Janda Kembang Kampoeng Pete

Janda Kembang Kampoeng Pete
Makan Bareng Bos


__ADS_3

Oh burung...


Nyanyikanlah..


Katakan padanya aku rindu...


Sebuah tembang lawas terdengar dari ponsel yang diikat dengan karet, diletakkan bersama sekotak rokok dan juga kopi yang sudah sisa setengah gelas, asik membuat si empunya bersiul sambil menggoyangkan kepala.


"Bang!!"


"Apaan Peh, "saut bang Alex seorang tukang parkir minimarket. Pria yang memiliki ciri berperawakan kekar mirip preman pasar terminal, dengan tangan yang dipenuhi ukiran tatto yang beranekaragam, baik flora maupun fauna.


"Sekarang bukannya jaman burung lagi bang kalo rindu, tapi jamannya chattingan kalo nggak ngapel bang bawa sebongkah berlian ke gitu!! ''godaku pada bang Alex cekikikan.


"Semprul emang lu!! Mane lu? "tanyanya.


"Biasa madang, "sautku.


"Lu baru berapa hari kerja aja cepet banget akrab sama orang Peh!! Lu nggak takut apa liat tatonya bang Alex!!Ihh serem gaes!! " tugas Nayla bergidik.


"Ngapain takut biasanya tipe-tipe kayak gitu tuh cerminan suami-suami takut sama istri, modelan bang Komar!! "sautku cekikikan.


"Sotoy lu Peh!! Tapi kocak kali ya, kalo bang Alex kelakuannya kaya bang Komar!!"


"Hallo bebeb, "Tyas cekikikan meniru suara bang Komar sama seperti adegan didalam sinetron.


"Pe'a lu Yas!! Tapi bisa jadi sih!! "saut Nayla cekikikan.


Keasikan ngobrol tau-tau kami bertiga pun sampai juga di depan warung teh Euis.


Tyas menyikutku sejurus kemudian, "Peh, itu serius pak Adzkhan makan di warungnya teh Euis!! "tanya Tyas, aku pun refleks menatap ke arah Keenan tidak percaya.


"Keenan !!Ngapain dia makan di sini, "tukasku dalam hati melihat Keenan asyik menyantap makanannya tanpa beban bersama pak Daniel.


"Cubit gw Nay, please!! "Tyas auto cengo.


"Iya bener, itu pak Adzkhan sama pak Daniel!! ''saut Nayla yang sama terkejutnya.


"Gila ya, pak Adzkhan low profile banget ternyata orangnya!! Mau-maunya bos makan di warung bintang jebot kaya gini!! Biasanya kan bos senengnya makan di resto mahal, minimal resto bereviewlah !! "tukas Nayla.


"Hooh bener Nay!! Lihat mukanya berasa nemu oase di padang pasir tau nggak!! Hati tenang banget sumpah!! Berasa pengen bersandar eneng di bahu pak bos!! "tukas Tyas.


"Noh bahunya bang Alex tuh nganggur, "saut Nayla menoyor kepala Tyas.


"Njirrr !!Itu mah sekalinya nyender dakinya auto nempel semua di pipi gw, "saut Tyas bergidik.


"Ckckc, pe'a lu Yas, "Nayla terkekeh


"Tapi asli plot twist banget dah siang siang gini, mana cuaca panas di tambah asupan gizi berkurang, eh malah ketemu support nutrisi terbaik, gw mah nggak makan juga udah kenyang duluan liat mukanya, "timpal Nayla.


"Hooh bener Nay, "saut Tyas.


"Peh lu kok diem aja sih!! Jangan-jangan lu masih ziper ya gara-gara video kita waktu itu!! "tunjuk Tyas menatapku penuh makna.


"Iya kira-kira pak Adzkhan masih inget masalah itu nggak ya!! Kok gw jadi rada-rada sanksi ya mau masuk!! "timpal Nayla.


"Berisik lu pada!! Udah yuk masuk, gw udah laper nih!! "tukasku, aku pun langsung menarik Tyas dan Nayla masuk ke dalam warung teh Euis.


"Siang pak!! "sapa Nayla terlebih dahulu, saat masuk ke dalam.


Spontan aku dan Keenan pun saling bersitatap cukup lama, aku pun berinisiatif memutuskan pandanganku terlebih dahulu.


"Siang!! Kalian pada mau makan siang? "tanya Keenan dengan ramah.


"Iya pak!! "saut Nayla gugup.


"Silakan!! Santai aja nggak usah tegang!! "saut Keenan mempersilahkan kami bertiga tersenyum ramah.


"Njirr senyumnya maut banget Peh, "bisik Tyas menyikutku sambil mencubit-cubit auto salting sendiri.


"Sakit pe'a!! Nggak usah heboh deh, gw smackdown lu!! "tukasku berbisik.


