
Flashback On..
3 tahun lalu..
4 orang sahabat berjalan memasuki sebuah gedung sekolah bersama-sama..
Ya hari ini adalah hari pertama mereka masuk SMA, dan seperti kebiasaan ketika masa awal sekolah maka akan diadakan kegiatan Masa Orientasi Siswa atau lebih dikenal MOS sebagai waktu bagi para siswa siswi baru untuk bisa saling mengenal satu sama lain dan tentunya juga untuk bisa lebih mengenal dan mengetahui tentang sekolah yang mereka pilih untuk menimba ilmu 3 tahun kedepan.
Diantara ratusan siswa baru tersebut ada 4 orang yang selalu bersama. Mereka adalah Dina, Gita, Edis dan Lisa. Mereka memang bersahabat sejak SMP karena sudah satu kelas sejak kelas satu dan terus dipertemukan di kelas yang sama hingga kelas tiga SMP. Dan sekarang mereka pun memilih untuk masuk ke SMA yang sama.
Sebenarnya Mereka bersahabat ada 6 orang, tapi salah satu teman mereka yang bernama Mimi harus melanjutkan sekolah di Surabaya karena ikut dengan orang tuanya yang ditugaskan di kota tersebut, dan seorang lagi yang bernama Tya memilih melanjutkan sekolahnya di SMK, karena dia ingin belajar tata boga, sesuai cita-citanya. Jadilah yang tersisa adalah Lisa, Edis, Gita dan Dina.
Bersama mereka dan ratusan siswa yang lain mengikuti MOS yang dilaksanakan selama 3 hari tersebut.
Panitia dan pihak sekolah mengadakan kegiatan MOS dengan sangat baik, tidak diizinkan adanya kegiatan yang diluar perkenalan tentang sekolah, diusahakan tidak sampai ada hal yang akan memberi kesan tidak baik kepada siswa siswi baru, apalagi jika sampai menjurus ke arah bullying. Masa MOS selama 3 hari itupun berlangsung dengan baik.
Di hari terakhir adalah saatnya untuk pembagian kelas, dan seperti takdir yang selalu memihak, membuat keempat sahabat itu lagi-lagi ditempatkan di kelas yang sama.
Senang?? Tentunya mereka sangat senang, ketika akhirnya nama mereka dibacakan berada di kelas yang sama. Mereka bersama masuk ke ruangan kelas dan memilih tempat duduk masing-masing, yang tentunya saling berdekatan.
Setelahnya mereka saling berkenalan dengan teman-teman yang sekarang sudah menjadi teman sekelas mereka untuk satu tahun kedepan.
__ADS_1
Dan tidak lama kemudian masuk seorang guru yang sudah cukup berumur, bernama ibu Dwi, memperkenalkan diri kepada semua muridnya sebagai wali kelas mereka. Setelah selesai perkenalan, dan pembagian jadwal pelajaran, diadakan pemilihan ketua kelas dan pembagian tugas piket di kelas, Ibu Dwi pun akhirnya membubarkan kelasnya dan mempersilahkan anak-anak didiknya untuk pulang.
Lisa dan ketiga sahabatnya juga segera bersiap untuk pulang, mereka akan mempersiapkan diri untuk benar-benar jadi siswa besok harinya dengan berbagai pelajaran yang akan diberikan dan harus mereka terima.
Ketika mereka keluar kelas, mereka mendengar suara gaduh yang begitu kuat, terutama suara anak-anak perempuan, yang sukses membuat mereka jadi penasaran dan mencari asal kegaduhan tersebut yang ternyata asalnya dari ruangan olahraga.
'Kita lihat kesana yuk..' ajak Edis pada ketiga sahabatnya..
Merekapun masuk ke dalam ruang olahraga dan ternyata sedang ada pertandingan basket 3x3 disana.
Suara anak-anak perempuan begitu mendominasi,, mereka berteriak histeris setiap kali salah satu team berhasil memasukkan bola ke dalam ring lawan, tapi yang paling membuat mereka sampai berteriak dengan suara yang kalau menurut Lisa "hendak memecahkan gendang telinga", adalah seorang siswa pria dengan tubuh yang tinggi menjulang, kulit yang putih dan wajah yang benar-benar rupawan,, tubuhnya seolah menjadi magnet bagi semua kaum hawa untuk langsung mengagumi pria itu. Dia adalah definisi yang tepat dari kalimat "mahluk Tuhan yang paling sempurna" kalo versi para cewek. Seolah terhipnotis dengan keindahan yang ada di depan mata, Gita, Edis dan Dina langsung jadi histeris seperti siswi-siswi lainnya yang ada di sana.
