
\*
Sejak pertemuan yang terjadi antara keduanya di pantai beberapa hari yang lalu, Lisa menjadi agak hilang fokus, pada beberapa kesempatan dia bahkan terlihat sedang melamun.
"Kenapa sih kak, kamu muncul tiba - tiba? Aku bahkan belum sempat menyiapkan diri untuk hal seperti ini. Selama ini aku berpikir bahwa aku sudah berhasil dengan segala usahaku, bahkan semua sahabatku sudah berhenti memberi pertanyaan yang tidak pernah sekalipun ku beri jawab. Mereka dengan sendirinya menyerah untuk mencari jawaban dari berbagai pertanyaan yang selalu mereka tanyakan padaku atau pada Karin.. Aku bersalah kepada mereka, padahal mereka adalah sahabat yang sangat baik, mereka adalah orang baik yang selalu mengerti dan menerima diriku.. Tapi aku.. aku justru memberi rasa kecewa pada mereka karena sikapku."
Pagi ini Tya kembali melihat sahabatnya melamun, karena penasaran, dia akhinya mendekat dan bertanya
'Lisa,, kamu nggak masuk kerja hari ini?' tanya Tya
....
Tidak ada tanggapan apapun dari orang yang ditanyai..
Tya kembali berusaha..
'Lis.. Lisaa..' kali ini Tya berhasil walau harus sedikit meninggikan suaranya.
'Eh.. i..iya Ty,, kenapa?'
'Hah.. ni anak kenapa sih ditanya.. eeh malah dia nanya balik' batin Tya
'Kamu kenapa sih Lis,, beberapa hari ini kamu tuh ya kebanyakan ngelamunnya tau..'
'Ah.. hehe,, nggak kenapa napa kok, mungkin lagi capek aja, beberapa hari ini herus bolak balik gudang buat stok barang.' sahut Lisa sambil menggaruk kepala bagian belakangnya yang sebenarnya tidak gatal sama sekali.
'Ooh..' jawab Tya, tapi tatapannya tetap lekat pada Lisa.
'Kamu bohong Lis, aku tahu kamu bohong, kamu juga seperti ini 2 tahun lalu. Kamu banyak diam dan melamun kayak gini, dan perlahan kamu mulai berubah lalu mulai menjaga jarak dengan aku, Gita, Edis dan Dina. Kamu sadar nggak, sekarang kamu jadi kayak menjauh lagi, terlalu tertutup dan nggak mau berbagi sama kita. Padahal baru beberapa bulan ini kamu mulai kembali jadi Lisa, Lisa yang udah aku kenal lama, Lisa yang udah jadi teman baikku sejak kecil..' batin Tya.
__ADS_1
Dia tahu pasti terjadi sesuatu pada sahabat nya itu, sehingga dia kembali berusaha untuk kembali menutup dirinya sekali lagi. Tapi kali ini Tya sudah bertekad untuk tidak membiarkan Lisa kembali menjauh lagi. Dia akan berusaha mencari tahu apa yang terjadi, bagaimanapun atau berapapun lamanya waktu yang dia perlu, semua akan dia lakukan untuk sahabatnya itu.
Malam itu Tya menghubungi ketiga sahabatnya yang lain untuk memberi tahu kondisi Lisa. Mereka melakukan video call, dan mulai berbicara langsung ke intinya. Setelah mendengarnya ketiganya kembali dibuat kaget, terutama Gita.
'Padahal aku berharap kalo Lisa akan happy soalnya kan baru ketemu lagi sama kak Aldy.' kata Gita.
'Apa..?' jawab ketiganya yang kaget dengan pernyataan Gita.
'Hehee.. Nggak usah kaget juga kalee..'
'Ekhmm, jadi karena sekarang dia udah kelar kuliahnya, makanya kak Aldy balik Indonesia. Suda hampir 2 minggu ini juga. Dan dia minggu lalu dia ke Jakarta karena Lisa ada di sana juga kan. Dan kata kak Aldy sih, mereka udah ketemuan, tapi ya gitu deh.. Lisa menghindari kakak gue satu itu.'
'Kok Lisa nggak cerita yaa.. Apa jangan jangan gara gara itu dia mulai berubah lagi ya..'
