Janda Kembang Kampoeng Pete

Janda Kembang Kampoeng Pete
Bos Rese


__ADS_3

"Gawat udah jam 7:57!! Gara-gara bang Radit sama si Onta nih, gw jadi telat!! "tukas berlari secepat kilat menuju ruang ob.


Sepertinya expetasiku bekerja dengan hati yang tenang dan jiwa yang tentram di kantor, hanyalah tinggal kenangan. Dua hari pertama aku bekerja saja, sudah banyak kejadian auto membuatku serasa ingin mengibarkan bendera putih di atas gedung.


"Ckck!! Telat lagi luh? "tanya Tyas.


"Hampir!! "sautku mengatur nafas.


"Kebiasaan emang? Nih minum dulu, udah kaya ikan di daratan lu!! "Tyas memberiku segelas air.


"Thanks ya..!! Btw, si Nayla mana? "tanyaku.


"Dia ngambil cuti hari ini, "saut Tyas. Aku hanya beroria menyauti ucapan Tyas.


"Pipi lu gimana tuh? "tanya Tyas.


"Udah mendingan, "sautku.


"Afifah, " panggil mbak Eva.


"Ya elah mau ngapain lagi sih nih, si ratu kanjeng!! Biasa aja kalee tuh muka..!! "gerutuku dalam hati. Saking aja senior kalo bukan mungkin sudah ku ajak kongkow bareng, sambil ceritain kisah si angsa yang sombong kali.


"Iya mbak ada apa ya!! " sautku memasang wajah seramah mungkin.


"Kemaren pak Adzkhan ngapain kamu aja di ruangannya? "tanyanya menatapku dengan ujung matanya sinis. Mendengar pertanyaan mbak Eva, tiba-tiba mengingatkanku pada perlakuan Keenan kemarin, spontan aku tersenyum menundukkan wajahku.


"Ngapain kamu senyum-senyum_"


"Eh maaf mbak, pak Adzkhan kemaren ngasih saya peringatan keras mbak, " sautku gelagapan dan berujung berbohong, tidak mungkinkan aku mengakui bahwa Keenan memelukku dan juga mengobati lukaku di dalam ruangannya bisa auto jadi gosip heboh di kantor.


"Yakin !!Dia nggak pecat kamu? "tanya mbak Eva penasaran.


"Nggak mbak, "sautku singkat.


"Kenapa sih nih orang pengen banget liat gw keluar dari kantor!! "gerutuku dalam hati.


"Kalian tuh harusnya bersyukur, pak Adzkhan masih berbaik hati dan cuman memperingati kalian, terutama kamu Afifah, beliau nggak sampe mecat kamu!! Makanya kalian tuh kalo punya mulut di jaga terus, jangan ngomong sembarangan jelek-jelekin pimpinan!! "tukas mbak Eva dengan wajah judes.


"Lah kalo mulut saya jaga terus, kapan saya makannya mbak, "sautku tanpa beban. Kulihat Tyas mengulum senyumnya menatap ke arahku. Definisi cari perkara memang.


"Kamu itu kalo saya bilangin tuh di denger, nggak usah ngejawab!! Nggak sopan kamu tuh!! "ketus mbak Eva menujukku dan berlalu dari ruangan pantry.


"Kenapa sih itu perawan satu? Abis putus kah? Sensi banget!! "tanyaku bingung menggaruk kepalaku.


"Ckckc!! Kalah pamor kali do'i sama junior yang kece ini!! "saut Tyas cekikikan mencubit pipiku.


"Lagian lu oneng pake segala ngejawab!! Udah tahu si mbak Kanjeng orangnya kaku permanen, tidak menerima saran, pendapat atau kritikan dalam bentuk apapun..!! "tambah Tyas, aku hanya cekikikan menanggapi ucapan Tyas.


Kring..Kring!!


"Biar gw ajah yang angkat, "sautku berjalan.


"Tolong bawain  susu almond, gpl. Tut.''


"Dasar Onta, bisa nggak sih matiinnya nunggu orang nyaut dulu gitu, "gerutuku mengarahkan kepalan tanganku ke gagang telpon.


"Siapa sih?"


