Jalanku

Jalanku
Aku Tahu...


__ADS_3

Lisa sedang menunggu ojol pesanan nya datang menjemputnya. Hari ini dia terpaksa lembur, karena salah satu rakan kerjanya yang harusnya masuk shift siang tidak masuk karena sakit.


Lisa yang baru satu minggu ini menempati posisi barunya sebagai kasir, langsung diminta menggantikam Livy, kasir yang tidak masuk itu. Dia hanya bisa memerimanya, hitung - hitung juga untuk menambah pengalamannya, agar semakin lancar lagi.


Drrt.. Drrt.. Drrt...


On phone call..


From : Unknown


'Selamat malam,, benar ini dengan mbak Li An na?' (lianna, adalah nama yang Lisa pake di aplikasi taksi online itu.. singkatan dari namanya LI sa AN dria NA)


'Iya..'


'Saya Joko, jadi mbak yang pesan ojek dari aplikasi yaa..'


'Iya..'


'Baiklah mbak, saya akan sampai kurang lebih 5 menit lagi ya mbak..'


'Ok mas, saya tunggu di depan ya..'


Tut.. tut.. sambungan terputus.


Tiba - tiba ponselnya kembali bergetar..


Drrt.. drrt..


On Phone Call


From : UNKNOWN


'Apa sudah sampai yaa, belum juga 2 menit..' batinnya, mengira itu dari ojol yang tadi.


'Hallo..'


'Halo..'


DEG!! Suara yang cukup familiar di telinga Lisa.


'Lisa..'


Lisa diam..


'Lis..'


Hening.. masih tak ada sahutan dari sana.


'Lisa.. halo.. aku tahu kamu mendengarku Lisa.. kenapa tidak bicara hmm? Apa segitu besarnya keinginanmu untuk menjauhiku hmm? Apa kamu akan tetap menghindariku meski aku katakan kalau rencana pertunanganku dan Angel dibatalkan hmm?'

__ADS_1


DEG...


'M.. mak.. sud k.. kakak a..pa? Aku nggak ngerti'


Aldy tersenyum ketika Lisa akhirnya mau bicara juga..


'Kalau begitu ayo kita bertemu,, besok Lisa, aku jemput kamu besok, kamu kerja pagi kan? Aku jemput besok sore.. Please.. kali ini Lis, kali ini jangan menghindar lagi. Kita benar - benar perlu bicara empat mata, dan meluruskan masalah kita.. Ok.. See you tomorrow,, good night'


Tut.. tut.. tut....


Aldy sudah memutuskan sambungan telpon itu dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.


Lisa masih kaget, dia bahkan belum sempat memberi jawabannya. Ajakan Aldy terlalu terburu buru, dan dia belum sempat bilang kalau besok dia bertukar shift dengan Mira, seniornya, karena akan merayakan ulang tahun pernikahan mertuanya. Jadi besok Lisa akan kerja siang.


Belum selesai juga dengan kekagetannya itu, dia malah tambah bingung memikirkan dari mana Aldy tahu jadwal kerjanya.


'Ah.. sudahlah, ngapain juga pikirin?' batin Lisa lagi.


Tak lama kemudian ojol yang dipesannya tiba.


'Malam mbak, mohon maaf, agak lama yaa,, biasa mbak Jakarta, kalo nggak macet berarti bukan Jakarta namanya. hehehe..' kelakar si mas ojol sambil memberikan helmnya.


Lisa tersenyum mendengar si mas ojol yang ternyata agak cerewet.


'Nggak apa apa kok mas,, udah biasa juga kan, yaa kayak yang mas bilang tadi, kalo nggak macet yaa berarti bukan Jakarta..' sahut Lisa sambil naik ke atas motor.


'Sudah mbak.. kita jalan sekarang yaa..'


Motorpun mulai melaju membelah jalan Jakarta yang selalu dipenuhi berbagai jenis kendaraan, baik roda dua, roda empat, atau bahkan lebih. Yang pasti jalanan Jakarta tidak pernah sepi.


Sepanjang jalan si mas ojol yang ternyata memang cerewet itu tak pernah berhenti mengajak Lisa bercakap.


'Oh.. jadi si mbak cantik ini seorang anak rantau ya..'