' Maksud kamu apa Ty?'
' 'Iya.. 2 tahun yang lalu dia juga mulai berubah sejak Aldy nembak dia di cafe kan?'
'He'em'
'Apa mungkin ada hubungannya sama Aldy? ya buktinya sekarang Lisa mulai berubah lagi' kali ini giliran Dina yang bersuara.
'Tapi kenapa?' sambung Edis.
'Berarti kita harus berusaha lebih keras lagi dari waktu itu, agar bisa dapat jawaban kali ini. aku nggak mau kita gagal lagi kayak 2 tahun lalu, dan cuma bisa biarin Lisa melewati semua sendiri lalu menutup diri dan menjauh kayak dulu lagi dari kita..'
'Jadi apa yang harus kita lakuin?' tanya Gita
'Aku yakin Karin pasti tahu apa yang terjadi sama kakaknya, soalnya dia terus menghindar kan kalo kita kasih pertanyaan soal perubahan yang terjadi sama Lisa? Kalian ingat?'
' iya juga sih, dulu Karin bahkan seolah ikut menjauhi kita'
'Lalu gimana caranya kita bisa korek info dari Karin, secara dia ada dimana, kita dimana..'
__ADS_1
'Minggu depan aku akan pulang, buat acara nikahan kakak sepupu aku. Aku akan coba tanya ke Karin, aku yakin kok dia tahu, dan dia juga pasti sayang banget sama kakaknya, kalo dia tahu gimana keadaan kakaknya sekarang, dia pasti nggak akan tega dan bakalan cerita yang sebenarnya. Lagian dulu kan ada Lisa yang kelihatan ngelarang Karin cerita ke kita, tapi sekarang kan dia nggak ada, yaa.. mudah mudahan, Karin mau bicara.'
'Iya, aku juga bakalan tanya ke kak Ryan kalo gitu, siapa tahu ada jawaban nya.'
Setelah perbincangan yang cukup lama, akhirnya mereka mengakhiri perbincangan malam itu.
***
Hari itu Tya terlihat begitu cantik dengan gaun berwarna pink peach, lipstick warna senada serta make up tipis di wajahnya, yang membuat dia terlihat lebih manis. Dia mendekati Feby yang hari ini begitu cantik menggunakan gaun pengantinnya. Terlihat sekali kebahagiaan dari wajahnya dan tentu juga pria yang duduk di sampingnya, yang sudah berstatus sebagai suaminya yang sah.
'Selamat ya kak..' ucapnya pada Feby sambil menggenggam tangan kakak sepupunya itu lalu melakukan cipika cipiki.
'Makasih Ty..' balas Feby.
'Lisa nggak bisa datang yaa'
'Oh iya kak, dia nggak dapat ijin, karena dia juga belum setahun kerja jadi belum bisa minta cuti.. Tapi dia titip salam buat kakak, nitip hadiah juga, nih' ucap Tya sambil memberi sebuah kado.
'Ucapin makasih kakak yaa..'
'Iya pasti..'
Kemudian Tya beralih pada pria di samping Feby.
'Selamat bergabung di keluarga kami kak Tian.. semoga kakak bisa bahagiain kak Feby terus..' ucapnya tulus..
'Dan semoga kalian akan bersama terus sampe kakek nenek' kali ini Tya mengatakannya sambil melihat kedua pengantin itu.
'Ah.. dan satu lagi.. semoga.. aku... cepat dikasih ponakan.. hahahaha' bisiknya jahil, lalu turun dari panggung meninggalkan kedua pengantin yang tersenyum salah tingkah akibat celotehan Tya tadi.. Ya hari ini entah sudah kesekian kalinya mereka mendengar kata kata tersebut, tapi mereka terus saja kaget dan jadi malu sendiri karena mendengarnya. Ya entah apa yang ada di benak pengantin baru itu... (hanya mereka berdua yang tahu ya kaaan...)
Tya mengikuti acara resepsi sampai selesai, sambil berbincang dan melepas rindu dengan teman dan semua keluarganya yang hadir, dan setelah acaranya selesai merekapun masing\-masing pulang.
__ADS_1