
Drrt.. drrt..
📱🎵 "jangan datang lagi cinta.. bagaimana aku bisa lupa.."
bunyi ponselnya membangunkan Lisa.
Dia memang hampir tidak tidur sama sekali semalam, karena terus memikirkan apa yang Tya ucapkan. Lisa bingung dan tidak menyangka bagaimana bisa, dan darimana Tya tahu semuanya.
Lisa segera meraih ponselnya dan melihat siapa yang menghubungi nya pagi pagi.
Lisa menerutkan keningnya ketika melihat id penelpon itu, ternyata berasal dari tempatnya bekerja, tapi dia tetap mengangkatnya.
'Hallo..'
'Hallo, selamat pagi Lisa.. sebelumnya hanya ingin memastikan saja, hari ini kamu kebagian shift pagi yaa' terdemgar suara seorang perempuan di ujung telpon.
',Iya kak, tapi hari ini saya tukeran sama kak Andien,'
'Oh.. ya udah kalo gitu siang ini bisa datang lebih awal?'
'Ehmm,, bisa, bisa kak, tapi kalau boleh tahu ada apa ya kak? perasaan saya nggak ada bikin kesalahan..'
'Oh soal itu nanti kamu tanyakan langsung sama pak Heru, pokoknya nanti siang kamu datang langsung ke kantor dulu, bilang mau ketemu sama pak Heru, Ok..'
'Iya kak..'
Lisa tiba lebih awal setengah jam dari jam kerjanya. Dia memang sengaja datang lebih awal, karena pagi tadi pihak HRD menghubunginya agar sebelum jam kerjanya, dia disuruh menghadap ke kantor lebih dulu.
Sebelumnya dia tidak pernah segugup ini, tapi
kali ini perasaan nya campur aduk. Walaupun sudah berpikir berulang kali, tapi dia tetap tidak bisa menemukan kesalahan apa yang mungkin sudah dia buat.
Meski masih penasaran Lisa tetap melangkahkan kakinya ke arah ruang kantor. Ketika masuk dia bertanya pada salah satu pegawai di situ.
'Permisi bu, saya Lisa Anggraini, tadi disuruh kesini katanya disuruh menghadap pak Heru, pak Herunya ada?'
'Oh ada, pak Heru ada di dalam, tapi kamu nunggu disini sebentar ya, di dalam masih ada tamu soalnya.'
'Oh iya bu, makasih'
'....'
Lima belas menit kemudian..
'Lisa, kamu boleh masuk sekarang.'
'Iya.. makasih bu .'
tok.. tok.. tok..
__ADS_1
Lisa mengetuk pintu ruangan
'Masuk..'
'Selamat siang pak..'
'Siang.. mari masuk.. dan silahkan duduk' ucap Heru ramah sambil tangannya menunjuk kursi di depan mejanya.'
'Kalau boleh saya tahu, kenapa saya dipanggil ke sini ya Pak? Apa saya berbuat kesalahan dalam pekerjaan saya?'
'Oh,, hahahaha.. tidak.. tidak bukan karena itu.. Jadi begini.. berdasarkan laporan yang saya terima, selama ini report kerja kamu selalu bagus.'
'Dan sekarang kamu juga sudah di pindah ke depan kan?'
'Iya, Pak..' sahut Lisa.
'Jadi posisi baru kamu sekarang, yaa meskipun baru beberapa bulan jadi kasir, toh kerja kamu juga saya dengar cukup baik dan memuaskan.'
'Nah, berdasarkan track record kamu, karena itu kami mempertimbangkan untuk kamu jadi salah satu karyawan yang akan kami pindah ke cabang yang baru..'
'Jadi, sampai sini ada yang kurang jelas?'
'Tidak pak. Semua cukup jelas.'
'Baiklah, jadi kamu bersedia?'
'Semua keputusan diambil berdasarkan penilaian atas kinerja karyawan, dan kamu adalah salah satu yang kinerjanya sangat baik.'
'Oke.. kalau begitu silahkan kamu kembali kerja, dan nanti tinggal tunggu pemberitahuan selanjutnya.'
'Baik pak, kalau begitu say permisi..'
'Oh ya, ingat.. keep your good work, right'
Lisa tersenyum dan membalas
'Yes Sir.. always..'
Lalu dia segera menuju loker nya dan bersiap bekerja. Hari ini dia seperti mendapat mood booster.
