
Tok..tok..tok!!
"Masuk!! "saut seseorang dari dalam.
Aku menarik handle pintu, memasang raut wajah kesal, "Bisa nggak sih, lu ngasih gw me time seharian tanpa gangguan gitu, Ken !!Ini tuh hari libur Ken!! "ketusku sepaket dengan bibir manyun menatap Keenan, namun tersangka yang membuat kesal sama sekali tidak menggubrisku malah sibuk membuka-buka laci, seperti ini sedang mencari sesuatu.
"Tolong bantuin cari kunci mobil gw dong!! Gw lupa naronya dimana!! "tukas Keenan tanpa beban.
"Lu nyuruh gw dateng cuman buat bantuin nyari kunci mobil doang!! "Keenan menatapku dan mengangguk tanpa beban.
"Astaghfirullahalazim!! Lu tuh kebangetan Onta, "aku menggeram mengepalkan kedua tanganku frustasi, ingin rasanya aku mengajak Keenan masuk ke dalam taman safari dan meninggalkanya di kandang singa, saking kesalnya.
"Besok-besok jidat lu pakuin selipin tuh kunci mobil lu di jidat? "omelku sambil sibuk menggeser-geserkan barang mencoba mencari keberadaan kunci mobil Keenan, mungkin saja terselip di antara tumpukan berkas.
"Nih kunci luh tuh, nyelip !! Udah ah gw mau pulang..!! "tukasku auto balik kanan.
"Tunggu dulu, !!Keenan menggenggam tanganku mencoba menahanku. Spontan aku membalikkan tubuhku menatap tangan Keenan yang menggenggam tanganku.
"Lu pegang-pegang bayar nggak nih? Barang pecah beling nih, "tukasku. Keenan tersenyum melepaskan genggamannya dan mencubit pipiku dengan gemas.
"Bantuin gw cek sale report penjualan cafe ya!! "menariku tangan tanpa permisi.
"Yasalam berilah hamba kesabaran!! "gerutuku dalam hati menjatuhkan diriku di sofa.
Aku melihat Keenan kembali fokus berkutat dengan tumpukan lembar-lembar kertas di bawah sofa, aku pun mengambil salah satu berkas dan mencoba mempelajarinya. Setiap mengantar berkas atau pun barang, aku juga terkadang mempelajari data-data penjualan di beberapa cabang cafe.
"Emang kenapa sih mesti di cek!! Penjualan di cabang cafe menurun yah!! "tukasku,
"Cerdas, "Keenan nyentil jidatku.
"Aww sakit!! "ringis ku mengusap jidatku, Keenan hanya tersenyum melihatku yang mengaduh kesakitan.
"Nggak usah senyum-senyum, "cebikku, Keenan pun kembali fokus pada berkas di tangannya.
"Hadeuh bahaya nih, mana gw cuman berdua doang lagi di kantor!! "batinku gugup celingak-celinguk.
"Gimana tawaran gw yang kemaren!! "lirik Keenan kembali ke penawarannya.
"Lu masih kekeh juga Ken nanyain itu!! "tanyaku speechles. Patutku ku acungi jempol kegigihan bosku yang satu ini.
"Please Ken, jangan gw, napa!! "sautku mulai frustasi.
"Kalo gw maunya sama lu gimana? "saut Keenan kembali menatapku penuh makna.
"Mw yah !!"
"Hadeuh dari dulu gw paling nggak bisa nolak, kalo ngeliat Keenan udah natap gw gitu, "keluhku dalam hati.
Aku menggaruk kepalaku frustasi bingung mencari alasan, sebenarnya aku sih fine-fine aja naik jabatan menjadi asisten, tapi yang jadi permasalahnya pasti hampir setiap hari aku berada di dekat Keenan.
"Hhmm.. gw bikin minum dulu ya!! "tukasku mencoba menghindar beranjak dari sofa, namun Keenan menahanku menggenggam tanganku.
"Kenapa sih Peh!! Apa yang lu cemasin!! "tanya Keenan berdiri menatapku intens.
"Aku spontan menarik tanganku, "Hmm..Gw masih baru Ken kerja disini!! Sedangkan banyak senior yang laen pasti lebih berhak mendapat kesempatan di banding gw!! Gw juga nggak mau Ken jadi bahan salty orang-orang!! Lu tolong ngertiin gw napa!! "tukasku gugup.