Aku melirik Keenan sekilas, yang terlihat menahan senyum menatap ke arahku dan Tyas, dan melanjutkan obrolannya bersama Pak Daniel sejurus kemudian.


"Dasar tukang tebar pesona, "gerutuku dalam hati.


**

__ADS_1


"Peh duduk sini!! "panggil Arif, kulihat ia sedang menikmati makan siangnya bersama Gilang dan Haris di pojokan. Sekilas aku melirik Keenan, jelas sekali Keenan sedikit terganggung setelah mendengar permintaan Arif barusan.


"Kok berasa risih banget sih gw !! "gerutuku dalam hati.


"Lega dari Hongkong!! Tempat duduk cuman lowong sejengkal lu bilang lega!! Emang aja lu modus!! "sinis Tyas.


"Hahaha, mending lu gulung tiker Rif, pawangnya serem!! "saut Gilang terkekeh.


"Woy bang, lu geser dikit napa!! Makan tempat lu bang, kaya pkl..!! "tukas Tyas.


''Ah elah, tiga tuyul ganggu aja lu, "dumel bang Trisna yang sedang asik menyantap makan siangnya.


"Sory Rif gw duduk disini aja, "sautku.


"Lu pesen aja Peh, ntar sekalian gw yang bayar, "saut Arif tidak pantang menyerah.


"Cih loba gaya maneh, huntang sia geh nu kamari can mayar, Kehed!! "saut Teh Euis.


"Wkakaka, panik ga panik ga, paniklah masa engga!! "saut Tyas tertawa ngakak, begitu pun dengan Nayla. Tapi aku hanya menahan tawaku yang hampir meledak, auto kenal mental nggak tuh si Arif.


"Lu kalo ngomong kaga pake filter Is !!Kasihan tuh anak orang lagi usaha buat cari jodoh !! "saut bang Trisna tertawa.


"Maaf ya pak Adzkhan kalo obrolan kami semua ini sedikit mengganggu kenyamanan bapak, "tukas bang Trisna.


"Oh gpp Tris, santai aja !!Kalian ngobrol aja kaya biasa!! "saut Keenan tersenyum ramah melirikku sekilas.


Dari semua orang di sini, sepertinya hanya aku yang merasa canggung sendiri. Aku dan Keenan sesekali saling melempar pandangan, walau kami saling mengenal, tapi ini beda situasi. Teman-temanku masih belum mengetahui jika aku mengenal Keenan lebih dari mereka pikirankan dan aku pun berharap semoga seterusnya tetap seperti ini. Keenan yang ku kenal saat ini adalah atasanku jadi sudah sepantasnya aku wajib bersikap hormat kepadanya. Sepertinya Keenan juga menghargai keinginanku.


"Lu kaga bawa bekel lagi bang? "tanya Tyas asik mengunyah.


"Bini gw lagi bunting gede sekarang !! Kasian gw, kayanya berat banget bawa perutnya, "saut bang Trisna.


"Wuih cerminan suami idaman emang lu bang!! "pujiku bang Trisna.


"Eh lu pada punya referensi nggak!! Gw lagi cari nama yang cocok nih  buat anak gw ntar? "tanya bang Trisna.


"Cari aja di pasar bang siapa tau ada yang jual, "seloroh Tyas cekikikan.


"Emang pe'a tuh anak kalo belom di isi nasi, "saut Gilang.


"Pe'a-pe'a gini juga, lu pernah demen sama gw!! "saut Tyas tanpa beban.


"Lu udah usg bang? "tanyaku.


"Udah, ada monasnya keliatan!! "saut bang Trisna.


"Nah nama lu kan Sutrisna ya bang, gimana kalo anak lu, lu namain Suteres bang!! "sautku tertawa ngakak diikuti dengan Tyas dan yang lainnya.


"Ppppfff, "Keenan seperti berusaha menahan tawanya yang hampir meledak, namun tidak dengan pak Daniel justru ia ikut tertawa ngakak menatap ke arah kami.


"Njirrr Suteres!! Nggak sekalian lu namain Satria Baja Hitam, "tambah Tyas memegangi perutnya.


"Sialan lu pada !!Congor lu belom pernah di tabok pake piring ya,"bang Trisna pun langsung menghadiahku dengan toyoran.


"Maaf bang kan cuman sekedar saran, "sautku menahan tawa.


"Kocak juga lu Ipeh, "saut Gilang terkekeh begitu pun Arif dan juga Haris.


"Salah kamar lu bang!! Lagian lu nanya muridnya Sinto Gendeng!! Yang ada cuman bikin tekanan batin doang bang, "saut Gilang terkekeh.


Kulihat Keenan dan pak Daniel beranjak dari kursi, setelah menghabiskan makan siangnya.


