Janda Kembang Kampoeng Pete

Janda Kembang Kampoeng Pete
Video Viral


__ADS_3

Sayup-sayup mataku mulai melihat seberkas sinar mentari pagi yang masuk, di setiap sela-sela kaca jendela.  Aku merasakan sakit, tidak hanya di kaki dan betisku saja, tapi kini sekujur tubuhku pun terasa pegal dan ngilu, urat-urat ku pun terasa tegang semua.


Jika isi dompetku memadai mungkin aku sudah melakukan perawatan tubuh dan juga body massage dengan lilin aroma terapi untuk merelaksasikan tubuh dan pikiranku. Tapi aku sadar diri, untuk golongan kaum berdompet kempas-kempis sepertiku, cukup minyak angin sebagai aroma terapi yang paling mumer dan juga koyo menjadi teman setia di kala tubuhku mulai ringkih.


"Hmmm.. males banget kerja rasanya!! "aku menguap rasanya enggan sekali aku beranjak dari sofa.


"Bareng nggak lu, gw tungguin cepet!! "ujar Astrid sibuk mengunyah sarapannya.


"Ckck, office girl tunggangannya mini cooper apa kata dunia!! "sautku cekikikan.


"Gpp, kali-kali jadi orang sombong lu..!! Biar melotot tuh senior lu..!! "saut Astrid.


"Cih, tak patut!! Dah lu duluan aja gih..!! "ujarku menggerakan telunjukkan ke arah Astrid.


**


Hari ini aku sampai di kantor tepat waktu, aku langsung saja melangkahkan kakiku menuju lobby untuk absen kehadiranku terlebih dahulu sebelum mulai bekerja. Saat masuk ke dalam para karyawan di perusahaan, menatap ku dengan tatapan sinis sambil berisik dan menunjuk-nunjuk ke arahku.


"Kenapa sih orang-orang kok mengeliatin gue gitu amat!! Apa ada yang aneh apa, sama penampilan gw!! Berasa seleb gw!! "batinku sedikit risih sampai-sampai aku melihat penampilanku di dinding kaca.


"Ah kaga ada yang aneh, "batinku cengar-cengir menatap diri di depan kaca. Aku pun tidak menghiraukan pandangan orang dan langsung saja bergegas menuju ruangan ob. Semoga saja rasa penasaranku terjawab saat bertemu dengan rekan seperjuangku di sana.


Sesampainya di ruangan, aku melihat Tyas dan Nayla sedang di beri peringatan keras oleh mbak Eva yang ku juluki si Kanjeng Mamih. Mbak Eva menatapku dengan tajam saat melihat aku yang baru saja datang.


"Afifah..!! "bentak mbak Eva aku sampai terkejut di buatnya.


"Waduh kaya beneran war ini mah!! Ada apa sih sebenernya!! "batinku bertanya-tanya, aku pun segera menghampiri mbak Eva. Aku melihat Nayla dan Tyas terlihat menunduk sambil terisak.


"Iya mbak..!! "saut ku terbata-bata.


"Sekarang juga kamu menghadap Pak Adzkhan..!! Beliau sedang menunggu kamu..!! "tukas mbak Eva penuh penekanan menunjukku.


"Sekarang mbak, "sautku saking gugupnya


"Enggak tahun depan!! Ya sekarang!! "omel mbak Eva menggeram kesal.


"Eh iiya mbak!! sautku gugup, sejurus kemudian langsung mengambil langkah seribu sebelum mbak Eva menelanku hidup-hidup.


Aku bingung apa ada kesalahan yang sudahku perbuatan, sampai mbak Eva membentakku cukup keras pagi ini. Apa ini juga berhubungan dengan para karyawan yang menatapku sinis sejak masuk di lobby tadi.


"Lu ngomong apa sama si Arif kemaren!! Ternyata selain mulut lu lemes, lu tuh pinter ngadu ya, "tukas Sisil tiba-tiba menghadang dan mendorong bahuku dengan kasar.