Keenan menghembuskan nafasnya sambil tersenyum, "Kenapa lu jadi nggak percaya diri gini sih Peh sekarang!! Gw milih lu karena gw yakin Peh sama potensi lu Peh!!''
"Ya udah sekarang gini deh, gw masih ngasih lu waktu !!Sementara biar Daniel yang gantiin posisinya pak Tarra, "tukas Keenan tersenyum mengusap rambutku penuh perhatian.
Tatapan yang sama walau udah empat taun lamanya, "Gw selalu inget Ken tatapan lu itu!! "batinku mulai resah, aku mengalihkan pandanganku buru-buru. Tatapan Keenan sungguh mematikan siapa yang kuat coba ditatap sedalam itu. Satu kata yang menjadi pengganjal dalam benakku saat ini adalah "gue takut nyaman sama lo Ken!!
__ADS_1
"Ya udah, lu duduk sini biar gw yang bikinin minum, "Keenan menekan bahu kembali duduk di sofa.
Sudah hampir 2 jam aku membantu Keenan mengecek laporan penjualan cafe. Aku sudah berkali-kali dibuat menguap saking ngantuknya, ditambah suasana sejuk di ruangan Keenan benar-benar membuat mataku susah di ajak kompromi. Ini pasti akibat efek semalaman aku bergadang, gara-gara ngobrol semalam dengan Astrid.
"Kira-kira lu punya ide nggak, gimana caranya biar bisa naikin penjualan yang paling nggak 10% lah bulan ini? " tanya Keenan
"Gimana kalo lu ikut pesugihan di gunung Gede, "sautku tanpa beban. Keenan menoyor kepalaku sejurus kemudian.
"Ck, seriuss!! ''sautnya. Jika saja bukan Keenan mungkin bos yang lain sudah menendang bokong ku keluar dari gedung ini.
Aku hanya berdecak kesal, "Siapa suruh minta saran sama orang yang udah gagal connect, "aku kembali menguap tak kuasa menahan rasa kantuk.
"Ini masih lama nggak sih!! Ngantuk banget deh gw sumpah, "batinku memandang kertas di tanganku dengan mata yang mulai sayup, dan hingga akhirnya aku tidak mengingat apapun lagi.
.
.
"Trid kecilan AC nya, dingin banget, "rengekku masih setia memenjamkan mataku, sampai kurasa ada sesuatu yang hangat menutupi tubuhku, rasanya benar-benar nyaman.
Cup!!
Aku merasakan benda kenyal mengecup pipiku, "Si pe'a ngapain cium-cium pipi gue sih!! "batinku lucu. Aku tersenyum antara sadar dan tidak sadar semakin mengeratkan selimut yang membungkus melanjutkan mimpiku yang tertunda.
.
.
''Euggghh..Trid jam berapa ini, "tukasku mulai siuman masih setia memejamkan mata.
"Jam 4 sore_"
"Udah kenyang tidurnya non, "tukas Keenan tersenyum lucu menatap ke arahku.
Aku di buat melongo menatap Keenan, benar-benar sejarah dalam hidupku satu ruangan dengan laki-laki, sampe ketiduran pula. Jika saja almarhum babeh masih hidup mungkin aku sudah dikawin paksa dengan si Onta, "Argghh, bisa-bisanya gw ketiduran di sini!! Bego banget sih lu Peh, "aku mengutuk kebodohanku sendiri, tapi apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur.
"Kenapa lu nggak bangunin gw, "ketusku.
Keenan hanya cekikikan sejurus kemudian pun berdiri membuka ruangan pribadinya, yang terhalang dinding kaca, "Mending lu cuci muka dulu bersihin tuh iler_"
"Gw nggak ngiler ya!! "cebikku berjalan menuju ruang pribadi Keenan.
Saat aku masuk kedalamnya, aku menatap ruangan yang cukup luas, dengan desain minimalis tapi tetap terkesan mewah.
"Untuk kategori cowok, rapi juga juga dia!!"
"Hah, ini kacanya tembus pandang dari dalem sini ternyata !!Hadeuhh, satu lagi kebodohan dalam diri gw yang gw pertontonkan "gerutuku dalam hati, mengingat tingkahku saat pertama kali masuk keruangan Keenan.
"Tapi sejak kapan gw peduli dengan penilaiannya si Onta!! Padahal gw dulu kentut di depan dia aja gw cuek-cuek aja!! Hah kenapa si lu Peh!! "gerutuku dalam hati.