"Berapa teh semuanya, sekalian juga sama mereka semua, "tunjuk Keenan pada kami.


"Waduh pak nggak usah repot-repot pak!! Kan saya jadi enak, "saut Gilang yang langsung di toyor bang Trisna sejurus kemudian.


"Dih malu-maluin lu, "ketus Tyas.


"Gpp, sekalian saya bayar, "sautnya tersenyum ramah.


"Waduh makasih banyak pak, "saut Nayla dan di ikut yang lainya.


" Iya sama-sama."


"Semuanya jadi 125 rbu om, "saut teh Euis mesem-mesem.


"Nih kembaliannya ambil aja, teh, "Keenan memberikan uang pecahan seratus ribu dan lima puluh ribu pada teh Euis.

__ADS_1


"Permisi saya duluan !!Yuk Niel!! "tukas Keenan berlalu.


"Iya pak, makasih pak."


**


.


.


Tok..tok..tokk!!


"Masuk, "saut Keenan dari dalam ruangannya.


Saat masuk kulihat ada pak Tarra sedang asik ngobrol bersama Keenan di dalam ruangannya.


"Bosen saya Ken, tiap hari minum obat terus, "tukas pak Tarra.


"Tapi tetep harus di minum pak, apalagi pengencer darah penting itu pak, "saut Keenan.


"Siang pak Tarra, "sapaku menundukan kepalaku tersenyum.


"Siang!! Kok saya doang yang di sapa!! Bos kamu ini nggak kamu sapa!! "tukas pak Tarra dengan nada bicara santai terkesan meledek.


"Siang pak Keenan, "sapaku sedikit kaku. Kulihat Keenan mengulas senyumnya menatapku lucu.


"Ya udah Ken, kamu pelajari aja berkasnya, kalo ada yang nggak kamu paham telpon aja!! Saya keluar dulu!! "tukas pak Tarra.


"Makasih pak!! "saut Keenan berdiri.


"Yuk mbak Afifah saya permisi, "sapa pak Tarra rama


"Iya pak, "sautku tersenyum ramah.


"Eh, sejak kapan pak Tarra kenal sama gw? perasaan gw aja baru ketemu dia, "batinku bertanya-tanya menatap kepergian pak Tarra.


Tuk!!


"Aww sakit bege!! "ringisku mengusap keningku yang lolos terkena jitakan Keenan.


"Bengong aja kesurupan baru tau rasa, "tukas Keenan.


"Disini mana ada setan!! Paling lu doang manusia jelmaan setengah jurig!! Jurig iseng bin nyebelin "tambahku.


"Ngebelin tapi ngangenin kan!! "saut Keenan terkekeh.


"Dih, narsis !! "cebikku memutar bola mata malas.


"Tapi jurig iseng kaya gw juga bisa ngerasukin orang !!Sekali ngerasuk dijamin nggak bisa keluar lagi!! Berani coba !! "tukas Keenan dengan nada terkesan meledek berjalan menuju kursi kebesarannya.


"Nggak perlu!! Makasih !! "ketusku auto salting setelah mendengar ucapan Keenan barusan.


"Nih kopinya!! Ngapain tadi makan di teh Euis!! "sautku meletakkan secangkir kopi di meja Keenan.


"Kenapa emang? Nggak boleh!! "sautnya sepaket dengan raut wajah nyebelin.


"Mana cv nya? Masih belom mutusin juga, "tanya Keenan menatapku sambil bersedekap dada menagih untuk kesekian kalinya.


"Udahlah Ken, mending lu pilih senior yang laen ajalah !! Lagian gw juga anak baru disini, masih lugu dan polos!! "Keenan tertawa mendengar ucapanku barusan.


"Preman kaya gini ngaku-ngaku polos!! Cih, nggak inget kemaren maen jambak-jambakan sama anak orang sampe mukanya lecet-lecet, "Keenan tertawa renyah menggelengkan kepalanya. Aku hanya menatap sinis Keenan sepaket dengan bibir manyun.


"Ck, terus gue mesti menerima dengan ikhlas gitu orang ngeaniaya gw, "sautku auto manyun.


Tok..tok..tok!!!


"Permisi pak, "aku langsung auto gelagapan setelah mendengar suara ketukan pintu.


"Masuk, "saut Keenan melirikku.


"Selamat sore pak!! "sapa bu Vivi tersenyum sambil mengibaskan rambutnya mirip si betina yang kurang digaruk.


"Sore bu, "sapaku kepada bu Vivi beliau adalah supervisor di sini, saat aku menyapa jangankan menjawab ngelirik aja enggak.


"Di pikir gw patung Cisewu kali ya!! "aku melangkahkan kaki ke luar sejurus kemudian tanpa berpamitan dengan Keenan.


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2