Jalanku

Jalanku
7. That Memories (Awal Perkenalan)


__ADS_3

'Lisa.. bangun Sa..' kata Gita yang sudah duduk di lantai sambil terus menggoyang-goyang pundak Lisa, berharap sahabatnya segera sadar.


 


Tak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan Gita, dua sahabatnya yang lain juga terus berusaha untuk menyadarkan sang sahabat yang pingsan akibat terkena lemparan bola tadi. 'Lis.. bangun.. Lisa..' teriak mereka histeris karena sahabat satu itu belum juga sadar.


Keributan dan kegaduhan yang ada dalam ruangan itu yang semula penuh dengan suara-suara yang didominasi oleh kaum hawa yang berteriak histeris karena para pria yang tadi asik bermain basket, kini sudah mereda, ya, akibat insiden 'bola liar' tadi yang terpental jauh keluar lapangan sampai-sampai membuat seorang siswi jatuh pingsan, mereka berenam pun akhirnya memutuskan untuk menghentikan permainan.


Sementara di dekat pintu keluar, tempat terjadinya insiden 'bola liar' tadi, beberapa siswa sudah terlihat berkerumun di sana.


Keenam siswa yang menjadi pusat perhatian di lapangan tadipun terlihat sudah ada disana. Awalnya mereka hanya membiarkan 3 siswa yang sedang berusaha membangunkan sahabat mereka yang jatuh pingsan akibat terkena bola, tapi karena sudah lewat beberapa menit dan usaha mereka masih belum membuahkan hasil juga, salah satu dari mereka kemudian ikut berjongkok. Gita yang menyadari bahwa pria yang ikut jongkok disampingnya adalah kakak sepupunya langsung membuka suaranya


'Kak tolong bawa dia ke UKS' pintanya kepada sang kakak, yang langsung di diangguki oleh sang kakak.


Tanpa diminta pun sebenarnya dia memang sudah berniat membawa tubuh Lisa ke UKS. Akhirnya, dengan sekali angkat tubuh mungil Lisa kini sudah berada dalam dekapan pria itu, dan dengan langkah kakinya yang lebar dia langsung membawa Lisa ke UKS untuk mendapat pertolongan pertama, dan untuk memastikan bahwa tidak ada hal yang cukup berbahaya terjadi padanya.


 


Ketika pria itu sudah membawa Lisa ke UKS yang diikuti oleh ketiga sahabat Lisa dan juga kelima teman dari pria itu, para siswa perempuan yang ada di ruangan olahraga itu mulai mengeluarkan suara-suara mereka..


  


'Aahh,, aku mau gantiin tu cewek pingsan biar bisa di gendong kayak dia..'


Ada juga yang bilang


'Aagh harusnya yang kena bola itu tadi akuuu huhuhu..'


Yang lain juga bilang..


'Duh.. beruntung sekali tuh cewek bisa di gendong sama cowok idola di sekolah,, aku kapan ya bisa kayak dia'


Namun ada juga diantara mereka yang iri melihat kejadian tadi dan bilang


'Halah.. paling juga tuh cewek cuma modus biar bisa di gendong sama cowok ganteng kayak Aldy'


'Iya,, jago juga dia aktingnya' sambung yang lain dengan nada yang terdengar sumbang, sangat kentara bahwa mereka tidak suka dengan pemandangan yang baru saja mereka lihat.


Sementara bagi siswi-siswi baru, melihat kakak kelas ganteng seperti pria tadi seolah jadi semangat tambahan bagi mereka untuk rajin ke sekolah. Mereka saling berbisik


'Ya ampun.. gantengnya..'


'Duh jadi punya vitamin mata nih di sekolah' ucap siswi lainnya.

__ADS_1


Ada juga yang halu dan bilang


'Duh pengen jadi pacarnya..'


Dan bermacam-macam kata-kata yang keluar dari mulut mereka.


  Ya,, di sekolah itu siapa sih yang tidak kenal dengan siswa pria yang tadi menolong Lisa dan membawanya ke UKS tadi,, semua siswa perempuan yang duduk di kelas XI dan XII sudah sangat mengenal sang idola sekolah, bahkan tidak sedikit yang secara terang-terangan menyatakan rasa suka mereka kepada sang primadona sekolah.


* * *


 


Dia Rivaldy Putra Setiadi,, siswa yang tengah menjadi pusat perhatian bahkan rebutan para siswi di sekolah. Aldy sapaan akrabnya, adalah salah satu murid yang pintar dan selalu berada di 3 besar di sekolah sejak duduk di kelas X. Postur tubuhnya yang tinggi serta kesukaannya pada basket menjadikannya sebagai kapten di tim basket sekolah, bahkan karena kepintarannya, diapun sekarang menjabat sebagai ketua OSIS. Sikap yang bersahaja, bersahabat, dan ditunjang wajah yang sangat rupawan, seolah semakin membuat dia menjadi mahluk sempurna, serta menambah nilai plus yang dimiliki sang idola,, benar-benar tidak salah jika julukan sebagai primadona sekolah disematkan padanya.


* * *


Ruang UKS...


Kesembilan murid yang tadi mengantarkan Lisa ke UKS, kini sedang menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter sekolah mereka.