Wajah sudah berasa seger, aku pun berjalan keluar ruangan pribadi Keenan.
"Nih makan dulu!! "tawar Keenan saat aku keluar dari ruang pribadinya.
Aku membuka bungkusan yang Keenan berikan terlihat satu porsi ayam geprek dengan taburan sambal segar di atasnya, aku mencolek sambel dengan telunjuk lalu menjilatnya.
"Kurang nih pedesnya!! Lu kalo beliin gw mesti yang level 15, baru nendang!! Segini mah nggak nampol!! "protesku.
"Udah makan nggak!! "tukas Keenan tak ingin di bantah.
"Ck, nyebilin, "cebikku sepaket dengan bibir manyun.
__ADS_1
"Ini surat ijin cuti lu udah gw tandatanganin."
"Iyalah harus, gw udah bayar pajak tw ke mbak Eva biar cuti gw di acc, "tukasku tanpa beban.
"Pajak apa maksudnya, "tanya Keenan terkejut menatapku, aku membungkam mulutku sejurus kemudian.
"Mampos gw keceplosan, " dumelku dalam hati.
"Oh maksud gw traktiran gw sebagai karyawan baru gitu, "tukasku cengengesan panik sendiri. Walaupun aku mengetahui sikap Mbak Eva menyebalkan tapi aku, sejujurnya aku bukan tipe orang suka mengadu domba, demi mencari perhatian.
"Kapan sidang skipsinya? "tanya Keenan.
"Minggu depan."
"Kok tau sih, gw ngajuin cuti mw sidang skripsi? " tanyaku terkejut.
"Bu Vivi cerita."
"Cih si ganjen toh, "gerutuku.
"Lu sendiri gimana selama 4 tahun kuliah di Inggris? "tanyaku penasaran.
"Nothing special !!Ya gitu-gitu aja, "sautnya.
"Masa!! "sejujurnya ada pertanyaan lain yang ingin aku tanyakan saking penasarannya, pertanyaan yang sedikit menjurus ke ranah pribadi Keenan, tapi kenapa mulut rasanya susah banget geraknya.
"Kenapa nggak sama dia lagi!! Bukan dulu sempet cerita kalo lu sempat mau di lamar_"
Uhukk..Uhukkk!!
Mendengar pertanyaan Keenan aku langsung tersedak saking terkejutnya. Jujur aku terganggu mendengar pertanyaan Keenan yang membahas tentang bang Radit, karena aku pun sudah tidak ingin mengingat-ngingatnya lagi.
"Nih minum dulu, "Keenan mengusap punggungku.
"Sory Ken, bisa nggak sih, nggak usah bahas dia "tukasku menatap Keenan risih mendengar alur pembicaraannya.
"Sorry gw bermaksud_"
"Gpp kok, "aku memotong ucapan Keenan.
"Kenapa sih vibesnya kok tegang gini sih!! Kok makin gerah aja deket-deket si Onta!! batinku.
Aku menyibakkan rambut ikalku ke belakang saking gerahnya, padahal jelas-jelas suhu di ruangan Keenan terasa sejuk. Tanpa aba-aba Keenan mengelap keringat yang bercucuran di dahiku, dan sisa makanan di sudut bibirku sambil menyibakkan rambutku penuh perhatian. Aku pun spontan menatap Keenan sekilas dan buru-buru mengalihkan perhatianku saking gugupnya.
"Biar gue aja Ken!! " tukasku sedikit menggeser tubuhku sedikit menjauh.
"Tangan lu sambel semua, lu mau kecabean!! Udah diem!! "aku mendadak patuh sepaket dengan wajah tegang, menatap Keenan dengan yang jarak tidak aman.
Uhuk..Uhuk!!
"Nggak usah panik juga gitu kali!! "goda Keenan mengulum senyumnya, kembali memberikanku minum.
"Lu yang bikin gw panik Malih !!Ah nggak beres nih!! Mending gw buru-buru balik dah, "batinku mengalihkan perhatianku.
Aku berjalan menuju ruang pribadi Keenan membersihkan diri dari sisa-sisa makanan yang menempel di jari-jari ku. Aku menatap wajahku di depan cermin sambil menepuk-nepuk pipiku frustasi, mengingat sikap Keenan tadi.
"Please Peh nggak usah baper, "batinku menggerung.
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1