
Mobil Keenan berhenti tepat area warung bakso Wonogori milik mas Bejo, yakni bakso langgananku dan para sahabat geng sengklek jaman putih abu-abu dulu. Walau tempatnya sederhana hanya bermodal terpal biru, dan juga spanduk caleg yang sudah usang, tapi cita rasa bakso buatan pakde Bejo ini rasanya paling juara, the bestlah pokoknya.
"Hallo Pakde!! Masih inget saya nggak!! "tanyaku semangat melupakan rasa lapar karena saking excitednya.
"Afifah bukan!! "saut pakde Bejo menunjukku.
"Cakep !! Secara siapa gitu yang bisa ngelupain pesona Sabrina Afifah murid paling kece dan teladan di sekolah !! Iya nggak pakde!! "tukasku sombong. Pakde Bejo hanya tertawa melihat tingkah absurdku yang memang tidak ada rubahnya sejak dulu.
"Cih, teladan !! Tercela iya!! "saut Keenan. Aku menjulurkan lidahku ke arah Keenan sejurus kemudian.
"Pesen kaya biasa pakde!! Masih ingetkan !! ''tukasku menaik turunkan alis.
"Siap non!! Terus ini pacarnya mau pesan bakso apa mie ayam? "tanya pakde Bejo.
"Hah, pacar, "gumanku menclos, aku sedikit melirik Keenan yang terlihat tersenyum singkat menundukkan kepalanya.
"Jangan bilang pakde lupa sama orang-orangan sawah satu ini !! "tunjukku ke arah Keenan. Keenan memoles kepalaku sejurus kemudian.
"Emang siapa ya? "tanya pakde menggaruk kepalanya auto mikir keras, sepertinya pakde beneran nggak kenal dengan tampilan Keenan saat ini.
"Ini loh pakde, orang yang dulu sering saya palakin, setiap makan bakso di tempat pakde!! "tukasku
"Mas Keenan !!Emang ini mas Keenan !! Kok laen ya mukanya!! "ku lihat pakde menatap Keenan dengan wajah bingung, jangankan pakde Bejo, aku saja di buat melongo pertama kali melihat Keenan.
"Iya pakde, dia keseringan nyemilin kerak salju tadinya, makanya jadi aneh gini bentukannya, "tukasku cekikikan. Keenan menjembel pipiku sejurus kemudian.
"Wah mas Keenan toh !!Kok tambah ganteng ya!! Saya sampe nggak ngenalin toh!! 'tukas pakde sambil membuat pesananku.
"Pakde gimana kabarnya, sehat kan? "tanya Keenan.
"Alhamdullilah mas sehat!!
"Ckck, pakde sampe nggak ngenalin lu ternyata!! Laen ya, sama orang cakep dan imut kaya gw, pasti sulit di lupakan!! Iya enggak? "bisikku cekikikan.
"Cih, cakep dan imut!! Muka-muka bon utang orang mana lupa!! "tukas Keenan.
"Sialan!! "sautku.
"Ssshhh, omongannya nggak ada yang bagusan dikit apa!! "omel Keenan menatapku tajam, aku langsung memasang wajah manyum sejurus kemudian.
"Nih mongo bakso sama mie ayamnya!! Silahkan di santap!! "aku menghirup kepulan asap di atas mangkok ayam jago, auto bikin cacing di dalam lambungku berjingkrak gembira. Aku sampai menyeruput savilaku yang hampir saja menetes saking harumnya dengan kuah kaldu bakso legendaris buatan pakde Bejo.
"Makasih pakde, "sautku dan Keenan bergantian.
Aku menuangkan sambel ke dalam bakso, cuaca panas memang cocok dah menyantap yang pedas-pedas, terkecuali pedesnya mulut tetangga.
"Udah jangan banyak-banyak sambelnya, "Keenan menarik sambel menggesernya jauh dari jangkauanku.
"Ck, kurang nampol ih!! Baru juga dua sendok, "protesku.
"Udah nggak!! "omel Keenan memperingatiku sepaket dengan tatapan tak ingin di bantah.
"Ck, iya iya!! Nyebelin banget sih!! "gerutuku sepaket dengan bibir manyun.
Makan bakso di tempat pakde Bejo mengingatkanku pada Hanum Disty dan Ojie "Apa kabarnya mereka sekarang!! "batinku mengingat momen-momen lucu saat bersama keempat genk sengklekku dulu, tanpa sadar senyumku mengembangkan begitu saja.
"Ngapain senyum-senyum sendiri? Lagi belajar gila ya!! "tukas Keenan fokus menyantap mie di mangkoknya.
" Gw makan di sini, jadi inget Hanum, Disty sama si Ojie, "sautku tersenyum mengenang zaman putih abu-abu dulu.
"Gimana kabarnya mereka? "tanya Keenan.
"Nggak tau!! "sautku singkat menggelengkan kepala.
"Kok bisa? emang nggak pernah kontek-kontekan lagi.''
