
Bang Diky menurunkan aku di depan gang, "Semangat lu, jadilah ade gw yang selalu percaya diri kaya dulu!! ''tukas bang Diky menyemangatiku. Aku hanya tersenyum menganggukkan kepalaku menatap bang Diky.
"Lu bareng siapa ke kampus? "tanya bang Diky.
"Astrid!!"
"Lu jangan cari penyakit dah!! Mending kurangi gaul sama dia mulai sekarang!!"
"Ayo gw anter? "ajak bang Diky.
"Nggak enak bang !!Si Astrid udah nungguin noh!! " tunjukku dengan dagu.
"Lagian gw juga udah cabut semalem!! Paling mulai sekarang gw juga jarang ketemu dia lagi, "sautku.
"Terserah lu dah!!"
"Ya udah gw cabut dulu, "tukas bang Diky melajukan si kuda besinya dan aku sendiri berjalan menuju mobil Astrid.
"Honey!!, Astrid mendadahiku."
"Hah Keenan !!Ck, hah, "decakku menghela nafas.
"Gw kira si Astrid doang yang jemput!! Tau gini mending gw tadi bareng sama bang Diky, "gerutuku.
Aku menghela nafasku frustasi, udah pasti bakalan nggak nyaman banget vibesnya semobil dengan Keenan. Sepertinya bukan saja perutku saja yang perlu ku isi nutrisi, tapi juga perasaan, biar kuat menghadapi kenyataan.
"Jangan kaya orang bego deh!! Cepetan naek!! "tukas Astrid.
"Tapi Trid!! "aku menatap Keenan sedikit sanksi, jangankan tersenyum atau nggak basa-basi kek gitu, nengok aja enggak. Padahal effort sih udah maksimal banget, sampe berasa kaya bukan diri sendiri, tapi yang di upayakan hobinya sliweran terus di depan mata sama di dalem otak.
"Udah naek!! Tenang aja do'i udah jinak kok!! Nggak bakalan gigit, "tukas Astrid cekikikan. Aku menghela nafasku pasrah, berada di antara Astrid dan Keenan berasa kayak kecoa yang nyemil di pojokan, udah kecil, nyelip, ganggu lagi.
"Gimana kaki lu? Udah mendingan "tanya Astrid,
"Mendingan, "sautku singkat.
"Lu butuh tim hore nggak, biar makin semangat gitu sidangnya!! "tanya Astrid.
"Nggak!! "sautku singkat menyibukkan diri dengan membuka buku yang setebal wajahku saat ini.
"Nanti kamu temenin aku ya? "tukas Astrid mengapit tangan Keenan.
"Iya? "saut Keenan tersenyum.
Refleks aku menatap kaca di tengah mobil seketika pandanganku dan Keenan beradu. Aku pun buru-buru membuang wajahku menatap ke sisi jalan menghela nafasku lirih. Saat bersama Astrid, Keenan terlihat seperti orang yang berbeda, tidak banyak omong berbeda saat bersamaku. Sikapnya pun sedikit kaku, namun terkesan pasrah dengan kontak fisik yang Astrid lakukan.
Melihat sikap Keenan saat ini aku semakin yakin, dengan apa yang selama ini terjadi antara aku dan Keenan, semua itu tak lebih hanyalah sebuah omong kosong. Di tambah sejak semalam Keenan pun tidak menghubungiku sama sekali, seperti biasanya yang ia lakukan, membuat semuanya semakin jelas.
"Dasar kadal buntung, "gerutuku dengan air mataku yang terasa mengembang.
"Ck, sia-sia semalem gw nangisin orang yang nggak punya hati kaya lu Ken, tapi yang gw tangisin malah nggak ngerasa punya beban sama sekali!! "gerutuku dalam hati menetralisir suasana hatiku yang terasa sesak.
Aku semakin mengeraskan volume pada ponselku, tidak tertarik dengan apapun yang mereka bicarakan, karena yang ada di pikiranku saat ini adalah bagaimana sampai di kampus dengan segera mungkin.
