Janda Kembang Kampoeng Pete

Janda Kembang Kampoeng Pete
Janda Camlaude


__ADS_3

Tepat pukul sepuluh malam aku tiba di rumah mewah bernuansa eropa klasik milik tunangannya Astrid. Ku lihat Astrid sedang asik mengobrol di telpon sambil mendengar lagu di ruang tengah, sampai ia tidak menyadari kehadiranku.


"Parah juga lu, seneng banget ngusik kehidupan orang, cinta sih cinta, tapi nggak gitu juga kali!! Itu namanya pemaksaan..!!


"Btw, lu kirim link apaan tadi?"


"Yakin lu, kaga mau mampir kesini?"


"Kaga kangen gitu sama bucin lu?"


Itulah sepenggal obrolan Astrid yang ku dengar, mungkin ia sedang asik ngobrol dengan temannya ataupun pujaan hatinya, entah siapa pun itu aku tidak tau.


"Kangen lah!! Gw kangeennn banget sama lu, rasanya sampe pengen gue laminating muka lu terus gue pakuin di dinding, "sautku.


"Kaget gw anjirr!! "Astrid terlihat gelagapan menatap ke arahku, dan buru-buru mematikan ponselnya.


"Sejak kapan lu di sini? "Astrid terlihat sedikit tegang menatapku.


"Sejak lu masih dalam kandungan, "sautku asal, aku menatap tv yang menyiarkan band asal Bandung favorit ku.


"Cocok banget nih lagu sama suasana hati gw!! "batinku, aku berjalan mengambil mic lalu menaikan volume tv.


"Eh udah malem, berisik bege!! "omel Astrid.


"Bentar Trid!! Gue lagi pengen menggila nih!! "sautku memelas, aku langsung naik ke atas kursi menarik tangan Astrid berjoget dengan gaya rock n roll.


"Beneran saraf nih anak!! "tukas Astrid menatap aneh tingkahku yang mulai nyeleneh.


•••••••


Bukan kita kepedean


Tapi fakta membuktikan


Kita cantik dan rupawan


Jadi elo jangan pada heran


Kalo kita cewek idola


Idaman lelaki


Gaya kita selalu terdepan


Dan juga jadi panutan


Tapi tetap tidak lupa teman


Because friendship is number one


Memang kita cewek idola idaman lelaki


Memang kita cewek idola idaman lelaki.


The Cangcuters : Pria Idaman Wanita.


•••••••


"Arrgghhh seger cong!! Suara gw ampe serek nyanyi satu album, ckckc!! "aku meneguk jus jeruk sampai tandas.


"Lu nyanyi menjiwai banget, saking menjiwainya jadi pengen ngasih lu bungkus permen bekas sama kecrekan? "ujar Astrid terkekeh.

__ADS_1


"Ide bagus tuh, boleh dah buat ngisi waktu luang gue mulai besok!! "sautku, Astrid menoyor kepalaku sejurus kemudian sambil terkekeh.


"Ngomong aja lu sama spanduk caleg sono!! Siapa tau tuh caleg keluar dari spanduk gara-gara dengar keluh kesah lu, "tukas Astrid terkekeh.


"Iya terus gw di bawa gitu ke RSJ!! Sejak kapan gila mbak!! "sautku ngakak.


"Tapi kayanya keren juga tuh, ngamen tengah malem!! "tukasku semakin nyeleneh.


"Keren..!! Paling cuman jurig dan sanak saudara beserta kerabatnya doang yang ngasih lu receh!! "saut Astrid menoyorku. Aku hanya terkekeh.


"Ck, males gw ngomong sama manusia pra sejarah macem lu, mending gw molor!! "ketus Astrid mulai frustasi ngobrol denganku sepertinya.


Aku menghela nafas berat, menatap punggung Astrid, "Trid..!!


"Apaan gw mau molor! "saut Astrid malas.


"Gw ngajuin resign tadi!! Gw pengangguran sekarang!! "sautku lemas, namun tetap dengan ekpresi serius.


"Lu resign? Lah kenapa emang? " tanya Astrid menghentikan langkahnya menatapku terkejut.