'Iya mas.. saya dan teman saya kesini buat kerja..'


'Orang tua saya juga dulu anak rantau mbak, bapak dari Jawa dan ibu dari Aceh. Mereka ketemu dan menikah lalu menetap di sini, dan lahirlah saya dan adik saya dua orang. Sekarang saya juga udah nikah mbak, anak satu.'


'Pasti senang ya mas, pulang kerja di sambut sama istri dan anak..'


'Iya mbak.. rasanya semua lelah setelah kerja seharian langsung hilang pas lihat anak kita, apalagi kalo disambut dengan senyuman istri.. Beuh.. rasanya surga..'


'Hahaha.. si mas bisa aja..'


'Eh.. betul mbak, nanti deh kalo si mbak cantik ini udah nikah pasti mbak bakal percaya yang saya bilang..'


'Hehehe.. iya deh mas saya percaya kok..'


'Katanya sih percaya, tapi kok nada bicaranya yaa kayak gitu toh mbak..'?

__ADS_1


Mereka terus berbincang juga bercanda hingga tak terasa sudah sampai di kost nya Lisa.


'Nah, mbak sudah sampai..'


'Iya mas, makasih yaa..' ucap Lisa sambil memberikan uang ongkosnya, dan mengembalikan helmnya..


'Iya mbak, sama - sama,, oh iya mbak.. jangan lupa bintangnya yaa.. 5 aja deh, nggak usah lebih..' ucap mas ojol dengan tangannya diangkat ke atas dan memberi kode Oke..


'Hehehe siap mas..' balas Lisa sambil terkekeh dan menunjukkan tanda Oke pula.


'Baiklah mbak, kalau begitu saya permisi sekarang ya... selamat malam.. '


'Hati - hati..'


Lisa masih saja tersenyum ketika sudah masuk ke tempat kost -nya. Disana, di deoan kamarnya Tya sudah menunggunya. Sejak kembali dari acara pernikahan Feby, Tya memang belum sempat bertemu dengan Lisa. Selama beberapa hari ini,. Tya harus kerja lembur karena sempat izin.


'Lisa.. '


'Oh, hai Ty udah pulang?'


'Iya, aku kerja pagi.. Kamu bukannya pagi juga yaa.. aku lihat kamu tadi pas berangkat.'


' Oh iya.. hari ini aku lembur..'


'Ooh... Ehm.. Lis.. '


' Iya..'


'Kamu baik - baik aja kan?'


'Iya, aku baik kok, kenapa Ty.. kamu kok kayaknya aneh sih?"


'Ehm,, nggak kenapa napa kok.. aku cuma pengen kamu tahu kalau aku itu sayaaang banget sama kamu Sa.. kamu tahu itu kan..'


mata Tya mulai berkaca - kaca, membuat Lia yang melihatnya jadi bingung.


'Ty.. kamu kenapa sih.. ada masalah?'


Tya menggelengkan kepalanya..


'Nggak Sa, nggak ada..'


Kali ini Tya mulai terisak. Dia mengelap air matanya kasar. Dia bahkan merutuki dirinya yang bisa bisanya justru menangis dan jadi lemah di depan sahabatnya itu. Padahal awalnya dia berniat untuk menghibur Lisa. Eeh.. malah sepertinya justru akan terbalik, antara siapa yang butuh dihibur, dan siapa yang akan menghibur.


Tya menarik nafas panjang, menghirup udara sebanyak - banyaknya lalu menghembuskannya kasar. Dia kembali menghapus air matanya, lalu beralih memandang Lisa.


'Lisa.. aku sayang banget sama kamu, kamu sahabat terbaik yang pernah aku punya, kamu itu bahkan udah anggap kamu dan Karin itu kayak saudara kandung aku sendiri, jadi tolong.. tolong terbukalah denganku Sa,, jangan lagi simpan semua dalam hati kamu sendiri, tolong berbagilah sama aku.. bisa yaa, Sa..' ucapnya lalu kemudian langsung memeluk Lisa.


'Tya.. ka.. mu..'

__ADS_1


'Aku tahu Sa.. aku.. udah tahu semuanya..'


DEG!!


__ADS_2