**
Drttt..Drtt!!
Aku menatap nomor asing yang muncul di layar ponselku, "Nomer siapa sih ini, "tukasku dalam hati.
__ADS_1
"Hallo, "sautku.
"Hallo Peh? Ini abang?''
Deg!!
"Hah ini kan suaranya bang Radit, dari mana dia tau nomer gw? "tukasku dalam hati.
"Bukan ini jasa layanan sewa badut, ''sautku asal.
"Ppppfff!! "kulihat Astrid menahan tawanya mendengar ucapanku barusan.
"Peh jangan di matiin abang mohon!! Abang tau ini pasti Ipeh kan?"
"Peh abang mau ngomong penting !!Ini soal Keenan!!
"Hah Keenan, "aku melirik ke arah Keenan sekilas.
"Bisa nggak abang ketemu Ipeh sebentar ? "tanya bang Radit
"Ada apa ya!! Kok bang Radit tiba-tiba ngebahas Keenan sih? "tukasku dalam hati.
Aku menghela nafasku frustasi, sebenarnya penasaran juga sih, tapi!! "Hah, fokus Peh!! Hari ini mending lu fokus sama sidang lu aja dulu!! "tukasku dalam hati acuh.
"Sory bang Ipeh tutup dulu !! Ipeh lagi sibuk !!Tolong jangan ganggu Ipeh lagi!! "sautku langsung memutuskan panggilanku sepihak.
"Siapa Peh? "tanya Astrid penasaran.
"Fans berat, "sautku melirik Keenan yang ternyata menatapku dari kaca mobil.
"Siapa tuh ? "tanya Astrid penasaran.
"Ada deh? Kepo!!"
Aku sedikit bingung dengan obrolanku dengan Astrid barusan, seolah sengaja mencari perhatian Keenan. Aku sedikit puas melihat gelagat Keenan saat ini yang terlihat mencengkram kemudinya dengan kencang seolah sedang menahan emosinya.
**
Aku keluar dari ruang sidang dengan senyum sumringah. Sidang skripsiku berakhir dengan lancar dan sukses, rasanya beneran lega dan terharu banget pokoknya. Saat di dalam hampir sebagian dosen penguji, memuji kepercayaan diriku dan juga public speakingku yang katanya lancar banget kaya jalan tol. Aku cukup puas dengan kerja kerasku selama ini yang ternyata berbuah manis.
"Kyaaa!!, aku memeluk teman-teman seperjuanganku satu persatu saat di luar ruang sidang.''
"Ipeh !! "teriak Astrid berlari menghampiriku bersamaan Keenan di belakangnya. Astrid memberiku buket bunga sebagai tanpa supportnya kepadaku.
"Selamet ya besti!! "Astrid memelukku.
Spontan aku pun menangis saat Astrid memelukku. "Gw seneng banget Trid!! Lega banget rasanya!! "tukasku terisak haru.
"Ah lebay lu!! Gitu aja mewek lu!! "Astrid mengusap punggung.
Aku melepaskan pelukan Astrid, "Jelaslah gw mewek!! Lu kan saksi gagu perjuangan gw selama ini!!''
"Semaleman juga gw ngoceh-ngoceh di depan kaca, sampe mulut gw kram rasanya !!Berasa kayak reporter konflik gw_"
"Konflik apaan tuh!! Rusia sama Ukraina, "saut Astrid terkekeh.
"Bukan konflik batin, "sautku tersenyum.
Keenan menghampiriku, "Selamet ya!! "kami pun bersalaman.
__ADS_1
"Ya, makasih Pak!! "sautku sekenanya dengan wajah datar, lalu memalingkan wajahku sejurus kemudian.
"Hai Peh!!"
"Yudha!!" tukasku terkejut menatap Yudha menghampiriku.
