Jalanku

Jalanku
That Memories (Pain.. it's Hurt)


__ADS_3

 


Keesokan harinya...


Lisa bangun ketika hari masih gelap, seperti biasanya, sebelum berangkat ke sekolah, dia akan lebih dulu membantu sang mama untuk menyiapkan sarapan bagi semua anggota keluarganya.


Selesai menyiapkan sarapan, Lisa segera bersiap untuk ke sekolah. Dia segera mandi, kemudian memakai seragamnya. Setelah semua persiapannya selesai, dia langsung menuju ke ruang makan. Disana sudah ada mama, papa dan juga Karin adiknya yang juga sudah siap ke sekolah. Mereka pun lalu sarapan bersama.


Lisa tiba saat keadaan sekolah masih tergolong sepi, ya karena dia memang berangkat lebih pagi hari ini. Namun baru saja Lisa tiba di depan gerbang sekolah, dia sudah dihadang oleh 2 orang kakak kelasnya.


Mereka berdua adalah Rina dan Angel.


 


'Hei kamu.. cewek miskin.. kemari!!' seru salah satu dari mereka.


Lisa yang sudah terbiasa dipanggil seperti itu tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Dia tahu posisinya, apalagi dia bisa masuk ke sekolah ini karena beasiswa yang dia terima. Diapun berjalan mendekati 2 kakak kelasnya itu.


'Ya kak, ada apa yah?' tanya Lisa.


 


Angel sangat tidak suka dengan Lisa, apalagi sejak semalam, saat dia melihat dan mendengar sendiri Aldy yang bersikap manis pada Lisa, bahkan menyatakan rasa sukanya pada perempuan itu.


Angel memang sudah lama menyukai Ryan, tapi sayangnya Aldy tidak pernah mau peduli padanya, bahkan hanya untuk sekadar meliriknya pun tidak. Padahal Angel sudah mencoba berbagai macam cara hanya agar bisa mendekati Aldy. Salah satunya dengan mengikuti semua kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti Aldy. Tapi tidak pernah membuahkan hasil. Padahal dia adalah gadis berparas cantik, dan banyak pria yang coba untuk mendekatinya. Dan keluarganya juga sangat setara dengan keluarga Aldy.


Sementara Lisa yang anak gadis dari keluarga yng berasal dari kalangan masyarakat biasa, namun mampu membuat Aldy jatuh cinta.


Angel dan Rani langsung menarik tangan Lisa dengan kuat, dan membawa gadis itu ke arah gudang yang ada di bagian belakang sekolah. Karena keadaa yang masih sepi, dua orang tadi dengan bebas bisa membawa Lisa tanpa ada yang melihat. Mereka memang sengaja datang lebih awal karena mereka tahu Lisa selalu datang lebih cepat ke sekolah.


Tiba di gudang mereka langsung mendorong tubuh Lisa hingga kepala dan punggungnuya terbentur dengan keras di dinding.


 

__ADS_1


'Aww...' Lisa meringis karena kerasnya benturan itu, namun dia berusaha menahan rasa sakit itu.


'Sebenarnya apa salah saya sampai kalian melakukan ini kepada saya?' tanya Lisa, dia berusaha untuk tidak menangis meski dia sedang menahan rasa sakit di bagian kepala yang membentur dinding tadi.


 


Angel pun tertawa mendengarnya, dan berkata


 


'Ini baru pelajaran kecil buat kamu karena udah berani mengganggu saya!'


 


Lisa yang bingung dengan maksud dari perkataan Angel tadi hanya bisa menatap mereka sambil mengernyitkan keningnya,


 


'Memangnya kapan saya mengganggu kak Angel dan kak Rani?' tanya Lisa..


 


Angel semakin geram karena Lisa yang berani melawannya. Karena amarahnya sudah di puncak, dia langsung melayangkan tangannya menampar pipi kanan Lisa, membuat Lisa langsung memegang pipinya yang sakit akibat tamparan Angel yang cukup keras.


Saat Angel hendak menampar Lisa sekali lagi, Rani menahannya tangannya.


 


'Udah Gel, udah, sekolahan udah makin rame, nih, kalo sampe ada anak yang lihat apa yang Lo buat ini, kita bisa kena masalah, Lo nggak mau kan image Lo di sekolah menurun cuma gara-gara cewek kampungan kayak dia?' tunjuk Rani dengan dagunya ke arah Lisa, dan dengan tatapan yang sangat merendahkan.