 


Beberapa menit kemudian, sang dokter pun keluar dari tempat pemeriksaan, dan kemudian berjalan menghampiri para murid yang menunggu di luar ruangan.


'Lisa dok, teman kami namanya Lisa' jawab Gita.


'Baiklah, jadi kalian tidak perlu terlalu khawatir, bola yang mengenai Lisa tadi juga tidak terlalu kuat tapi karena mengenai kepalanya hingga mengakibatkan teman kalian shock lalu pingsan' jelas dokter tersebut.


'Tapi kenapa Lisa masih belum sadar juga ya dok?' kali ini Edis yang bertanya


'Itu bisa jadi, seperti yang sudah saya bilang tadi, karena dia itu terlalu shock, teman kalian tadi pasti tidak dalam keadaan siap untuk menerima bolanya kan?'


'Iya dok betul, tadi kami sudah mau pulang, kami tidak ada yang melihat kalau bola itu datang, apalagi tadi Lisa yang memang berjalan paling belakang' jawab Gita lagi.


'Nah, mungkin penyebab lainnya adalah karena yang kena adalah kepala bagian belakang, jadinya dia sedikit agak lama untuk sadar. Tapi secara keseluruhan sih kondisi teman kalian cukup baik.' kata sang dokter lagi, yang langsung dapat anggukan dari ketiga siswa di depannya.


'Jadi Lisa benar-benar tidak apa-apa dok?' kali ini giliran Dina yang bertanya.


Sang dokter pun tersenyum mendapat pertanyaan dari para murid baru itu, dia mengerti bahwa mereka begitu peduli dengan keadaan teman mereka yang sedang berbaring di ruang UKS.


'Harusnya sih dia tidak apa-apa, lagipula tadi teman kalian tidak sampai muntah kan?'


'Nggak kok dok', jawab Gita sekali lagi.

__ADS_1


'Jadi sekarang tinggal menunggu dia siuman, kita akan lihat, jika dia masih meresa pusing maka saya akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan, tapi jika tidakpun saya akan tetap memberi resep, untuk mengurangi rasa nyeri.' sambung dokter itu.


Sementara sang dokter memberi penjelasan itu, ternyata Lisa sudah membuka matanya, dan melihat ketiga sahabatnya yang sedang berbincang dengan dokter sekolah mereka. Lisa pun memanggil para sahabatnya itu.


'Aahh Lisa akhirnya kamu bangun juga' kata Dina.


'Kamu bener-bener bikin kita takut tau..' sungut Gita, tapi wajahnya menunjukkan kelegaan.


Sementara keempat sahabat itu berbincang di dalam, sang dokter keluar dan menghampiri keenam murid laki-laki yang ikut mengantar Lisa tadi.


'Jadi, siapa yang sudah lalai dan menyebabkan insiden ini?' tanya sang dokter.


'Saya dok,,' jawab Justin jujur.


'Bukannya kalian semua adalah anggota inti tim basket sekolah ini? Semua siswa sudah tahu kemampuan kalian, jadi kenapa bisa sampai ada kelalaian seperti ini?' tanya dokter itu sekali lagi.


'Ehm,, sebenarnya itu kesalahan saya sendiri, saya tadi sedikit hilang fokus, dan... ya dokter pasti tau yang terjadi selanjutnya..' jawab Justin lagi.


'Ya sudah yang penting dia tidak apa-apa dan sekarang sudah siuman, lebih baik kamu minta maaf' saran sang dokter.


'Iya dok.'


 


Setelah dokter memberi resep untuk ditebus, Lisa pun diantar pulang oleh keempat sahabatnya. Justin juga sudah meminta maaf. Tapi yang membuat semua yang ada disitu heran adalah ketika Aldy tiba -tiba mengajukan diri untuk mengantarnya pulang. Jangan salah, Aldy memang baik, tapi dia dikenal sulit didekati oleh perempuan, buktinya selama ini meski digilai oleh banyak siswa perempuan di sekolah, Aldy masih jomblo sampai sekarang, tapi hari ini, bahkan sejak tadi ketika dia sendiri yang membawa Lisa ke UKS, seolah dia tidak masalah dekat dekat dengan gadis satu ini.


 


Setelah menebus resepnya Lisa diantar pulang oleh Aldy dan Gita. Tiba di depan rumahnya Lisa pun bersiap turun dari mobil Akdy, namun sebelumnya dia lebih dulu mengucapkan terima kasihnya.


 


'Terima kasih sudah mengantarkan saya pulang ya kak...' Lisa menggantung kalimatnya karena memang dia belum tahu nama pria yang sudah mengantarnya pulang itu.


'Akdy panggil saja aku Akdy', jawabnya.


'Oh iya, kak Aldy sekali terima kasih sudah mengantar saya pulang, kalau begitu saya permisi pulang, selamat siang,'ucapnya sopan.


'Bye Lis.. see you tomorrow' ucap Gita


'Bye Ta, thanks yaa..' ucap Lisa sambil melambaikan tangannya dan berjalan memasuki rumah keluarganya yang cukup sederhana.


'See you tomorrow pretty girl..' ucap Aldy dalam hati...

__ADS_1


 


__ADS_2