satunya orang yang terpikirkan oleh nya yang bisa membantu dirinya saat ini hanyalah Gita, karena Gita yang masih keluarga dekat dengan Aldy.


Tya terus memikirkannya dalam perjalanan pulangnya kembali ke Jakarta bahkan hingga saat ini ketika dia sudah tiba di Jakarta dan sudah ada dalam kamar di kost tempatnya tinggal selama di Jakarta beberapa waktu ini.


Saat ini Tya sudah selesai mandi dan sudah merasa lebih segar, setelah sebelumnya dia beristirahat lebih dulu akibat lelah karena jauhnya jarak yang ditempuhnya dalam perjalanan pulang dari kampung halamannya.


Setelah itu dia pun langsung berniat untuk menghubungi ketiga sahabatnya, yaitu Gita, Edis dan Dina untuk memberitahu tentang hal yang sudah dia ketahui dari Karin kemarin.


"Jadi gimana? sudah ada kabar baik nggak?" tanya Dina sesaat setelah sambungan video keempat sahabat itu terhubung.


"Iya Ty, aku udah nggak sabar nih.." sambung Edis.


"Sabar napa gurls..gimana Tya bisa ngomong kalo kalian udah pada nodong gini lebih dulu" ucap Gita yang heran dengan kelakuan dua sahabatnya itu, yang kadang nggak tahu waktu juga tempat. Jika jiwa kepo mereka udah meronta - ronta seperti sekarang, maka memang mereka benar-benar akan susah untuk sekedar mengendalikan mulut mereka itu. Mereka akan terus bertanya seakan sedang lari marathon dan saling berebut untuk bisa sampai di garis finish.


"Yee.. gue kan udah nggak sabar.."


"Iya.. gue juga.. gue pengen tahu sekarang.. se.. mu.. a.. nya!!"


Tya yang juga sudah tahu dan bahkan sudah sangat paham dengan tingkat ke- kepo -an kedua sahabatnya itu yang terkadang kadarnya sering melewati ambang batas, hanya bisa tersenyum sambil geleng geleng kepala.


"Kamu udah coba tanya sama kakak sepupu kamu itu Ty?"


"He'em.. aku udah coba tanya ke kak Aldy,, dan ternyata kak Aldy juga nggak tahu apapun, dia juga bingung, karena ternyata udah 2 tahun ini dia udah nggak komunikasi lagi sama Lisa. Kata kak Aldy, Lisa nggak pernah mau angkat telpon dari kak Aldy, terus chat juga nggak pernah di bales.." Gita terlihat berpikir sejenak.. Tiba-tiba dia mengacungkan jarinya ke atas.. "Aaah.. jangankan di balas, dibaca juga nggak." sambungnya kemudian.


"Loh.. bukannya Lisa pernah bilang kalo komunikasi mereka lancar ya.." potong Dina.


"Iya,, tapi kayaknya si Lisa bohong deh sam kita.." jawab Gita.


"Iya Git, kamu bener?"


"Eh.." ketiganya kaget.


"Jadi, kemarin kan aku udah nanya ke adiknya.. "

__ADS_1


"Terus..?"


"Ya.. gitu,, ternyata yang kita pikirin selama ini benar, kalau Lisa berubah ada hubungannya sama si Aldy"


"Loh,, kok.. tapi kak Aldy nggak tahu apa-apa"


"Ya iyalah dia nggak tahu, orang kejadian nya setelah dia berangkat ke Inggris kok"


"Hah.. maksud lo?"


"Iya,, jadi kemarin itu susah banget loh buat bujuk sih Karin buat ngomong semua. Dan ternyata dia emang tahu semua. Lebih parah lagi bener dugaan kita selama ini kalau Karin nggak mau ngomongin soal ini karena udah dipaksa Lisa buat janji. Karin sama Lisa itu sama, kalau udah bikin janji, akan sulit untuk buat mereka melanggarnya. Mereka akan terus pegang janji itu, bahkan mungkin sampe dibawa mati."


"Terus..?"


"Ya terus,, karena dia masih nggak mau kasih tahu juga, akhirnya aku harus kasih tahu dong gimana keadaan kakaknya sekarang. Secara Karin dan Lisa memang sangay menyayangi kan.. Aku bilang dong kalau Lisa udah berubah jadi tertutup lagi kayak dua tahun lalu."


"Lalu..?"


