Jalanku

Jalanku
5.Cinta Monyet


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, dan tanpa terasa kini Lisa sudah bekerja selama kurang lebih 3 bulan lamanya.


Kini Lisa dan rekan-rekannya yang masuk kerja bersama beberapa bulan lalu sudah tidak lagi memakai seragam putih hitam tapi sudah berganti dengan seragam yang memang dipakai oleh karyawan di supermarket tersebut, pertanda mereka sudah lulus masa training dan sudah benar-benar menjadi karyawan supermarket.


Sore itu selesai dengan shiftnya, Lisa pulang bersama dengan Sindi dijemput oleh pacarnya Sindi yang bernama Kiki. Kiki juga karyawan di tempat yang sama dengan mereka, tapi hari ini kebetulan adalah hari liburnya.


Lisa dan Sindi memang berencana untuk menikmati sunset di tepi pantai. Saat masuk mobil Kiki, Sindi langsung duduk di depan, sedangkan Lisa duduk di belakang. Merekapun melaju ke tempat tujuan.


Tiba di pantai mereka langsung mencari spot yang tepat agar bisa menikmati sunset sore itu, dan bisa mengambil gambar yang bagus.


'Kayaknya yang disebelah sana bagus deh Lis' ucap Sindi.


'Ya sudah disana aja..ayok..' ajak Kiki


Lisa pun hanya ikut mereka. Maklum jomblo mah bisanya ikut ajaahh.. Ya Lisa memang belum berniat mencari pasangan, dia masih ingin fokus bekerja dan mengumpulkan uang agar bisa kuliah. Padahal sudah ada beberapa cowok yang coba mendekati, termasuk rekan kerjanya, namun semua ditolaknya dengan alasan yang memang jadi tujuannya untuk bekerja.


Setelah mendapat tempat terbaik mereka langsung duduk menunggu sunset datang. Ketika langit mulai menunjukkan warna orange yang cantik, mereka langsung mengeluarkan hp masing-masing dan mulai mengambil foto secara bergantian ataupun selfie..Setelah puas menikmati sunset dan mengambil beberapa foto merekapun berniat pulang.


Saat berjalan hendak kembali ke mobil tiba-tiba ada yang memanggil Lisa


'Lisa..' sapanya


DEG!!

__ADS_1


Lisa kenal suara itu, daaann seketika tubuhnya menegang hanya karena mendengar suara yang sangat dikenalnya itu, suara seorang yang sangat sangat ingin dihindarinya.


Dengan terpaksa Lisa menoleh dan benar saja, ketika melihat siapa yang memanggilnya, Lisa kaget dan tanpa sadar mulutnya terbuka dan seperti hendak berteriak tapi tanpa suara.


Sindi dan Kiki yang melihat hal itu hanya bisa bengong. Apalagi Sindi, dia begitu terpesona dengan keindahan yang terpampang nyata di depannya saat ini.


Pemuda itu dengan postur yang tinggi dan gagah benar-benar mampu membuat para wanita luluh hanya dalam sekali lihat saja. Kiki yang menyadari tatapan Sindi langsung menarik kekasihnya untuk mendekat padanya, dia tidak rela jika mata sang kekasih tidak berkedip melihat pria lain. Sedangkan pria yang tadi memanggil Lisa berjalan mendekat dengan senyum yang tak hilang dari bibirnya.


'Lama tak berjumpa..' dia menjeda kalimatnya


'my baby..' goda pria itu yang langsung menyadarkan Lisa dari keterkejutannya


'Aahahaha.. i..iya k..kak Al..dy...' Sahut Lisa sedikit tergagap. 'kakak gimana kabarnya?'


'Aku baik sangat baik.. dan kamu Lis,, tambah cantik aja' puji Aldy, dan membuat Lisa hanya bisa tertunduk sambil tersenyum..


'Eh.... i..iya kak kenalin mereka teman kerja Lisa, Kiki dan Sindi' Lisa memperkenalkan kedua temannya.


'Oh ya, kenalin..saya Aldy satu-satunya pria yang akan ada di masa depan Lisa nanti' ucap Aldy lugas, lalu mengedipkan sebelah mata kepada Lisa, yang sukses membuat ketiga orang di depannya melongo karena kaget,, apalagi Lisa, bukan cuma dibuat kaget tapi dia juga jadi sangat malu pada Sindi dan Kiki, dia tidak pernah menyangka akan bertemu lagi dengan laki-laki yang saat ini ada di depannya,, jika bisa dia ingin lari dan bersembunyi saja,, jika bisa dia ingin berteriak sekuatnya.. ah..sepertinya saat ini dia berada di tempat yang tak seharusnya..


Sementara Sindi masih belum sadar dari keterkejutannya, dia merasa pria di depannya adalah pria yang sangat sangat gentle. Dia terus menatap pria tampan di depannya bahkan tanpa mengedipkan mata sama sekali, bahkan mulutnya sudah menganga entah sejak kapan.


Kiki yang menyadarinya merasa cemburu karena pacarnya jelas jelas merasa terpesona dengan pria lain tepat di depannya, hingga dia akhirnya membuka suaranya sekedar untuk menghilangkan kecanggungan yang sedang terjadi..

__ADS_1


'oh.. hahaha Lis,, jadi itu alasan Lo terus nolak semua cowok-cowok yang deketin Lo selama ini Lis? ternyata Lo udah punya calon ya?? pantes aja kamu tuh selalu berusaha buat jaga jarak dari cowok-cowok itu..ternyata... hemmm... gue ngerti sekarang..' kata Kiki.


'Hahaha.. tapi bagus sih Lis,, Lo hebat,, gue salut sama kamu.. kamu itu.. setia.. dan nggak kegoda oleh rayuan dan tampang cowok-cowok lain'


goda Kiki yang sebenarnya adalah sebuah kode sindiran buat sang kekasih, dan hal itu langsung membuat Sindi sadar dari tatapan memujanya kepada Ryan, dan kemudian menatap sang pacar lalu menyikut pinggangnya..


Kikipun melanjutkan kata-katanya lagi..


'Seandainya gue jadi Lo gue pasti juga bakal bertahan meski LDR, orang pacar Lo ganteng gini kan ya?' yang hanya mendapat gelengan pelan dari Lisa yang terus menunduk.


 


Sementara pria yang berdiri di depan mereka sedari tidak memalingkan pandangannya dari gadis yang terus menunduk itu. Senyum di wajahnya seakan tidak mau pergi. Sudah lebih dari 2 tahun sejak terakhir mereka bertemu, dan lebih dari setahun sejak gadis itu memutus komunikasi antara keduanya secara tiba - tiba dan sepihak tentunya.


 


Namun berbeda dengan Lisa. wajahnya yang sudah sangat merah karena menahan malu, membuat dia tidak mampu lagi mengangkat atau menunjukkan wajahnya, apalagi membuka suara..


Lisa tidak pernah menyangka akan bertemu lagi dengan pria yang sedang berdiri di depannya dan terus menatapnya sedari tadi dengan senyumannya yang begitu manis.


Setelah usaha yang Lisa buat untuk menjauhkan diri dari pria itu, berusaha menghilang dari dunia pria itu, ternyata takdir berkehendak lain, takdir kembali mempertemukan mereka secara tak terduga seperti yang sedang terjadi sekarang ini.


Lisa benar-benar dibuat kaget dengan pertemuan yang tak disangka-sangka ini,,

__ADS_1


jika bisa dia ingin bersembunyi atau bahkan langsung menghilang saja saat ini.


Dia juga merasa malu, sangat sangat malu pada dua teman yang berdiri disampingnya...


__ADS_2