***
'Capek ya Lis..' ucap Satria, salah seorang rekan kerjanya.
'He em.. lumayan, hari ini rame banget.. soalnya, untung aja udah mulai terbiasa, kalau aja aku masih masa awal awal di kasir terus ramenya kayak hari ini mungkin aku udah kelabakan dan banyak bikin kesalahan sendiri.' jawab Lisa.
'Oh iya, maaf ya kak, aku masih sering ngerepotin kak Satria dan kak Lani tadi, dan, makasih juga ya karena kakak, masih mau bantuin aku terus, sama kamu juga Ris'.. ucap Lisa tulus.
Satria dan Lani adalah kasir yang lebih senior dari Lisa, dan hari ini kebetulan meja kasir mereka saling berdekatan, jadi tidak jarang Lisa meminta bantuan mereka berdua, jika ada yang belum terlalu dia kuasai.
__ADS_1
Mereka bertiga dan seorang lagi bernama Riska, saat ini sedang istirahat makan malam.
'Eh tapi, kak Lani emang nggak capek ya kalo berdiri lama kayak gini.' tanya Riska.
'Yah, jujur sih capek Ris, tapi kan kerja emang kayak gini, ya mau gimana? Lagian udah kali kedua juga, jadi udah biasa, anggap aja sama kayak hari - hari biasanya, sebelum hamil'
'Memangnya, perkiraan dokter, kak Lani kapan lahirannya?'
'Kalo menurut dokter sih 6 minggu lagi.'
'Terus kakak tetap kerja?'
'He em..'
'Wah.. kakak ini hebat yaa, badannya aja kecil, tapi tenaganya besar..'
'Nggak cuma tenaga aja Lis, tapi semangatnya juga, ya kan kak?' timpal Riska.
Lani pun mengangkat jempolnya ke atas.
'Lis, kalo nanti kamu hamil kamu nggak usah kerja yaa, biar aku yang nyari duit buat kita, kamu tenang di rumah aja, nggak perlu repot kerja lagi, Ok..' ucap Satria tiba - tiba dan langsung dipelototi oleh ketiga teman makannya itu.
'Ciye.. ciye.. ciye.. jadi udah terang terangan nih yee..' goda Riska.
'Udah Sat, jangan lama - lama cepat dinikahin aja biar cepat nyusul aku..' tambah Lani sambil berdiri dari meja itu, yang langsung diikiti Riska, karena waktu istirahatnya yang sudah habis.
'Kakak..' ucap Lisa setengah berteriak, lalu segera mengejar kedua orang yang sudah menggodanya tadi.
Mereka pun tertawa bersama,, sembari menghilangkan kepenatan dan rasa lelah sebelum kembali lanjut bekerja lagi.
Sementara Satria, hanya tersenyum sendiri sambil ikut berjalan di samping Lisa.
Sampai di loker, Lisa masih saja di goda oleh ledua temannya itu.
'Udah deh Lis, terima aja, lagian Satria itu baik kok, rajin, dan ganteng pula.' Lani kembali membuka suaranya.
'Iya, Lis.. postur tubuhnya juga bagus kok, ya itung itung supaya ada yang jagain kamu Lis, apalagi kita itu sering pulang malam kan. Ingat Lis, nggak baik loh anak cewek itu jalan sendiri malam - malam. Ba.. ha.. ya..' tambah Riska.
'Iya.. iya tahu,, mentang - mentang udah punya pacar, sekarang jadi main ceramahin aku ya..'
sahut Lisa. Mereka sudah berjalan akan masuk ke dalam toko.
'Nah, itu dia Lis, karena aku udah punya, makanya kamu juga dong.. biar kita bisa jalan bareng, dunle date gitu..'
'Ih, Ris jodoh itu udah ada yang atur, ya kalo udah waktunya pasti datang sendiri kok..'
'Loh.. udah ada kok buat kamu Lis, tuh, si Satria.. udah lama nungguin kamu, ditolak lebih dari sekali, eh mentoknya tetap ke kamu.. setia banget Lis,, harus disuruh nungguin berapa lama lagi coba,, kasian tau.. terima ajalah, yaa seenggaknya terima kalo dia ajakin jalan kek gitu..'
Merekapun akhirnya kembali melanjutkan pekerjaan masing - masing sampai selesai.
__ADS_1