__ADS_1


"Cih, penting gitu gw ngadu-ngadu!! "sautku berlalu.


"Eh nggak usah sok cantik deh lu!! Baru masuk kerja udah sok sok'an tebar pesona, jelek-jelekin pimpinan..!! Nggak tau diri banget sih lu!! "tunjuk Sisil mulai nyolot.


"What jelek-jelekin pimpinan..!! Nggak usah fitnah deh lu!! Mau lu apa sih!! "sautku kepalang tanggung, ribut-ributlah deh sekalian, sepertinya arwah setan kuyang di depanku saat ini harus di sempurnakan, supaya nggak gentayangan terus dan menggangu ketentraman hidupku.


"Fitnah.., ngapain gw fitnah, buktinya udah jelas kok semua karyawan di gedung ini juga udah tau kelakuan lu beserta kacung-kacung lu yang lemes itu..!! Gw yakin lu bertiga pasti bakalan di pecat!! "tunjuk Sisil tersenyum devil.


"Gue nggak tau ya apa yang lo maksud, tapi kalo lu sirik tuh bilang Ciripa, jangan suka fitnah cari muka deh luh!! Kerja tuh cari duit say bukannya cari muka, daripada lu cari muka mending cari aqua gih sono di tong sampah, laku kalo di jual, "sautku tidak mau kalah.


"Sialan lu ya!! Jaga tuh mulut, makin lama makin ngeselin lu ya..!! "ketus Sisil mulai tersulut emosi.


Sisil melayangkan tangan sejurus kemudian, namun aku berhasil ku tepis sebelum tangan mendarat di wajahku nan kece dan badai ini. Aku menatapnya dengan senyum penuh ejekan.


"Kenapa lu merasa tertekan sama omongan gw, kena mental ya mbak, ppfff..!! Percaya sih untuk takaran orang yang gak punya skill kaya lu, ya kerja paling bisanya cari muka, kalo nggak ya ngadu domba..!! "sautku tersenyum sinis.


"Mulut lu lama-lama kaya anjinx ya!! "tunjuk Sisil semakin tidak terima dan mulai menyerangku menjambak rambutku. Perkelahian pun tidak bisa aku hindari. Aku dan Sisil saling jambak menjambak mirip adegan istri sah sedang melabrak selingkuhannya.


"Hehh..udah..udah stop..stop !! "Arif datang dan melerai kami berdua, namun Sisil semakin kalap saat melihat Arif menolongku, Sisil tidak terima dan akhirnya Sisil pun menjambak rambut Arif.


"Argghhh..!! "Arif meringis kesakitan saat Sisil menjambak rambutnya. Suasana semakin tidak kondusif. Benar yang dibilang Tyas dan Nayla ternyata Sisil itu memang biang masalah alias dramaquen.


Aku tidak peduli lagi jika hari ini adalah hari terakhirku bekerja, yang terpenting aku puas sudah berikan si setan kuyang ini pelajaran.


"Afifah..Sisil kalian ternyata bener-bener biang masalah!! Sekarang kamu pergi ke ruangan pak Adzkhan dan kalian berdua ikut dengan saya, "ujar mbak Eva mulai frustasi sepertinya melihat kekacauan yang sudah aku dan Sisil perbuat.


Aku pun menghembuskan nafasku kasar meredam emosiku, lalu berjalan menapaki anak tangga menuju ke ruangannya pak Adzkhan. Pipiku terasa sedikit perih, sepertinya Sisil tadi berhasil mencakar wajahku.


Aku tidak peduli jika hari ini aku kembali bergelar sebagai pengangguran, tapi aku pasti akan tetap memperjuangkan Tyas dan Nayla, jika perlu aku memohon kepada pak Adzkhan, supaya Nayla dan Tyas jangan sampai di pecat hanya karena ulahku.


**


Tok..tok..tok!!


"Masuk !! "saut seseorang dari dalam bisa ku dengar. Aku memberanikan diri masuk ke dalam sepaket dengan perasaan gugup dan sedikit tegang.