"Jangan bilang tuan Takur mulai berulah lagi, "saut Tyas terkekeh. Aku hanya manggut-manggut bak burung pelatuk.


"Cie, doi kayanya udah pro banget sama lu Peh!! Gaskeun Peh, jangan kasih kendor!! "saut Tyas menggodaku.


"Ngaco lu!! Udah kerja..kerja, menurut perundang-undang ketenagakerjaan ngeghibah di tempat kerja itu kaga termasuk dalam hitungan aktivitas yang bakalan gaji sama perusahaan !! "sautku mengusir Tyas.


"Ya Iyalah pe'a!! Mana ada perusahaan yang mau gaji karyawannya lagi ngegibah, " saut Tyas.


"Ada host infotaiment gosip, digaji!! "sautku terkekeh. Tyas hanya menggaruk kepalanya membenarkan ucapanku.

__ADS_1


Hari ini aku tidak harus capek-capek naik turun tangga, karena lift sudah beroperasi kembali. Setidaknya setiap pulang kerja tidak ada lagi drama-drama tempel koyo dan pegel-pegel setiap bangun tidur.


Tok..tok..tok!!


Masuk, "saut Keenan.


"Nah gitu dong, kalo punya fasilitas rusak tuh di benerin, jadi gw nggak cape mesti bolak-balik naek turun tangga, "ketusku.


"Lah emang nggak rusak? "saut Keenan tanpa beban.


"Lah terus kemaren-kemaren, "tanyaku balik.


"Sengaja di matiin buat ngerjain orang!! "sautnya fokus ke layar laptop.


"Sialan!! "batinku mendengus kesal.


"Sini duduk dulu!! "tukasnya mempersilahkanku duduk.


"Nggak perlu!! "jawabku sinis


"Yakin!! Sofanya empuk tau, kaya bolu hajatan cocok banget dah buat ngehaluin Cha Eunwoo, kapan ya babang Nunu ngelamar Ipeh!! "tukas Keenan cekikikan sengaja menggodaku.


"Berisik lu!! Jadi ternyata waktu itu lu ada di dalem!! "ketusku, Keenan menjawab dengan tawanya. Sepertinya mendorong mahkluk rese di depanku ini dari jendela ruangannya, bukanlah ide yang buruk.


"Nih susu almondnya, "aku meletakan susu almond di meja Keenan.


"Minum cobain dulu, siapa tau lu mau bales dendam kasih pencahar ke minuman gw!! "tukasnya.


"Astagfirullahalazim!! "aku mengambil gelas yang berisi susu almond dan meminumnya sampai tandas.


"Tuh puas, "ketusku.


"Kan gw bilang suruh cobain bukannya di abisin!! Lu aus apa laper..!! "saut Keenan terkikik.


"Tau ah, nyebelin lu Onta!! Dah gw mau kerja!! "cebikku keluar dari ruangan Keenan dan melanjutkan pekerjaanku.


"Kenapa sih makin kesini makin nyebelin aja tuh anak, "gerutuku sepanjang lorong.


"Peh!!"


"Monyong luh!! "aku terkejut, lagi fokus-fokus ngudemel tiba-tiba bang Trisna memanggilku.


"Apa bang!! "sautku.


"Anterin gue nganter barang yuk!! Gw ribet nih kalo sendiri, "panggil bang Trisna. Baru saja nongol di ruang Pantry sudah ada tugas baru yang datang menanti.


"Siap 86, Kapten!! "tukasku semangat 45 sambil menyambar jaket.


**


Bekerja di lapangan seperti ini, beneran nggak kebayang sama sekali. Inget jaman kerja dalam mall tampilan selalu all out delapan jam di ruangan ber ac dan sekarang harus rela panas-panasan, keringetan, berteman dengan debu dan juga polusi pula. Apa kabar wajahku yang mulai memudar tingkat ke glowingannya, bisa-bisa auto penuaan dini ini mah.


"Gila panas banget bang, berasa di dalem presto gw bang, " tukas mengipas-ngipasi wajah.


"Baru di sini, coba lu nganter barang ke cabang cafe yang bekasi sono!! Pulang-pulang jadi pindang lu, "tukas bang Trisna.


"Masa sih, "sautku.


Drrttt..Drrtttt!!