'Aaahh.. mimpi apa aku semalam sampai-sampai hari ini bisa melihat sesuatu yang begitu indah terpampang tepat di depann mataku' seru Dina dengan girangnya.
'Ya Tuhan kalo ini mimpi tolong jangan bangunkan aku,, pleaseee..' sambung Edis.
__ADS_1
Sementara Gita sudah dengan hebohnya berteriak-teriak untuk mendukung semua yang bermain,, ya Gita memang sudah mengenal pria itu karena dia adalah kakak sepupunya,, jadi dia tidak kaget lagi melihat sepupunya itu digilai oleh kaum hawa seperti ini.
Gita hanya senang melihat permainan basket karena dia juga cukup menyukai basket, justru yang jadi perhatiannya adalah salah satu seorang yang jadi lawan sepupunya di lapangan saat ini.
Mata Gita terus mengawasi pergerakan pria tampan itu. Entah sengaja atau tidak tiba-tiba mata mereka saling beradu pandang, yang laangsung membuat wajah Gita merona, sementara orang yang di pandangi juga tidak jauh berbeda, ketika dia melihat Gita dia langsung kehilangan fokus permainannya.. Ya.. Gita adalah gadis yang sudah diawasinya beberapa hari ini yang sukses membuat jantungnya berdetak tak karuan..
Sementara itu diantara kehebohan dari para sahabatnya dan semua siswa perempuan yang ada di gedung itu, Lisa justru tidak fokus..
Ya.. Lisa memang tidak terbiasa dengan kerumunan seperti ini, dia adalah gadis penyendiri, jika disuruh memilih antara tempat dimana sekarang dia berada atau perpustakaan yang identik dwngan para kutu buku, dia pasti akan lebih memilih perpustakaan. Ya, bagi Lisa yang hoby membaca perpustakaan adalah tempat terbaik untuk dia bisa belajar, sementara jika disini? dia bahkan bingung mau melakukan apa.. ditambah lagi dia tidak begitu suka olahraga.
Karena sudah sangat bosan dan tidak tahan lagi mendengar kebisingan disitu, Lisa pun memilih untuk meninggalkan tempat itu dan segera pulang agar bisa membantu kedua orang tuanya di kebun. Namun sebelumnya Lisa akan pamit kepada Ketiga sahabatnya lebih dulu agar mereka tidak akan bingung mencarinya sebentar.
Lisa pun segera berdiri dari tempat duduknya dan hendak menuju ke tempat duduk ketiga sahabatnya yang memang terpisah darinya .Lisa emang memilih tempat duduk di belakang karena sejak awal dirinya sudah sangat tidak nyaman bahkan senelum masuk ke dalam ruangan ini. Sementara ketiga sahabatnya duduk di baris paling depan.
Lisa pun berdiri dan perlahan mulai melangkahkan kakinya menuju ke arah tempat ketiga sahabatnya duduk, begitu sampai di depan para sahabatnya itu Lisa langsung menyampaikan bahwa dia hendak pulang lebih dulu. para sahabat yang sudah sangat tahu sifat Lisa itupun langsung mengiyakan, mereka tahu bahwa Lisa pasti sudah tidak nyaman lagi berada di tempat ini.
Akhirnya merekapun memilih untuk pulang bersama, lagipula ini sudah siang, mereka juga belum mengisi perut. Berempat mereka hendak keluar dari gedung itu, tapi sesuatu yang tidak terduga pun terjadi..
Namun naas, saat mereka hampir sampai di pintu keluar, tiba-tiba dengan sangat cepat datang bola basket yang mengarah tepat kepada mereka dan ternyata bola liar kena di kepala Lisa, menghantamnya dengan keras sehingga mengakibatkan Lisa langsung tersungkur dan jatuh terjerembab di lantai...
"Brukk.." bunyi itu seketika membuat ketiga sahabat Lisa yang sudah berada sedikit di depan menoleh ke belakang dan bukan main kagetnya mereka ketika mendapati sahabat mereka yang sudah jatuh ke lantai.
__ADS_1
'Lisaaa..' teriak mereka bersamaan. Ketiganya langsung menghampiri sahabat mereka itu untuk memastikan keadaannya, begitu juga mereka yang sedang bermain di lapangan, mereka menghentikan permainan dan berlari ke arah pintu keluar untuk melihat keadaan gadis yang terkena lemparan bola tadi..