"Gw kehilangan kontak mereka!! Dan selama 4 tahun gw nggak pernah tahu kabar mereka lagi.''
"Kenapa!! Kok bisa!! "tanya Keenan
"Hmm, hp gw ilang? "saut berbohong memalingkan pandanganku.
"Pantes!! "saut Keenan.
__ADS_1
"Pantes kenapa? "tanyaku penasaran menatap Keenan, mengusap hidungku dengan punggung tangan.
"Enggak !! "saut Keenan acuh mengambil tissue.
"Ihh kenapa!! "rengekku menggoyang tangan Keenan semakin penasaran.
"Udah abisin cepetan baksonya, udah siang nih!! "Keenan refleks mengusap keringat di dahi dan juga hidungku tanpa permisi.
"Sini biar gw aja, "ketusku reflek mengambil tissu dari tangan Keenan. Aku pun mengalihkan pandanganku gugup dengan tindakan Keenan barusan.
"Inhale exhale, "tukasku dalam hati netralkan irama jantungku yang mulai berdisko ria. Di perlakuan seperti tadi siapa yang nggak klepek-klepek coba!!
Isi di dalam mangkokku hilang entah kemana dan yang tersisa hanyalah kuah basonya saja. Aku menguyup kuah bakso sampai tandas dan bersendawa sedikit kencang sambil mengusap-ngusap perutku.
"Jorok, nggak sekalian tuh sama mangkoknya di makan!! "tukasnya, Keenan sudah tidak heran lagi dengan kelakuan yang memang sudah nggak ada jaim-jaimnya lagi sejak dulu.
"Segala sesuatu yang nikmat tidak boleh di tunda-tunda!! Iya nggak pakde!! "tanyaku menaik turunkan alis tersenyum. Pakde Bejo hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum.
.
.
"Misi om ganteng!!"
"Kodok lu, "sautku terkejut saat Keenan memeluk tanpa permisi.
Keenan auto panik, melihat dua orang banci muncul dari arah belakang tiba-tiba. Tanpa aba-aba Keenan memelukku tubuh dari samping, mirip seorang anak kecil yang mencari perlindungan di ketiak ibunya. Sejak dulu Keenan memag phobia banci, entah apa yang membuatnya setakut itu jika bertemu mahkluk Tuhan yang paling cantik dan sexy versi maksain satu ini, mungkin ada pengalaman buruk sepertinya.
"Tenang om ganteng kita nggak gigit kok!! Cuman numpung konser sebentar!! "tukas salah satu banci tersebut sambil mengibaskan rambutnya dengan gaya centilnya.
Suara kecrekan tutup botol mulai berdecik di iring goyangnya auto bikin sakit mata siapa pun yang melihatnya. Bak ulet keket yang berada diatas wajan panas, kedua banci tersebut pun meliak-liukan tubuhnya tanpa beban.
"Yasalam, itu make up setebal dosa !! "batinku cekikikan.
Jangan, jangan dulu...
Janganlah di ganggu...
Biarkan saja biar duduk dengan tenang...
Senyum, senyum dulu..
"Dimana? "tanyaku bingung.
Senyum dari jauh...
Kalau dia senyum tandanya hatinya mau....
"Kantong celana!! Cepetan kasih ke abangnya!! "Keenan semakin panik.
Bila ingin melihat Mince di atas ranjang...
"Ralat ya om ganteng, bukan abang, tapi Mince!! Mince Gerberra Esmeralda Cabellita si ratu erang sejagat sekali belai bikin merinding gelisah, geli-geli mendes4h awww, !!colek banci tersebut di punggung Keenan.
"Arrrghhhh, "teriak Keenan frustasi lalu mengibas-ngibaskan punggungnya bekas colekan mbak Mince tadi. Aku hanya cekikikan Keenan beneran setakut itu pada dua mahkluk satu ini.
Tenangkan dulu airnya sebening kaca...
Bila mata tertuju pada Mince dan Tince...
"Ipeh kasihin cepet, "teriak Keenan semakin menelusupkan wajahnya.
"Ckckck, nama yang cantik sesuai orangnya!! Udah nih mbak Mince ambil aja semua kata om gantengnya!! "sahutku memberikan selembar uang merah kepada dua orang banci tersebut cekikikan.
"Wihh cepe nee!! Makasih om ganteng, mbak cantik!! "kedua banci itu pun berlalu setelah mendapat uang seratus ribuan yang ku ambil dari kantong Keenan.
"Sialan nih emang!! Gara-gara banci, menang banyak nih si Onta!! "gerutuku dalam hati
"Udah lepas!! Udah pergi tuh bancinya!! Nggak usah cari-cari kesempatan deh lu!! "ketusku, benar-benar tindakan implusif Keenan sanggup membuat jantungku seolah berada di atas bianglala.
"Serius udah pergi, "Keenan melepaskan pelukannya sejurus kemudian dan celingak celinguk menatap perginya kedua panci tersebut.
"Ckckc!! Lu masih takut aja sama banci dari dulu!! "tukasku cekikikan.