"Ya akhirnya Karin mau juga bilang semua yang dia tahu"


"Jadi gini,, ternyata waktu itu...."


Bla.. bla.. bla.. bla...


Tya mulai menceritakan kembali semua yang dikatakan Karin kepadanya kemarin, dimulai dengan kejadian di sekolah mereka, yang sukses membuat ketiga orang sahabat yang terhubung lewat video itu melongo bahkan sangat kaget.


"Aku rasa aku bener-bener bukan sahabat yang baik buat Lisa" kata Dina yang sudah menangis karena mendengar penuturan Tya.


"Iya.. Gimana hal itu bisa terjadi sama teman kita sendiri, dan kita nggak pernah tahu sampai sekarang, apalagi kejadian nya di sekolah kita." sambung Edis


"Jangan-jangan kejadian itu waktu Lisa nggak masuk kelas, yang kita pikir dia itu nggak sekolah loh, eh ternyata dia sekolah, tapi bolos, dan pas pulang kita ketemu dia waktu dia keluar dari UKS."


Tya yang melihat Gita yang hanya diam lalu bertanya


"Gita.. Lo kenal si Angel?"

__ADS_1


"Ya iyalah, dia itu kakak kelas kita, dia itu juga yang suka gangguin Lisa waktu di sekolah , dia emang kayaknya suka sama kak Aldy, dan memang dia itu rencananya mau dijodohin sama kak Aldy" Sahut Gita dengan ketus, dia benar-benar terlihat sangat marah dengan apa yang baru saja di dengarnya.


"Oh.. calon tunangan ya,, pantes aja.."


"Maksud lo..?"


"Iya, jadi dia nggak berhenti sampe situ aja buat gangguin Lisa.."


"Maksud kamu?"


"Iya,, dia bahkan sampe gangguin Lisa ke rumahnya.." sambung Tya lagi,, dan kemudian kembali melanjutkan cerita yang diberikan oleh Karin kemarin..


Bla.. bla.. bla.. bla..


Tya menceritakan semua yang dia dengar dari Karin, tanpa ada yang terlewati. Ketiga sahabatnya yang mendengar hal itu benar-benar tidak menyangka bahwa Lisa sudah melewati itu semua tanpa ada diantara mereka yang tahu.


Selama ini Gita memang tidak suka dengan perlakuan Angel terhadap Lisa di sekolah, yang membully Lisa jarena status sosialnya. Dan kini dia benar-benar marah akan perlakuan Angel yang sudah semena-mena terhadap sahabatnya itu.


Dan ternyata satu hal yang tidak diketahui Tya, Dina dan Edis bahwa sejak awal perbincangan mereka dimulai, ada dua pasang telinga lagi yang mendengar semuanya lewat sambungan telepon lain.


Dina dan Edis terlihat menghapus air mata mereka, sementara Gita terlihat sudah sangat geram. Tiba-tiba, dia bersuara yang sukses membuat ketiga sahabatnya terbelalak kaget mendengarnya.


"Tante Melanie, tante sudah dengar semua kan?, Lisa itu bukan perempuan nggak baik tan, dia itu nggak kayak yang di bilang sama Angel. Dia rela ngelakuin apapun demi jagain keluarganya. Dan bukankah tante Melan sendiri yang selalu bilang ke aku kalau nggak boleh bedain orang dari status sosialnya? Apa tante masih mau si Angel jadi tunangan kak Aldy?"


"Iya,, Gita,, sejak melihat Lisa pertama kali, memang tante nggak percaya sama apa yang di bilang Angel, karena nggak mungkin seseorang yang sayang sama keluarganya, akan melakukan hal yang nggak baik apalagi sampai mempermalukan mereka, kayak kelakuan si Angel"


"Jadi, tante setuju dong kak Aldy sama Lisa?"


"Yaa,, kalo jodoh nggak akan kemana kan? Sekarang tergantung usaha Aldy nya sendiri, dan tentunya tergantung Lisa nya, mau apa nggak ni sama Aldy?"


"Kak Aldy.."


"Apapun yang terjadi aku udah bilang kan Git, kalo aku nggak akan pernah lepasin Lisa" sahut Aldy.


3 orang lainnya yang tidak tahu bahwa Gita sudah merencanakan semua ini, sukses melongo. Mereka awalnya masih berpikir cara apa yang akan mereka tempuh untuk membantu Lisa, tapi ternyata, Gita sudah punya rencananya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2