"Kenapa gelap banget ruangannya pak Adzkhan, jangan bilang do'i lagi jaga lilin, " batinku celingak celinguk dan semakin melangkahkan kaki ku ke dalam lagi.


Kini di tempatku berdiri aku samar-samar aku melihat seseorang duduk dengan posisi membelakangiku, sedang asik menonton di layar besar dengan menggunakan proyektor infocus.


Deg!!

__ADS_1


"What itu kan gw sama Tyas sama Nayla pas di toilet kemaren!! Ternyata ada yang ngerecord kejadian itu!! "gumanku membulatkan mataku.


"Tamat dah riwayat gw!! Bener-bener lu gali kuburan lu sendiri Peh, "batinku meraup wajahku frustasi. Benar ini kerjaannya Sisil!! Sisil sengaja ngerekam kejadian itu, buat jatohin gw cari muka di depan pimpinan. Aku heran sebenarnya ini perusahaan apa hutan, siapa kuat dialah yang berkuasa sedangkan yang lemah akan terus tertindas.


Video pun berhenti, ruangan semakin bertambah gelap aku mendengar suara langkah kaki berjalan mendekat ke arahku. Aku semakin menunduk dan merapatkan kedua mata tidak berani menatap seseorang di depanku. Langkahnya pun terhenti, tanpa babibu aku berlutut memohon menapakkan tanganku di depan pak Adzkhan.


"Pak maafin perbuatan saya pak!! Saya udah lancang mencaci dan menghina bapak, dan saya pantas di pecat..!! Tapi saya mohon bapak jangan pecat kedua teman saya, bapak bisa liat sendirikan videonya langsung, temen-teman saya nggak salah apa-apa  pak!!, " tukasku menapakan kedua tanganku memohon. Mudah-mudahan sih Pak Adzkhan ini orangnya baik dan legowoan setelah mendengar permohonan maaf dari lubuk hatiku yang paling dalam.


"Bos saraf, sok misterius kaya tuyul, Takur Ladusing muka-muka penindas..!! Hebat..!! "tukas pak Adzkhan sambil bertepuk tangan.


"Suaranya kok kedengerannya nggak asing banget, "batinku.


"Kira-kira apa hukuman yang pantes buat karyawan lancang sepeti kamu? "ujar Pak Adzkhan.


"Saya pantes di pecat pak!! "sautku cukup tau diri.


"Apa di pecat!! Menurut kamu setelah kamu saya pecat, masalahnya akan beres gitu!! Terus gimana sama perasaan saya yang masih sakit hati karna ucapan kamu, "saut pak Adzkhan semakin lantang.


"Hadeuh gimana nih !!Ternyata do'i orang dendaman lagi!! "batinku menggerung.


"Terus bapak mau jeblosin saya ke penjara gitu, "sautku cemas, nggak bisa bayangin deh seorang Ipeh masuk penjara.


"Ide bagus sepertinya!! "saut pak Adzkhan.


"Pak saya mohon pak jangan jeblosin saya ke penjara..!! Saya belom bahagiain orang tua saya pak!! Saya juga banyak cicilan!! Dan saya juga belum rasain namanya honeymoon pak!! Saya mohon jangan jeblosin saya pak!! "tangisku mulai pecah mengeluarkan apapun keluhanku dalam hidup tidak peduli lagi imageku di cap seperti apa di depan pak Adzkhan.


"Wkakakak..!! "kudengar tawa pak Adzkhan menggema di ruangan saat ini.


"Aduhh perut gw sakit!! Seru juga godain lu Peh, "seketika ruangan pun mulai terang. Aku memberani diri menatap seseorang di hadapaku saat ini.


Deg!!!


"Keenan...!! "aku melongo menatap seseorang di masalalu ku sedang asik menertawakanku habis-habisan.


"Apa ini beneran Adzhkhan Keenan Kahraman !! "batinku memperjelas penglihataku dengan mengusap-usanp mataku.


"Ipeh..Ipeh kocak lu!! "ujar Keenan memegangi perut.


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2