__ADS_1
"Ngapain sih tuh banci pake ngamen kesini!! "protes Keenan.
"Ntar kalo gw jadi gubernur, gw suruh ngamen di jalan tol, "sautku cekikikan, pakde Bejo pun ikut tertawa ku lihat.
"Udah yuk balik, udah siang nih!! "aku berdiri sambil mengusap perutku.
''Makasih pakde!! Kayak biasa pak bos yang bayarin!! "definisi karyawan tidak tahu diri menang. Keenan hanya tersenyum menggelengkan kepalanya, dia sudah tidak heran dengan kelakuanku yang menang rada-rada mines dari dulu. Ya mau gimana lagi emang udah bawaan orok.
"Pakde makasih ya!! Kembaliannya ambil aja, pakde "ujarku Keenan, walau empat tahun kuliah di negeri orang, tapi tidak membuat Keenan merasa tinggi hati.
"Waduh makasih mas!! Hati-hati di jalan ya!!"
"Makasih pakde!!Kapan-kapan saya mampir lagi pakde!! "teriakku dari dalam mobil.
"Siap!!!''
**
"Kenapa kemaren lu nggak ambil penempatan di tim marketing, "tanya Keenan fokus mengemudikan kendaraannya.
"Hah, gw pengen coba pengalaman baru aja, "sautku.
"Tapi kenapa harus jadi ob, "saut Keenan.
"Lah emangnya kenapa!! Emang ada yang salah ya, kalo jadi ob? "tanyaku sekilas menatap Keenan.
"Ck, bukannya gitu!! Mending kirim cv lu lagi!! Gw lagi butuh asisten sekarang!! "tukas Keenan sekilas melirikku
"What asisten!! Nggak salah!! "sautku speechless.
"Pak Tarra mau lu kemanain bege!! Ogah ah gw..!! "sautku menolak.
"Pak Tara kondisi kesehatannya menurun, kasian kalo di kasih kerjaan yang berat-berat.''
"Lagian ini kesempatan langka Peh, jangan lu sia-siain lagi kaya kemaren!! Bukannya dari dulu, lu pengen bahagiain orang tua lu, "saut Keenan.
Aku hanya diam menatap fokus ke depan jalan menimang-nimang tawaran Keenan. Mungkin ini benar apa kata Keenan, ini kesempatan emas bagiku yang sayang untuk ku lewatkan. Tapi menjadi asisten Keenan, kok rasanya agak beban tersendiri bagiku!!
"Ntar dah biar gw pikir-pikir dulu, "sautku.
**
Tepat pukul dua siang aku sampai di kantor, Keenan berjalan tak jauh di depanku. Aku sengaja menjaga jarak dan menyuruhnya tidak memperdulikanku demi ketentraman hidupku di kantor.
"Peh!!
Refleks aku langsung menengok mencari seseorang yang memanggilku, "Ya elah ngapain sih nih orang!! "gerutuku dalam hati.
"Apaan Rif!! "sautku malas.
"Peh sorry banget ya, yang kemaren!! Gw nggak tau Sisil bakalan kaya gitu!! "tukas Arif penuh penyesalan.
"Tadi gw yang naro coklat di loker lu, sebagai tanda permintaan maaf dari gw ? Tolong lu terima ya!! "tukas Arif dengan nada memelas menyeimbangkan langkahku.
"Oh itu dari lu, gw kira pemberian Tuhan!! Laen kali jangan ngasih gw coklat, gigi gw sakit!! Mending lu bawain gw rendang jengkol_"
"Ppppffff!!
Aku melirik ke arah Keenan di depanku yang mencoba menahan tawanya mendengar obrolanku dengan Arif. Mungkin ia berpikir gadis jelmaan apa di belakangnya ini. Biasanya gadis-gadis lain auto berbunga-bunga dikasih coklat sama cowok, tapi berbeda dengan gadis yang berada di belakangnya satu ini, ia justru merequest rendang jengkol tanpa beban sedikitpun.
"Maaf pak Adzkhan!!Selamat siang pak!! "sapa Arif gugup menundukan kepalanya menatap Keenan, sepertinya Arif baru menyadari keberadaan bosnya ini yang ternyata sudah ada sejak tadi di depannya.
"Siang!!"
"Afifah tolong kamu buatkan kopi, bawa ke ruangan saya!! "tukasnya, sejurus kemudian matanya melirik ke arahku dengan tajam.
"Iya bentar, "ketusku tanpa beban, Arif menyikutku sejurus kemudian, mendengar sautanku pada Keenan.
"Eh maaf, baik pak masuk saya!! "tukasku sedikit kaku menatap ke arah Keenan, kulihat Keenan mengulum senyumnya dan berlalu berjalan menuju lift.
"Njirr, geli banget gw manggil dia bapak, " gerutuku dalam hati.
"Ya udah Rif gw mau kerja!! Lain kali lu nggak usah belain gw, daripada lu belain gua mending lu ikut bela negara dah, lebih bermanfaat, "sautku berlalu.
__ADS_1
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...