Janda Kembang Kampoeng Pete

Janda Kembang Kampoeng Pete
Memo Kedua


__ADS_3

Satu nama terus saja nempel di dalam otak semrawutku, jika di buat perbandingan situasi saat ini, bak wangi chan3l n°5 berkelas tapi nggak sanggup buat di beli dan dimiliki, sadar sama isi dompet. Aku merasa tak wajar, dengan perasaan ini. Ketika hati mulai terjebak dengan kata nyaman, tapi justru aku di buat takut dan cemas. Aku sempat mengira jika selama ini hatiku memang sudah mati rasa, tapi ternyata itu bukanlah mati rasa, melainkan takut jatuh cinta.


Drrttt..Drrttt!!!


Aku menatap layar ponselku tersenyum lirih, "Panjang umur nih manusia, baru aja gw pikirin, "batinku menatap nama ''Onta Rese'' tertera di layar ponselku.


"Hallo, "sautku.


"Tolong bikinin susu almond ya!! " tukas Keenan kudengar ponselku.


"Iya bentar, "sautku memutuskan panggilan.


Aku berjalan menuju ruang pantry membuatkan susu almond untuk Keenan "Semangat Peh!! Lu pasti bisa!! "tukasku menghela nafasku mencoba menguatkan hati.


...


Tok..tok..tok!!!


"Masuk, saut Keenan dari dalam."


Keenan tersenyum menatapku sedangkan aku sendiri refleks buru-buru mengalihkan pandanganku.


"Nih susunya!! "tukasku dengan wajah datar.


"Kenapa tadi maen pergi gitu aja pas di lift!! "tanya Keenan menatapku intens.


"Gpp, lagi pengen naek tangga aja, "sautku asal.


"Cih, lagi pengen naik tangga, kok malah nunggu di depan lift, "sautnya beranjak dari kursi kebesarannya menghampiriku.


"Biar pun mbak Eva itu senior, tapi semua karyawan di sini berhak mendapat perlakuan yang adil di kantor, "saut Keenan.


"Cih adil, "tukasku dalam hati. Untuk takaran pekerjaan yang terbilang paling rendah jabatannya di kantor, mendapat perlakuan layak dari senior otoriter seperti mbak Eva cuman mimpi di siang bolong bosku.


"Udah Ken gw mau balik kerja lagi, "sautku tidak ingin berlama-lama lagi.


"Nanti siang temenin gw visit ke beberapa cabang cafe ya!! "tukas Keenan.


"Sory Nta gw nggak bisa !!Gw lagi banyak kerjaan hari ini !! "sautku to the point.


Entah apa kerjaan yang ku maksud, tapi untuk saat ini aku ingin membatasi agar tidak semakin jauh terperangkap dalam perasaan asing ini. Sejak mendengar pembicaraan di tim humas tadi, nggak tahu kenapa saat bertemu dengan Keenan vibesnya kerasa beda aja berasa kaku sendiri.


Aku berjalan menuju ruang ob, kulihat Tyas dan bang Trisna baru saja sampai setelah mengantarkan barang ke cabang kafe.


"Aduh gw nyerah dah bang kalo di suruh balik lagi !! Lagian pak Bimo bukannya sekalian nyuruh tadi, "keluh Tyas.


"Apaan sih? "tanyaku penasaran.


"Nah tuh ada si Ipeh!! Mending luh sama si Ipeh aja deh bang yang pergi!! "tukas Tyas menunjukku.


"Kemana emang? "tanyaku.


"Ke Bekasi!! " saut bang Trisna.


"Ya udah ayo!! sautku."


Pucuk di cinta ulam pun tiba, semesta sepertinya sedang mendukungku sekarang untuk menghindari Keenan. Gpplah panas-panasan jalan ke kota Bekasi yang penting judulnya banyak kerjaan, terkadang otak memang perlu dipanaskan di cuaca terik biar nggak beku karena kebanyakan mikir.

__ADS_1


"Serius lu mau!! Bekasi kan panasnya kaya kerak neraka!! "tanya Tyas berbinar.


"Gpplah, itung-itung gw pemanasan sebelum jadi penghuni sementara disono!! "sautku tanpa beban.


"Pe'a lu, orang mah berdoa biar masuk surga!! Lah elu pengen masuk neraka, "toyor bang Trisna.


"Emang anak satu rada laen nih, "tunjuk bang Trisna heran.


"Udah yuk cepet, kelamaan lu bang ntar keburu sepuh lu, "tukasku menarik bang Trisna.


**


.


.


Tepat pukul enam aku sampai di tempat Astrid. Badan berasa kuleuhe bin hinyai (dekil dan berminyak) kalo kata teh Ai mah. Setengah hari ini aku dan bang Trisna keliling kota Bekasi yang terkenal panas dan gersang untuk mengantar barang ke cabang cafe.


"Assalamualaiku"


"Waalaikumsalam, saut Astrid dengan mata membulat menatap naas ke arahku.''


"Lu dekil banget si Peh!! Ini kenapa muka lu gosong gini lu udah kaya rontokan areng tau nggak!! Lu abis ngapain sih emang? "tanya Astrid menatapku tidak percaya.


"Ya kerja lah, masa ngubek-ngubek comberan, "sautku berjalan menuju kulkas.


"Gila yah baru dua minggu lu kerja!! Perbedaan lu kontras banget asli, bagaikan siang dan malam, dari jadi spg kosmetik yang all out selalu cantik ceutar membahana sampe sekarang jadi upik abu!! Asli tampilan lu tuh sekarang udah kaya gembel lampu merah tau nggak !! "tukas Astrid geleng-geleng kepala menatapku naas.


