Jalanku

Jalanku
Menunggumu


__ADS_3

'Lisa pulang sama aku yuk, aku antar kamu pulang.'


usah kak, ngerepotin'


'Nggak kok, siapa bilang ngerepotin? kan yang ajak aku..'


'Hehehe, nggak usah deh, biar aku pesan ojol aja, kayak biasa., lagian udah malam juga ini'


'Ya karena ini udah malam Li, makanya kamu pulangnya bareng aku aja yaa. Anak perempuan tuh ya nggak baik kalo malam - malam jalan sendiri, bahaya. Aku maksa loh ini.'


'Ehmm ya udah deh kalo kakak maksa.'


Mereka pun tersenyum sambil merapikan tempatnya masing - masing.


Selesai berkemas, mereka pun segera bersiap untuk pulang.


'Ayo Lis, naik' ucap Satria kepada Lisa.


'Wiih.. kirain kakak bawa motor, ternyata mobil?'


'Hehehe, sekali kali boleh lah, belum lunas kok masih nyicil, second pula.'


'Nggak nanya kok.'


'Ya, biar kamu nggak curiga kan?'


'Ih kakak apaan sih..' ucap Lisa sambil memasang seatbelt nya.


'Kita jalan ya..' ucap Satria sambil menyalakan mobilnya. Tapi sebelum dia menjalankan mobilnya, seseorang mengetuk pintu kaca mobilnya.


Satria menurunkan kaca mobilnya, untuk berbicara dengan orang yang mengetuk kaca mobilnya tadi.


' Maaf ada apa ya?' tanya Satri sopan.


'Keluar' ucapnya dengan pandangan matanya tepat ke arah Lisa,


'Suaea itu..' batin Lisa yang memang sedang sibuk dengan tasnya sejak tadi. Dia pun menoleh ke arah suara itu.


DEG.. DEG!!!


'K.. kak.. kak Aldy,, kakak ngapain di sini?'


'Kamu kenal Lis?' tanya Satria, dan langsung diangguki Lisa.


'Dia..' belum sempat dia selesai bicara, pintudi sampingnya sudah terbuka, dan laki laki itu langsung membuka seatbelt yang Lisa pake, kemudian menariknya keluar dari mobil.


'Aww.. sakit kak' lirih Lisa saat tangannya ditarik paksa oleh Aldy.


'Eh.. woy bro, santai dong. Loe siapa sih, jangan kasar dong sama cewek.' Satri segera keluar dari mobilnya dan hendak menghentikan Aldy yang sedanv menarik Lisa menjauh.

__ADS_1


'Lepas' katanya saat sudah mencapai tangan Lisa.


Aldy hanya diam melihat itu, tapi dari tatapannya dan rahangnya yang mengeras, sudah menujukkan kalau dia sedang marah.


'Lisa pulang sama gue,' ucap Satria sambil menarik Lisa ke arahnya.


'Loe siapa berani ngatur Lisa mau pulang dengan siapa?'


'Gue.. gue calon pacarnya Lisa, kenapa?' jawab Satria.


'Ck.. calon pacar?' Aldy menatap Lisa, seolah memastikan ucapan Satria.


Lisa yang ditatap dengan pandangan tajam Aldy hanya bisa diam dan menundukkan kepalanya.


'Loe yakin Lisa mau sama elo?'


'Gue sendiri yang bakal terus yakinin dia. Gue nggak peduli berapa lama sampai dia mau nerima gue, tapi yang pasti, gue akan tetap menunggu Lisa.' ucap Satria tulus.


Aldy semakin geram mendengarnya, dia tahu bahwa pria itu adalah lawannya untuk merebut hati Lisa.


Dia menatap Lisa dan berkata.


'Kamu lupa janji kamu hari ini?'


Lisa terlihat bingung dan berpikir kenapa Aldy bisa ada di situ, juga tentang ucapan Aldy. Seketika dia ingat tentang janjinya kemarin dengan Aldy. Lisa reflek mengatupkan tangannya ke mulutnya.


' M.. maaf kak, aku lupa..' jawabnya.


'Maaf ya kak Satria, aku pulang dulu..' ucap Lisa pada Satria yang masih berdiri mematung di tempat dia berdiri. Dia merasa tidak enak pada Satria.


Satria telak terdiam, dia hanya bisa melihat Lisa yang sudah pergi bersama pria yang bernama Aldy itu. Dalam hati dia bertanya - tanya siapa sebenarnya pria itu.


Tiba - tiba punggungnya ditepuk dari belakang, dan membuat Satria kaget. Ternyata itu adalah Kiki, teman kerjanya sekaligus sahabatnya, juga pacar Sindi teman Lisa.