"Selamet ya Peh!! "tanpa aba-aba Yudha langsung memelukku tanpa permisi. Aku melirik ke arah Keenan, Keenan terlihat mengepalkan kedua tangannya menatap ke arahku dan Yudha dengan tajam.
"Ya elah, garcep banget lu Yud!! "Astrid menggodaku.
"Yud lepasin gw!! "aku sedikit tidak nyaman dengan perlakuan Yudha saat ini, apalagi setelah melihat ekspresi Keenan melihatku. Entah mengapa dalam hati kecil aku tidak ingin membuat Keenan salah paham dengan sikap Yudha saat ini.
"Sory Peh gw refkels!! Abis gw kangen gw baru liat lu lagi!! "Yudha melepaskan pelukanku menatapku penuh arti mendalam.
"Lu serius refleks apa modus lu!! "tukas Astrid menatap sinis Yudha.
"Terserah apa kata lu Trid!! Namanya juga lagi usaha !! Siapa tau abis gw peluk dia nyaman gitu pengen minta nambah!! "goda Yudha melirikku, sedangkan aku sendiri hanya menyunggingkan senyum kaku dan sedikit risih dengan sikap dan ucapan Yudha.
"Prettt itu mah mau-maunya lu aja kalii!! "saut Astrid.
"Oh iya, nih buat lu? "Yudha memberikan satu buket bunga yang terselip boneka teddy bear mungil kepadaku.
"Gw ke toilet dulu, "tukas Keenan sekilas melirikku dengan tatapan dingin dan berlalu.
Aku menggigit bibirku sedikit gelisah menatap kepergian Keenan, "Ck, apa sih yang lu harepin!! Dia itu tunangan sahabat lu Peh, inget!! "gerutuku frustasi.
"Semangat dong Peh!! Kok muka lu malah meles gitu sih, "tukas Yudha.
"Tau lu udah kaya ema-ema kurang duit lu, "timpal Astrid.
"Thanks ya Yud!! Lain kali lu nggak usah repot-repot sampe nyiapin ini segala!! "tukas tidak ingin memberi harapan pada Yudha.
"Kenapa emangnya? Lu nggak suka? "tanya Yudha.
Aku menatap kedua buket bunga di tanganku, entah kenapa melihat buket bunga yang Yudha dan Astrid berikan mengingatku pada paket kaleng yang kemarin kudapatkan.
"Nggak ada apa ya!! Buket bunga yang isinya tuh bunga kenanga sama boneka Annabelle gitu !!Pengen yang beda aja gitu, biar lebih berkesan!! "tukasku tanpa beban. .
"Ckckc, emang pe'a lu!! Ya mana aja dodol!! "Astrid menoyorku di kekehi Yudha.
"Ckckc, lu tuh lucu juga ya Peh!! Bisa kali kalo request mah!! "saut Yudha terkekeh.
"Udah yuk lanjut ke kantin!! Gw laper nih !! "Astrid merangkulku tanpa permisi.
Drtttt..Drttt!!
Aku menatap ponselku, kulihat Keenan menelponku, "Ngapain dia nelpon gw!! "aku pun mengabaikan panggilan Keenan.
"Gw tunggu di taman kampus!! Sekarang juga!!"
Notifikasi chat yang Keenan kirim baru saja, sanggup membuat otakku oleng seketika, "Beneran saraf nih orang !!Lagi sama si Astrid bisa-bisanya dia ngajak gw ketemuan, geblek !! "tukasku dalam hati.
Siapa sih Peh? "tanya Astrid.
"Hah enggak!! "sautku gelagapan memasukan ponsel sejurus kemudian.
"Gw balik aja yak!! "tukasku.
"Dih apa-apaan lu balik!! Kita rayain dulu lah!! Traktir- traktir gw kek, "saut Astrid.
__ADS_1
"Gimana biar gw yang traktir, "saut Yudha.
"Asekkk!! Berangkat, "saut Astrid semangat.