"Serah lu mau ngomong apa juga!! "sautku meletakan gelas yang sudah tandas mengacuhkan ocehan Astrid.


"Lu udah makan belom!! Gw mau pesen on food nih, liat lu balik dengan tampilan menyedihkan kaya gini, pintu hati gw langsung terketuk seketika ? "tanya Astrid.


"Cepetan gpl!! "tukas Astrid menatap layar ponselnya.


"Gw pengen seblak dari kemaren? Pesenin dah !! "tukasku.


Sambil menunggu pesananku datang, mending aku mandi terlebih dahulu deh biar wangi. Setengah hari panas-panasan badan berasa kaya mayat yang keluar dari muntahan Anaconda.


Aku membuka ponselku, karna sejak tadi siang aku sama sekali belum ngecek ponselku. 38 panggilan tak terjawab tertera di layar notifikasi ponselku.


"Si Onta ngapain nelpon gw segini banyaknya, "tukasku.


"Ah bodo amatlah, ''tukasku meletakan ponselku di nakas dan berlalu ke kamar mandi.


.


.


"Hahhh, segernya, "tukas turun menapaki anak sambil menyugar rambutku yang masih basah, kulihat Astrid sedang asyik berkutat dengan laptop, mengerjakan laporan tesisnya.


"Belom kelar? "tanyaku.


"Belom,..bantuin dong beb? "rengeknya Astrid sepaket dengan wajah memble.


Aku menoyor Astrid sejurus kemudian, "Hah, giliran ada maunya lu panggil gw Beb!! Tadi lentur banget bibir lu ngehina gw kaya gembel!! Awas minggir!! "tukasku mendorong Astrid mengambil alih laptop miliknya.


"Hehe makasih bebeb, "saut Astrid cengengesan.

__ADS_1


"Hehe makasih bebeb, " cebikku sambil misuh-misuh mengikuti ucapan Astrid.


"Eh btw, si Yuda tadi nanyain lu!! Dia pantang menyerah banget ternyata!! Kayaknya si Yuda udah cimat sama lu!! "tukas Astrid.


"Ck, biarin ajalah, "sautku fokus mengetik.


.


.


Ting..Tong!!


"Aseekk seblak gw udah sampe,"


Kurang lebih hampir 30 menit menunggu dengan perut yang sudah keroncongan, akhirnya seblak yang Astrid pesan pun tiba.


"Sabar ya sayang, bunda ambil nutrisi buat kamu dulu yah, "tukasku mengusap-usap perutku.


"Cih, belajar gila tuh anak!! tukas Astrid menatapku aneh.


Aku berjalan mendekati gerbang, "Wuih abang on food motornya keren banget berasa pengen nemplok gw!! "batinku cekikikan menatap motor Ducati Panigale milik abang on food didepanku ini


"Makasih ya mas!!" Kembaliannya ambil aja!! "tukasku tersenyum ramah saat memberikan selembar uang merah kepada abang onfood tersebut.


Abangnya pun menganggukkan kepalanya tanpa membuka helmnya dan berlalu. Aku membuka plastik memastikan seblak yang ku pesan. Mataku membulat saat membuka plastik melihat setangkai mawar putih dan juga kertas pink ada di dalam bungkus plastik seblak pesananku.


..."Jika hatimu tersimpan bara api bagaimana kamu mengharapkan bunga di taman hatimu akan mekar. Bunga tidak bisa tumbuh tanpa sinar matahari, dan manusia tidak bisa hidup tanpa cinta....


"Dari siapa sih ini!! Ini kedua kalinya gw dapet memo kaleng gini, "tukasku celingak- celinguk dan buru-buru masuk sejurus kemudian.


"Trid, teriakku."


"Apaan sih lu, ngangetin aja!! "saut Astrid berdiri menatapku dengan wajah bingung.


"Trid, gw dapet ini dari abang on food!! Kok gw merinding sih!! Ini kedua kalinya gw dapet ini berasa ada yang ngintai gw deh !! "rengekku, kulihat Astrid serius membaca memo yang ku terima.


"Tapi lu liat nggak, abangnya bentukannya gimana? " tanya Astrid.


"Gw nggak liat, soalnya abangnya nggak buka helmnya, motornya juga motor sport gitu kayanya motor mahal deh, "tukasku sambil menggigit jemari sedikit panik.


"Temen lu kira-kira ada yang lu curigain nggak? Ini sih cowok udah jelas, "tanya Astrid.


"Masa iya bang Radit, tapi mungkin nggak sih? Bang Radit mana tau gw tinggal di sini!! "batinku menduga-duga.


"Apa ini jangan-jangan ini kerjaannya si Yuda_"


"Hah Yuda!! Masa sih!! Nggak mungkin ah!! "sautku auto mikir keras.


"Ck, udah lah mending kita makan aja daripada keburu gila mikirin ini memo yang nggak jelas, "ujar Astrid.


"Trid serius nih kok gw jadi porno sih, "tukasku.


"Mungkin orang iseng aja kali!! "saut Astrid.


"Tapi Trid ini gw beneran takut sumpah."


"Ck, nih ya, selama ini orang nggak nongol terus nggak macem-macem sama lu, santai aja kali!! Siapa tau ini orang emang beneran serius suka sama lu gimana!! Makanya jangan sok jual mahal terus!! Lu coba deh buka hati lu!! " tukas Astrid.

__ADS_1


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2