'Dia cowok dari masa lalu Lisa bro, kalo loe mau tahu. Dan kayaknya dia masih ngejar - ngejar Lisa sampe sekarang. Dan dia itu adalah saingan terberat elo, sejauh ini.' ujar Kiki. Dia juga baru akan pulang saat melihat pria yang dia kenal. Karena itu dia mendekat ke sana, dan benar saja ternyata dia adalah Aldy.


'Jadi, elo kenal sama tu cowok?' tanya Satria.


'Hem, waktu itu gue jalan sama Sindi dan Lisa ke pantai, waktu mau pulang tiba - tiba dia muncul, dan... yaa gitu.. Lisa akhirnya pulang bareng dia. Dia pe de banget, loe tahu apa yang waktu itu dia bilang? Dia bilang.. kalo dia akan jadi satu - satunya laki-laki yang akan ada di masa depan Lisa'


'Heh.. jadi sekarang dia bukan siapa - siapa Lisa kan. Itu artinya kesempatan gue masih terbuka lebar. Intinya, gue nggak bakalan mundur, gue akan terus perjuangin perasaan gue ke Lisa.'


'Well, gue sih mau dukung loe bro, tapi, kayaknya dia memang saingan yang sulit.'


',Maksud loe?'


'Hehehe, dia itu pesonanya jauh..'


'Maksud loe gue nggak ganteng huh!!' ucap Satria sambil memiting leher Kiki.

__ADS_1


'Eh.. eh.. nggak.. nggak gitu bro, maksud gue, elo itu ganteng, tapi dia itu... lebih berkarisma'


'Elo.. elo udah bosan hidup hah.. elo bosan jadi sahabat gue?'


'Ya elah bro.. woles lah.. woles'


'Ngapain sih dia muncul disini,'


'Ya nungguin Lisa pulang lah, dari tadi nggak sadar juga Sat..'


****


'Kamu lembur? kenapa nggak hubungi kakak? kamu juga nggak balas chat kakak, kamu tahu nggak aku udah menunggu kamu sejak sore tadi.'


'Maaf kak, kalo lagi jam kerja kita nggak boleh pegang ponsel, itu udah peraturan perusahaan. Dan hari ini aku memang masuk siang, maaf aku lupa nggak kabarin kakak jadinya kakak mesti nunggu lama.'


'Oh pantes telpon, sms sama chat nggak ada yang kamu respon. Terus, kalo ada hal Urgent, gimana cara hubungi kalian?'


'Itu tinggal hubungi nomor kantor aja, nanti orang kantor yang bilang sama kita.'


'Oh..' Aldy manggut manggut.


'Tapi kenapa kakak nggak pulang aja sih tadi. Kenapa kakak pake nungguin aku sampe pulang malam kayak gini?'


'Bahkan aku udah nunggu kamu hampir 4 tahun sampai hari ini, itu nggak masalah buat aku Lis, apalagi kalo cuman nunggu beberapa jam, kayak tadi'


DEG..


'kenapa diam?'


'Aah... nggak apa apa, tapi... apa kakak nggak sebaiknya berhenti aja?'


'Berhenti apa maksud kamu?'


'Itu.. berhenti.. buat.. nunggu aku.'


Ckiiit.. Aldy langsung mengerem mobilnya mendadak.


'Nggak Lisa, nggak akan pernah aku menyerah buat dapetin hati kamu.. kamu nggak dengar kakak bilang apa tadi? Kakak nggak masalah nungguin kamu, mau empat tahun, lima tahun, sepuluh tahun, aku bakal tetap tunggu kamu. Kalau kamu tetap nggak bisa balas perasaan kakak, maka biarin kakak terus menyimpan rasa ini sampai kapanpun buat kakak sendiri.'


'Kak..'


'Please Lisa.. '


'Tapi.. gimana kalo ternyata hati ku sudah jadi milik orang lain?'


DEG!!


'Maka izinkan kakak untuk tetap menyimpan perasaan ini selamanya sendiri, dan meski kamu bersama orang lain, izinkan kakak untuk terus melihat senyum bahagiamu.. selamanya... dan biarkan aku sendiri, dan tolong jangan pernah menyuruh aku untuk membunuh rasa ini..'

__ADS_1


DEG... Lisa tidak bisa mendengar lebih banyak dari ini, dia sudah cukup menutup mata, telinga dan hatinya selama ini, tapi perkataan Aldy ini...


Matanya sudah memburam, Aldy sudah mendekapnya erat, keduanya saling menyalurkan rasa masing masing, meski hanya lewat pelukan, tanpa kata, tanpa suara.


__ADS_2