 


Angel menarik nafas dalam lalu menghembuskannya dwngan kasar. Dia masih berusaha menetralkan amarahanya. Setelah merasa lebih baik, dia kembali melanjutkan

__ADS_1


 


'Dengar ya cewek kampung!!' ucapnya dengan nada yang cukup tinggi.


'Jangan kamu pikir karena malam itu Ryan udah nyatain cinta ke kamu terus kamu bisa milikin dia.. JANGAN MIMPI KAMU !!' lanjutnya dengan penekanan di setiap katanya.


'Aldy itu nggak pantas sama kamu!! Dia itu pantasnya sama aku, karena kita itu sederajat' lanjutnya lagi.


'Pokoknya aku nggak mau dengar kamu masih komunikasi sama dia.. Biarpun kamu temenan sama sepupunya, aku nggak peduli. Kalo sampe aku tahu kamu masih ada hubungan sama Aldy, kamu bakal tahu akibatnya!! Aku bakal berbuat yang lebih dari ini, bahkan aku bisa membuat kamu keluar dari sekolah ini, dan keluarga kamu yang miskin itu hilang dari kota ini... ' ancam Angel, kemudian segera berjalan menjauh dari sana.


 


Lisa langsung terduduk lemas di lantai itu sambil terisak. Sejak SMP dia sudah terbiasa dihina karena dia berasal dari keluarga yang tidak berkecukupan, tidak pernah sekalipun dia merasa terganggu, karena dia sudah diajarkan oleh kedua orang tuanya untuk tidak malu dengan keadaan keluarga mereka. Satu hal yang pasti adalah mereka masih bisa makan dan hidup dengan layak karena hasil usaha mereka sendiri, bukan dari hasil minta-minta, maka itu yang harus disyukuri.


Tapi hari ini, yang dihina bukan hanya dirinya, tapi juga keluarganya. Jika sudah seperti itu, maka Lisa tidak akan bisa terima. Tepat seperti yang diinginkan Angel, dia akan melakukannya. Sejak awal dia memang sadar bahwa jarak antara dirinya dan Aldy terlalu jauh, ada jurang pemisah antara mereka yang dalam dan juga lebar.


Hari itu Lisa tidak masuk kelas dia tetap duduk ditempatnya dengan kesakitan yang dirasakan.. Kepalanya yang tadi terbentur terasa semakin sakit, pandangan matanya juga mulai memburam, namun dia masih bisa merasakan tubuhnya yang diangkat oleh seseorang, setelah itu pandangannya semakin memburam dan dia tak sadarkan diri.


Lisa bangun dan heran kenapa dia bisa berada di ruang UKS, seingatnya dia masih duduk depan gudang. Dia melirik jam di tangannya yang sudah menunjukkan jam 10.30, Lisa merasa kepalanya masih agak perih, tak cuma rasa sakit di tubuhnya tapi terlebih lagi sakit di jiwanya. Diapun memutuskan untuk menutup matanya kembali, dia hanya ingin istirahat saja sampai jam sekolah selesai.


Di kelas..


Gita, Dina dan Edis masih mencoba menghubungi Lisa, tapi dia masih tetap tidak mengangkat teleponnya. Ini pertama kalinya Lisa bolos tanpa alasan sejak mereka saling kenal di SMP.


Sementara 2 orang yang lewat di depan mereka dan tahu bahwa Lisa tidak masuk justru tersenyum penuh misteri, namun terlihat sangat bahagia karena sudah berhasil menyingkirkan Lisa setidaknya hari ini.


Suara bel membangunkan Lisa, dia bangun dan bersiap untuk pulang. ketika hendak keluar dari UKS, dia bertemu dengan dokter yang menatapnya penuh tanya, Lisa menyadarinya dan menghindar dengan langsung pamit pulang. Dokter itu hanya bisa menatapnya dengan raut sedih, karena dia memang sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi. Murid yang tadi membawa Lisa ke UKS ternyata melihat semua kejadian tadi, laku menceritakan pada sang dokter yang adalah kakak kandungnya.


Saat keluar dari UKS, Lisa berpapasan dengan ketiga sahabatnya yang sudah berencana untuk mencari Lisa ke rumahnya.


Mereka kaget melihat Lisa yang terlihat berantakan, wajahnya sembab dan pipi kanannya memerah, bahkan seragamnya juga terlihat kotor.


Lisa mempercepat langkahnya untuk menghindari sahabatnya yang sudah pasti akan menodongnya dengan banyak pertanyaan. Dia bahkan tak menghiraukan saat mereka terus berteriak memanggilnya, yang dia inginkan sekarang hanya segera pulang ke rumahnya saja...

__ADS_1


 


__ADS_2