"Waduh nyonya besar telpon lagi!! Bentar ya Peh!! "aku mengangguk menyauti bang Trisna.


Aku menatap cafe di depanku, senyumku tanpa sadar mengembang.


"Gw kira dulu gw bakalan jadi tukang kebab di sini!! Ternyata gw malah di terima di kantor pusat, "tukasku tersenyum.


"Peh sorry ya bini gw minta jemput!! Lu naek ojek ya_"

__ADS_1


"Ah sue lu bang, ini mah habis manis sepah di buang namanya, " protesku kesal.


"Nih gw kasih duit buat bayar ojek dah!!


"Apaan nih masa 20 ribu!! Ini mah setengah jalan juga kaga, "protesku.


"Kaga ada lagi !! Lagian bini gw lagi bunting gede, lu pengertian dikit napa!! "saut bang Trisna memakai helmnya


"Lu mah pengennya di mengerti mulu bang kaya betina lagi pms!! Ya udah sono gih, sian bini lu nungguin, ntar kepanasan malah alot lagi, "usirku,


"Somplak lu!! Lu pikir bini gw kerupuk kaleng!! "sautku bang Trisna, ia pun akhirnya pergi membawa si bebek cembernya sejurus kemudian dan meninggalkanku sendiri.


"Hah mengsyedih aing!! Berasa cabe-cabean gw di buang di pinggir jalan!! " keluhku membuang nafasku kasar, menatap selembar uang hijau pemberian bang Trisna.


Drttt..Drtttt!!


Aku menatap nomor asing yang tertera di layar ponsel androidku, "Nomer siapa sih ini, "gumamku menatap ponsel.


"Angkat enggak angkat enggak!! Ah angkat aja deh, siapa tau orang kantor!! "pikirku


"Hallo, ini siapa ya? "sautku.


"Calon imam!! Dimana?"


Blushhh!!!


"Keenan, "batinku, walau terkesan becanda tapi ucapan Keenan barusan lumayan bikin auto merinding.


"Di cabang cafe di Kuningan, " sautku.


"Tunggu di situ!! Jangan kemana-mana.Tut."


"Ck, tunggu orang ngangah dulu apa susahnya coba!! Dasar onta arab!! "dumelku menatap ponselku.


Duduk di depan pelataran parkir cafe sambil menopang dagu, menatap mobil silih berganti masuk ke area kafe hanya untuk sekedar menikmati makan siang. Kadang terlintas dalam hati, kapan aku bisa hidup enak seperti itu, membawa enyak makan di tempat enak tanpa memikirkan harga menu yang ku pesan dan juga uang di dalam dompetku. Mungkin nunggu Blackpink nyanyi lagu magadir kali yak!!!


"Duh mana laper banget lagi, "keluhku, aku melipat tanganku dan merebahkan kepalaku di tangan.


Tak berapa lama aku melihat sepasang sepatu kets hitam berdiri tepat di depanku, aku pun reflek mendangakkan kepalaku sepaket dengan wajah manyun.


"Lama!! "tukasku sepaket dengan bibir manyun, namun Keenan hanya tersenyum menatapku.


"Nggak usah senyum-senyum deh!! Luh nggak liat badan bentar lagi jadi fosil saking lamanya nunggu!! "ketusku.


"Ya udah maaf, "saut Keenan cekikikan.


"Ayo balik!! "ajakku berdiri.


"Siapa bilang kita mau balik!! Temenin gw makan dulu!! "tukasnya berlalu, aku berjalan mengekor di belakang Keenan sampai masuk ke dalam mobilnya.


"Mau makan apa!! "tanyanya menatap fokus ke depan jalan.


"Kan lu yang mau makan!! Ya terserah lu lah mau makan apa!! "sautku memasang mode jutek.


"Emang lu nggak laper? "tanya Keenan.


Krrucukkkkk!!


Ppppffff!! "Keenan menahan tawa saat mendengar alunan merdu dari perutku.


"Nggak usah ketawa deh!! "ketusku.


"Sialan pake segala bunyi lagi ni perut, lu kalo mau bunyi liat-liat sikon ke!! "gerutuku dalam hati. Keenan pun melajukan mobilnya sejurus kemudian.


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2