"Ck, taulah males gw ngebahas bikin badmood, mending molor yuk, " aku melengos melewati Astrid yang menatapku sepaket dengan wajah penasaran.


"Dih si dudul di tanya malah kabur kebiasaan emang tuh anak!! "ujar Astrid.


Aku melangkahkan kakiku ke dalam kamar sejurus kemudian. Walau aku sudah mengenal Astrid cukup lama, tapi Astrid tidak mengetahui statusku yang sudah menjanda, lebih tepatnya janda lulusan camlaude berstandar SNI, masih bersegel pula.


Masalalu yang pahit cukup dijadikan sebagai pelajaran hidup, aku tidak ingin mengingatnya lagi apalagi menceritakan itu kepada orang lain, karena bagiku itu bukanlah suatu hal yang membanggkan yang pantas untukku ceritakan.


"Lu belom ngantuk, ini udah mau subuh pe'a!! "tukasku menatap Astrid yang terlihat sibuk mengotak-atik laptopnya.


"Nih coba lu liat iklan loker, nih lagi banyak lowongan!! "tunjuk Astrid meletakkan laptopnya di perutku yang sudah ku lapisi dengan selimut.


"Ckckc, dari tadi lu otak-atik laptop sampe bedug subuh, cuman nyari info loker buat gw, sungkem gw!! Napa lu takut ya nampung pengangguran kaya gw..,ckck!! "tukasku cekikiran,


Aku menatap serius layar laptop Astrid, "Ah boleh juga nih!! Coba ah gw naro di beberapa tempat!! Siapa tau ada yang terpikat nerima cewek unyu dan kece ini!! "tukasku  kembali bersemangat.


"Serah lu Ferguso!! Dah ah gw mau molor, mending lu cepet siapin lamaran tuh!! "saut Asrtid langsung menarik selimutnya membungkus dirinya bak kepompong ulat keket.


***********


.


.


Saat ini aku sudah berada di depan gedung dengan tinggi 3 lantai di hadapanku. Baru juga dua hari aku mengirimkan lamaran, aku pun langsung mendapat panggilan wawancara kerja tadi pagi. Aku sedikit heran biasanya perusahan lain menghubungiku sebulan kemudian atau paling cepat dua minggu setelah aku mengirim cv ku.


Aku membuang nafasku dengan kasar, "Aduh kok gw tegang sih!! Gue udah cantikkan!! Cantik lah anaknya Mpok Leha gitu loh!! "tukasku merapikan kemeja putihku, sambil cengar-cengir menatap diriku di depan sebuah kaca mobil yang terparkir di area perusahaan tempat dimana aku mencoba peruntunganku hari ini.


"Keren juga nih mobil, kira-kira enyak gw mabok nggak ya kalo naek mobil beginian, ckck!! "ujarku cekikikan menatap toyoto Alparhd di sampingku.


"Ini benerkan tempatnya? "gumanku menatap area sekeliling lobi.


Tok..tok..Tok!!


"Masuk!! "saut seseorang di balik pintu.


"Persimi Pak, ''ujarku sopan saat masuk ke dalam ruangan HRD.


"Yak silahkan masuk!! "saut seorang pria kira-kira seumuran bang Diky lah.


"Sabrina Afifah!!

__ADS_1


"Iya pak_"


"Reza, nama saya Reza Al Muzaky!! "potong pak Reza tersenyum ramah menjulurkan tangannya ke arahku, aku pun menjabat tangan pak Reza sedikit gugup.


"Sabrina Afifah pak, biasa di panggil Ipeh, "sautku sedikit membungkukkan badanku.


"Nggak usah tegang saya nggak bakalan gigit kok!! Ayo silakan duduk!! "tukasnya tersenyum.


"Baik pak makasih, " sautku tersenyum ramah menganggukkan kepalaku mirip si ndeso yang baru datang dari kampung mengapit tasku di ketiak.


"Banyak juga ya pengalaman kerja kamu, "ujar pak Reza memujiku sambil melihat cv ku, aku hanya tersenyum.


"Kamu masih kuliah? "tanya pak Reza.


"Iya pak, saya seorang mahasiswa semester 8 fakultas ekonomi? "sautku. Jauh dari prediksiku yang dulu ingin sekali mengambil bahasa asing.


"Wah berarti kamu sekarang lagi sibuk-sibuknya bikin laporan skripsi dong? "tanya pak Reza.


"Alhamdulillah, udah di acc dospem tinggal nunggu jadwal sidang doang, "sautku apa adanya.


"Ya sudah, mulai besok kamu bisa bergabung bekerja di kantor pusat kami_"


"Apa serius pak!! Saya nggak di tes dulu gitu apa di wawancara yang lain gitu pak?  " ujarku speechless.


"Kamu mau saya tanya apa emangnya? Di sini sudah jelas semua!! "ujar pak Reza menunjukkan cv ku.


Aku hanya menggaruk kepala aku bingung, "Ini beneran serius gw di terima kerja, apa nih orang cuma mau ngeprank gw doang sih, " batinku sedikit aneh.


"Terus saya kerja di bagian apa pak kalo boleh saya tau? " tanyaku menatap punggung pak Reza yang membelakangiku.


"Kamu maunya di bagian apa? "tukasnya.


"Ini beneran gue diterima?


Ini perusahaan nggak punya kredibilitas banget sih, bisa-bisa nerima pegawai kaya nyomot cabe di pasar!!Apa jangan-jangan nih orang salah satu sindikat pedagangan organ dalam manusia, terus organ tubuh gw mau di ambil di jual gitu ke luar negri!! "batinku menduga-duga, menatap pak Reza curiga.


"Kamu gak usah mikirin yang macem-macem udah cepet kamu mau kerja di bagian apa, biar besok saya diskusikan kebagian personalia langsung, "tukasnya.


"Eh iya pak, "sautku terbata-bata, bagaimana pak Reza tau kalo aku sedang berprasangka buruk tentangnya.


"Serius nih gw di suruh milih!! "batinku masih tidak percaya. Dari sekian perusahaan baru kali ini aku di suruh milih sendiri untuk  penempatanku, berasa orang spesial nggak sih?


"Tapi kalo boleh jujur sih, ? Gw pengen langsung aja jadi bos gitu!! Boleh nggak ya kira-kira? "batinku cekikikan.


"Kenapa kok bengong? "tanya pak Reza menatapku.


"Eh enggak pak,!! Hmmm..saya ingin di tempatkan di bagian office girl atau nggak di cleaning service aja pak gpp, " sautku sedikit tau diri.


"Kamu yakin!! Nggak mau milih di bagian yang lain, di divisi marketing misalnya? "tanya pak Reza menatapku serius.


Mungkin dia berpikir aneh terhadapku, ada manusia yang di berikan kesempatan langka atau hak istimewa untuk memilih penempatan yang menjanjikan, tapi justru aku memilih ditempatkan menjadi seorang office girl atau cleaning service.


Bagiku di tempat di posisi apapun tidak masalah untukku, karena apapun pekerjaannya akan aku kerjakan dengan ikhlas yang penting halal. Prinsip hidupku mirip dengan jargon si mbak atau mas-mas karyawan spbu yang dimulai dari angka nol.


Aku menatap sepanjang jalan protokol yang lumayan padat merayap, ternyata bisa sesantai seperti saat ini ngangenin juga ya. Aku tersenyum lucu jika terngingat jaman jamannya survival mode yang bela-belain jarang istirahat ngambil job di weekday weekand demi hidup layak, benar-benar pengalaman yang tak terlupakan.


Aku menarik gas menambah kecepatan si soulmate kesayangan yang aku tumpangi menatap mobil box es krim yang berada di depanku.


"Hadeuh enak kali ya masuk ke dalam situ, keluar-keluar auto diabetes gw!! "ujarku cekikikan semakin menambah laju kecepatan motorku menyalip mobil box tersebut.


Setelah selesai melakukan panggilan kerja, aku berencana mengunjungi makam babeh, karena kesibukanku sebagai seorang karyawan dan juga mahasiswa di tingkat akhir, membuatku hampir tidak pernah punya waktu untuk mengunjungi makam babeh

__ADS_1


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2